Editorial Policies

Focus and Scope

Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 

  • Fundamentals of Islamic education (philosophy, history and the nature of Islamic education),

  • Development of Islamic educational institutions (development of Islamic education curriculum, Islamic learning method and Islamic education teacher and others) 

  • Studies of the concept of Islamic education (Islamic educational leading figure, Quran sunnah text, and others).

 

Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam mempunyai fokus dalam kajian pendidikan Islam, dengan scope sebagai berikut:

  • Dasar-dasar pendidikan Islam (filsafat, sejarah dan ciri pendidikan Islam),

  • Pengembangan lembaga pendidikan Islam (pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, guru dalam pendidikan Islam dan lainnya)

  • Kajian tentang konsep pendidikan Islam (tokoh pendidikan terkemuka, nash Quran sunnah mengenai pendidikan, dan lain-lain).

 

Section Policies

Artikel

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Front Matter

Checked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Back Matter

Checked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Review policy by Ta'dibuna: Journal of Islamic Education as follows:
  • Any submitted paper will be reviewed by two reviewers.
  • Review process employs Double-blind Review, that the reviewer does not know the identity of the author, and the author does not know the identity of the reviewer.
  • In the review process, reviewers consider the correspondence of title, abstract, discussion (findings) and conclusions. In addition, reviewers also consider the novelty, scientific impact and references used in the paper.
 

Kebijakan review oleh Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam sebagai berikut:

  • Setiap makalah yang disampaikan akan ditinjau oleh dua reviewer.
  • Proses peninjauan menggunakan Double-blind Review, yang mana reviewer tidak tahu identitas penulis, dan sebaliknya penulis tidak tahu identitas reviewer.
  • Dalam proses peninjauan, reviewer mempertimbangkan korespondensi judul, abstrak, diskusi (temuan) dan kesimpulan. Selain itu, reviewer juga mempertimbangkan kebaruan, dampak ilmiah, dan referensi yang digunakan dalam makalah.

Comments from reviewers will be the consideration for Editors to decide:

  • Accept Submission
  • Revisions Required
  • Resubmit for review
  • Resubmit elsewhere
  • Decline Submission
 

Tanggapan dari mitra bestari akan menjadi pertimbangan bagi Editor untuk memutuskan:

  • Terima kiriman
  • Diperlukan revisi
  • Kirim ulang untuk ditinjau
  • Kirim ulang ke tempat lain
  • Tolak pengiriman

An article was rejected for publication due to various considerations, including:

  • The article does not fit the scope of journal.
  • The article does not follow the rules of writing scientific papers or author guidelines.
  • The fundamental methodological errors.
  • The author refuses to make improvements based on suggestions given by reviewers without a logical basis.
  • There are indications of plagiarism more than 20%.
 

Sebuah artikel ditolak untuk publikasi karena berbagai pertimbangan, termasuk:

  • Artikel tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
  • Artikel tidak mengikuti kaidah penulisan ilmiah atau petunjuk penulisan.
  • Kesalahan metodologis mendasar.
  • Penulis menolak melakukan perbaikan atas saran yang diberikan oleh mitra bestari tanpa dasar logis.
  • Ada indikasi plagiarisme lebih dari 20%.

 

 

Publication Frequency

Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam is published twice a year, in April and October.

 

Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam terbit satu tahun dua kali Bulan April dan Oktober.

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

This journal is open access journal which means that all content is freely available without charge to users or / institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to full text articles in this journal without asking prior permission from the publisher or author. This is in accordance with Budapest Open Access Initiative.

 

Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.

Jurnal ini adalah jurnal yang aksesnya terbuka yang berarti semua konten tersedia secara gratis tanpa biaya yang dibebankan baik kepada pengguna atau institusi. Pengguna diizinkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke artikel teks lengkap di jurnal ini tanpa meminta izin sebelumnya dari penerbit atau penulis. Ini sesuai dengan Budapest Open Access Initiative.

 

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. 

 Jurnal ini menggunakan sistem LOCKSS untuk menciptakan sistem pengarsipan terdistribusi di antara perpustakaan yang berpartisipasi dan memungkinkan perpustakaan tersebut untuk membuat arsip permanen jurnal untuk tujuan pelestarian dan pemulihan. 

 

Plagiarism Check

Every submitted paper to editor of Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam will go through plagiarism checking application Turnitin.

 

Setiap makalah yang diserahkan kepada editor Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam akan dicek menggunakan aplikasi pengecekan plagiat Turnitin.

 

 

Reference Management

In writing Citation and Bibliography, editor Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam suggests authors to use Reference Management Software such as Mendeley or Zotero. Dalam menulis rujukan dan daftar pustaka, editor Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam menyarankan penulis untuk menggunakan Perangkat Lunak Manajemen Referensi seperti Mendeley atau Zotero.

 

Publication Ethics

It is necessary to agree upon common standards of expected ethical behavior for all parties involved in the act of publishing: the author, the journal editor, the peer reviewer and the publisher.

 

Perlu disepakati standar etika umum yang diharapkan untuk semua pihak yang terlibat dalam proses penerbitan: penulis, editor jurnal, reviewer dan penerbit.

Fair play. An editor at any time evaluate manuscripts for their intellectual content without regard to race, gender, sexual orientation, religious belief, ethnic origin, citizenship, or political philosophy of the authors.

 

Adil. Seorang editor harus senantiasa mengevaluasi naskah penulis dari sisi konten keilmuwan tanpa kecenderungan yang bersifat SARA, afiliasi atau pandangan politik dari penulis.

Confidentiality. The editor and any editorial staff must not disclose any information about a submitted manuscript to anyone other than the corresponding author, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and the publisher, as appropriate. 

Kerahasiaan. Editor dan setiap staf editorial tidak diperkenankan mengungkapkan informasi apapun dari naskah yang dikirimkan kepada orang lain selain penulis, reviewer, dewan editorial, dan penerbit lainnya dengan azas kewajaran.

Disclosure and conflicts of interest. Unpublished materials disclosed in a submitted manuscript must not be used in an editor's own research without the express written consent of the author. Privileged information or ideas obtained through peer review must be kept confidential and not used for personal advantage. Reviewers should not consider manuscripts in which they have conflicts of interest resulting from competitive, collaborative, or other relationships or connections with any of the authors, companies, or institutions connected to the papers.

 

Publikasi dan Konflik kepentingan. Materi yang tidak dipublikasikan yang tercantum dalam naskah tidak boleh digunakan untuk penelitian editor sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Ide atau Informasi istimewa yang diperoleh melalui review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Reviewer tidak boleh meninjau naskah di mana mereka memiliki konflik kepentingan akibat hubungan kompetitif, kolaboratif, ataupun hubungan lain dengan penulis, perusahaan, atau pihak institusi mana pun yang terkait dengan artikel.

Promptness. Any selected referee who feels unqualified to review the research reported in a manuscript or knows that its prompt review will be impossible should notify the editor and excuse himself from the review process.

 

Kecepatan. Setiap reviewer yang merasa tidak kompeten untuk meninjau naskah atau merasa tidak dapat meninjau naskah dalam waktu yang ditentukan harus menginfokan alasannya dan mengundurkan diri dari proses review

Confidentiality. Any manuscripts received for review must be treated as confidential documents. They must not be shown to or discussed with others except as authorized by the editor.

 

Kerahasiaan. Naskah yang diterima harus diperlakukan secara rahasia. Naskah tidak boleh ditunjukkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali yang diberi wewenang oleh editor.

Standards of Objectivity. Reviews should be conducted objectively. Personal criticism of the author is inappropriate. Referees should express their views clearly with supporting arguments. Standar Objektivitas. Ulasan harus dilakukan secara obyektif dan tidak mengkritik personal penulis. Reviewer harus mengekspresikan pandangan mereka dengan jelas disertai dengan argumen pendukung.

Acknowledgement of Sources. Reviewers should identify relevant published work that has not been cited by the authors. Any statement that an observation, derivation, or argument had been previously reported should be accompanied by the relevant citation. A reviewer should also call to the editor's attention any substantial similarity or overlap between the manuscript under consideration and any other published paper of which they plagiarism indicated.

 Pernyataan Sumber. Peninjau harus mengidentifikasi karya publikasi yang relevan yang belum disitasi penulis. Setiap pernyataan yang berupa hasil pengamatan, atau argumen yang pernah dipublikasikan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer juga wajib memberi peringatan editor atas naskah yang terindikasi plagiasi.
Reporting Standards. Authors of reports of original research should present an accurate account of the work performed as well as an objective discussion of its significance. Underlying data should be represented accurately in the paper. A paper should contain sufficient detail and references to permit others to replicate the work. Fraudulent or knowingly inaccurate statements constitute unethical behavior and are unacceptable. Standar Pelaporan. Setiap Penulis dari hasil laporan penelitian harus menyajikan laporan yang akurat tentang pekerjaan yang dilakukan serta diskusi yang obyektif mengenai signifikansinya. Data yang mendasari harus diwakili secara akurat di naskah. Naskah harus berisi detail dan rujukan yang cukup untuk mengizinkan orang lain meniru pekerjaan. Pernyataan palsu atau tidak akurat merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.
Data Access and Retention. Authors are asked to provide the raw data in connection with a paper for editorial review, and should be prepared to provide public access to such data (consistent with the ALPSP-STM Statement on Data and Databases), if practicable, and should in any event be prepared to retain such data for a reasonable time after publication. Akses dan Penyimpanan Data. Penulis diminta memberikan data mentah sehubungan dengan makalah untuk tinjauan editorial, dan harus siap memberikan akses publik terhadap data tersebut (sesuai dengan Pernyataan ALPSP-STM tentang Data dan Database), jika dapat dilakukan, dan dalam kondisi apapun mampu untuk menyimpan data tersebut untuk waktu yang wajar setelah publikasi.