EVALUASI KINERJA DESAIN JARINGAN AKSES FTTH (GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK) GPON DI STO PENGADILAN BOGOR

Bayu Adhi Prakosa, S.Kom., M.Kom, Cepi Maulana

Sari


Telkom Indonesi Tbk mengadopsi teknologi Fiber To The Home (FTTH) dalam
menggelar layanan Triple Play terdiri dari Voice, Video dan IPTv. Fiber To The Home (FTTH) didefinisikan sebagai arsitektur jaringan optik dari central office (STO Pengadilan Bogor) sampai kepada perangkat pelanggan. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan teknologi Passive Optical Network (PON) berbasis Asyncronous Transfer Mode (ATM), mendukung suara dan data, efesiensi 70% dan memiliki bandwidth 622Mbps, diadopsi dari standar ITU tahun 1999. Terdiri dari
ATM Passive Optical Network (APON) dan Broadband Passive Optical Network (BPON) merupakan standar Passive Optical Network (PON) pertama. digunakan untuk aplikasi bisnis mengadopsi teknologi Asyncronous Transfer Mode (ATM). Broadband Passive Optical Network (BPON) merupakan perkembangan dari ATM Passive Optical Network (APON), teknologi ini mendukung Wavelength Division Multiplexing (WDM) dan alokasi bandwidth upstream yang besar. Desain
Optical Distribution Cabinnet (ODC) 1 Unit, Optical Distribution Point (ODP) 12 Unit, spliter 1:4 4 Unit diletakan di Optical Distribution Cabinnet (ODC), spliter 1:8 16 Unit diletakan di Optical Distribution Point (ODP) Perumahan, dan Optical Network Terminal (ONT) 128 Unit yang terletak di
rumah pelanggan. Pada jarak terjauh dengan rata-rata 6.012 km, hasil ukur OLT ke OTB dengan patch core 20 meter berdasarkan teori +3.37 dB, hasil ukur menggunakan OTDR sebesar +3.31 dB
didapatkan nilai selisih sebesar 0.06 dB. Hasil ukur spliter 1:4 berdasarkan teori 7.25 dB sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -4.11 dB ditambah hasil ukur keluaran dari OLT +3.37
dB = -7.48 dB sehingga didapatkan nilai selisih 0.23 dB, hasil ukur spliter 1:8 berdasarkan teori 10.38 sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -7.52 dB ditambah hasil ukur keluaran
dari OLT +3.37 dB = -10.89 dB sehingga didapatkan nilai selisih 0.51 dB, untuk konektor berdasarkan teori -0.25 sedangkan hasil pengukuran menggunakan OTDR sebesar -0.22 dB sehingga didapatkan
selisih 0.03 dB. Total redaman spliter 1:4 = +3.37 (- 4.11) = -7.48 dan total redaman spliter 1:8 = +3.37 (-7.52) = -10.89, hasil pengukuran yang di dapatkan dengan rumus loss budget sebesar 20.92
dB untuk Upstream 23.83 dB untuk Downstream dengan rumusan yang ada baik secara teori ataupun dilapangan hasil tersebut masih berada dalam toleransi yang ditetapkan ITU-T G.984 sebesar 28 dB
serta PT. Telkom Indonesia Tbk. sebesar 28 dB.


Teks Lengkap:

PDF (English)


DOI: http://dx.doi.org/10.32832/kreatif.v4i2.810

Article Metrics

Sari view : 118 times
PDF (English) - 116 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats