HUBUNGAN RISIKO ERGONOMI DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA INFORMAL BENGKEL LAS DI KELURAHAN SAWANGAN BARU DAN KELURAHAN PASIR PUTIH KOTA DEPOK TAHUN 2019

Authors

  • Dwi Suryanto Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Rubi Ginanjar Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Anissatul Fathimah Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/pro.v3i1.3143

Abstract

Gangguan musculoskeletal merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja dan kecacatan pekerja di negara-negara maju dan berkembang. Menurut International Labour Organization (ILO), setiap tahun terjadi 2,3 juta kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja bengkel las. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Non Random Sampling dengan metode Sampling Jenuh. Populasi pada penelitian ini berjumlah 40 responden dan sampel yang terpilih 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara risiko ergonomi (p=0,009) dan usia (p=0,001) dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Sedangkan variabel indeks masa tubuh (p=0,492), kesegaran jasmani (p=0,708), masa kerja (p=0,461) dan kebiasaan merokok (p=1,000) tidak ada hubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara risiko ergonomi dan usia dengan keluhan MSDs.

References

Akshinta, Pradita Yusi et al, 2017, Analisis RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) dalam menentukan perbaikan postur pekerja las listrik pada bengkel las listrik Nur untuk mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders.

Choobineh, A., Sayed, H.T., dan Mahmoud, B. (2007). Musculoskeletal Problems Among Workers of an Iranian Sugar-Producing Factory, International Journal of Occupational Safety and Ergonomics (JOSE).

Effendi, Fikri. 2007. Ergonomi Bagi Pekerja Sektor Informal. Cermin Dunia Kedokteran No. 154.

Hignett, Sue dan Lynn McAramney. 2000. REBA Employee Assessment Worksheet: Base On Technical Note: Rapid Entire Body Assessment (REBA). http://personal.health.usf.edu/tbernard/HollowHills/REBA.pdf.

Khaidir. M, et al (2017). Analisis Risiko Ergonomi Pada Karyawan Bengkel Utama Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Di Pt. Bukit Asam Tanjung Enim Tahun 2017.

ILO. (2014). Safety and Health at Work: A Vision for Sustainble Prevention. http://www.ilo.org/WCMS_301214.html

Pheasant, Stephen. 1991. Ergonomics, Work and Health. Maryland Aspen Publisher, Insc : Maryland, Gaithersburg.

Prasetya, E. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Tentang Kesehatan, Pendidikan dan Kreatifitas. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2 (1), 19-25.

Rifqi Fuady. A. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Musculoskeletal Disorders (Msds) Pada Pengarajin Sepatu Di Perkampungan Industri Kecil (Pik) Penggilingan Kecamatan Cakung Tahun 201.3

Rohman, Fajar Fatkhur. (2014). Hubungan Tingkat Kedisiplinan Pemakaian Kacamata Las dengan Penurunan Tajam Penglihatan pada Pekerja Pengelasan di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Septiani, A. 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Bagian Meat Preparation PT. Bumi Sarimas Indonesia Tahun 2017.

Tarwaka, 2004, Ergonomi untuk Keselamatan Kerja dan Produktivitas, Surakarta: Uniba.

Tarwaka, et al. 2013. Ergonomi Imdustri. Edisi 1, Cetakan 2. Surakarta: HARAPAN PRESS.

Downloads

Published

2020-02-15

Issue

Section

Artikel