PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SERAT KARBON ANTARA METODE MANUAL LAY-UP DAN VACUUM INFUSION DENGAN PENGGUNAAN FRAKSI BERAT SERAT 60%

Gatot Eka Pramono, Setya Permana Sutisna

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk menentukan perbedaan karakteristik material komposit serat karbon dengan dua metode laminasi antara manual lay-up dan vacuum infusion. Penelitian terbagi dalam beberapa tahapan. Tahap pertama pembuatan specimen komposit dengan fraksi berat serat 60% dengan lapisan serat sebanyak 10 layer untuk uji tarik dan 40 layer untuk uji impak. Matriks yang digunakan yaitu resin epoksi. Tahap kedua adalah pengujian bajan komposit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dan uji impak. Uji tarik dilakukan dengan menggunakan standar ASTM D3039 dan uji impak menggunakan standar ASTM 6110. Tahap terakhir yaitu hasil Analisa data dan pembahasan. Hasil pengujian kekuatan tarik komposit dengan metode vacuum infusion memiliki kekuatan tarik dan harga impak paling baik dengan kekuatan tarik sebesar 595.63 MPa dan modulus elastisitas sebesar 6976 MPa sedangkan energi yang diserap 2433.65 J dengan harga impaknya 33.25 J/cm2. Pengujian pada specimen metode manual lay-up memiliki kekuatan tarik sebesar 581.93 MPa dan modulus elastisitas sebesar 10.241 MPa sedangkan energi yang diserap 2212.59 J dengan harga impak 29.41 J/cm2. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan metode vacuum infusion memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan metode manual lay-up.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Gatot Eka Pramono, Setya Permana Sutisna