PENERAPAN MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK TRANSFERRING PADA MESIN BUILDING GREEN TYRE

Deni Hendarto, M.Si, Triyana .

Abstract


PENERAPAN MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK TRANSFERRING PADA MESIN BUILDING GREEN TYRE.Pada komponen transferring, cylinder pneumatic (aktuator) traverse yang digunakan sebagai pengangkut paket B&T sering mengalami gangguan berupa ketidaksimetrisan atau Tread Off Center (TOC) disebabkan kebocoran pada cylinder pnumatic, conector, tubing dan pada solenoide valve, sering terjadi TOC atau tidak pada posisi simetrisnya tread atau tapak ban pada saat pembuatan green tyre, yang juga dikarenakan macet atau lolosnya lock cylinder pneumatic traverse. Hal ini terjadi akibat ausnya komponen Cylinder Pneumatic traverse yang berupa seal yang terbuat dari karet dan lock berupa logam yang terus bergesekan dikarenakan komponen ini selalu bergerak saat proses produksi, dan oiler yang berfungsi sebagai pelumas sistem pneumatic tidak berfungsi dengan baik, sehingga proses produksi menjadi terhambat yaitu terjadinya gangguan pada komponen ini yang terjadi berulang-ulang atau bahkan hingga terjadi stop produksi yang lama.Untuk itu perlu dilakukan penggantian komponen pengangkutan paket B&T pada tahap proses transferring, yang semula menggunakan Cylinder pneumatic yang digerakkan oleh Solenoide valve menjadi menggunakan motor induksi 3 fasa yang kecepatannya diatur oleh Variable Speed Drive (VSD) dan dikontrol oleh PLC (Programmable Logic Controller).Tujuan penelitian ini adalah melakukan penggantian sistem penggerak transferring yang semula menggunakan sistem pneumatic menjadi menggunakan motor induksi 3 fase yang kecepatannya dikontrol oleh PLC melalui VSD. Untuk penempatan dan tata letak motor induksi dibutuhkan ruangan yang luas dan mudah saat dilakukan perbaikan.Untuk menggerakkan transferring dibutuhkan motor induksi sebesar 0,55 kW, daya motor ini dihitung berdasarkan beban transferring dan muatannya. Pengaturan kecepatan motor penggerak transferring yang dihubung bintang menggunakan VSD yang diatur berdasarkan parameter frekuensi yang besarnya 15 Hz untuk low speed dan 45 Hz untuk high speed.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32832/juteks.v1i2.745

Article Metrics

Abstract view : 291 times
PDF - 3515 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


     ISSN                       eISSN                  Supervised By:

  

Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162 Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax: 0251-8335335