ANALISIS KEGAGALAN SPRING WASHER MATERIAL SK-5 LAPISAN ELECTROPLATING ZINC

Muhammad Tegar, Edi Sutoyo

Abstract


Spring washer merupakan salah satu komponen yang digunakan pada industri otomotif berfungsi sebagai sistem penggerak atau penahan pada suatu unit assembly. Spring washer juga dapat berfungsi sebagai pegas pada mekanisme beban berat. Spring washer harus memiliki spesifikasi tinggi untuk menghindari kegagalan fungsi. Dalam penelitian ini dilakukan investigasi terhadap kegagalan fungsi (patah) spring washer setelah dilakukan assembly unit. Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya dan jenis patahan pada spring washer. Analisa dilakukan terhadap aktual proses manufaktur, serta beberapa pengujian diantaranya uji komposisi kimia material SK-5, uji kekerasan, SEM serta foto mikro. Hasil pengujian dan observasi jenis patahan termasuk jenis moderate ductile-brittle, penyebabnya adalah adanya inisial crack membentuk flow mark, proses tempering rendah di temperatur 240C, proses acid pickling tidak sempurna, tidak dilakukan proses baking out selama 4 jam pada temperatur 200C, patahan terjadi setelah spring washer menerima beban sebesar 1928 N (192,8 kgf), patahan memiliki kekerasan 62-65 HRC serta distribusi kekerasan tidak merata 720-780 HV kedalaman 0,5 mm. Hasil SEM adanya pembentukan avoid menandakan 100% retakan intragranular dan foto mikro menunjukan adanya inisial tidak homogen yang terbentuk pada fase martensit pada perbesaran 100x. Dari hasil pengujian dan observasi dapat disimpulkan bahwa fenomena patahan pada spring washer terjadi karena hydrogen embrittlement yang terjebak di dalam lapisan electroplating zinc membentuk pitting corrosion sepanjang area flow mark sehingga terbentuk butiran retakan intragranular serta tidak tercapainya temperatur tempering di angka 550C sehingga menimbulkan kerapuhan pada spring washer saat menerima beban berat.


Full Text:

PDF

References


Ashadi, H. W., Sulistyoweni, W., Gusniani, I. (2002). Pengaruh unsurunsur kimia korosif terhadap laju korosi tulangan beton: II. Di dalam lumpur rawa. Makara Journal of Technology, 6(2).

Ashby, M. F., Jones, D. R. H. (1980). Engineering Materials: An Introduction to Their Properties and Applications. New York: Pergamon Press

Barsom, J. M., Rolfe, S. T. (1987). Fracture and fatigue control in structures: applications of fracture mechanics.

Bernstein, I. M., Thompson, A. W. (1981). Hydrogen effects in metals. Warrendale, PA, Metallurgical Society of AIME, 1981, 1071 p.

Broek, D. (1982). Elementary engineering fracture mechanics: Springer Science & Business Media.

Herring, D. H. (2006). The Heat Treat DoctorTM-The Embrittlement Phenomena in Hardened & Tempered Steels. Industrial Heating, 73(10), 16-19.

Knott, J. F. (1973). Fundamentals of fracture mechanics: Gruppo Italiano Frattura.

Newman, R. C., Procter, R. P. M. (1990). Stress corrosion cracking: 19651990. British Corrosion Journal, 25(4), 259-270. doi: 10.1179/000705990799156373

Trethewey, K. R., Chamberlain, J. (1991). Korosi untuk mahasiswa dan Rekayasawan. Jakarta: Gramedia.

Uhlig, H. H. (2011). Uhlig's corrosion handbook (Vol. 51): John Wiley & Sons.




DOI: http://dx.doi.org/10.32832/ame.v5i2.2471

Article Metrics

Abstract view : 284 times
PDF - 164 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Muhammad Tegar, Edi Sutoyo

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

All rights reserved. AME, ISSN: 2460-3988, e-ISSN: 2581-0979

Lihat Statistik AMEView MyStat