LITERATURE REVIEW : PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP ANGKA KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM

Nur Asiyatul Janah, Widodo Hariyono, Tri Ani Marwati, Lina Handayani

Abstract


Angka kecelakaan kerja di laboratorium terus meningkat dan dialami oleh semua jenis laboratorium, baik laboratorium kesehatan maupun pendidikan. Kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan pengguna laboratorium tentang bahaya dan prosedur keselamatan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor pengetahuan berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium. Metode yang digunakan adalah literature review, dimana dilakukan penelaahan serta pembahasan beberapa artikel yang isinya relevan dengan topik penelitian. Kata kunci yang digunakan adalah “pengaruh pengetahuan”, “kecelakaan kerja”, “laboratorium” pada database Google Schoolar. Proses seleksi artikel menggunakan Appraisal Tool PRISMA. Dari 133 artikel, didapatkan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan tujuan penelitian. Hasilnya didapatkan bahwa dua artikel menyatakan jika ada pengaruh tingkat pengetahuan terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan tiga artikel menyimpulkan tidak ada pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kecelakaan kerja. Hal ini menunjukkan jika tingkat pengetahuan bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja di laboratorium, masih ada faktor lain yang mempengaruhi, antara lain penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kepatuhan dalam melaksanakan SOP, lingkungan, dan lainnya.


Keywords


Tingkat Pengetahuan, Kecelakaan Kerja, Laboratorium

Full Text:

PDF

References


. Furr K. CRC Handbook of Laboratory Safety 4th Edition. In 1995.

. Coghlan K. Investigating laboratory Accident [Internet]. Professional Safety. 2008. p. 56. Available from: https://search.proquest.com/openview/715cfb237732eeb18f8c12c00fe425c1/1?pq-origsite=gscholar&cbl=47267

. Harlan A. Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan APD pada Petugas Laboratorium Rumah Sakit PHC Surabaya. Indones J Occup Saf Heal. 2017;6(3):278–87.