PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BALANCE SCORECARD TERHADAP DAYA SAING PERUSAHAAN Studi kasus di PT. Indofarma (Persero) Tbk.

Hurriyaturrohman .

Abstract


Pengukuran kinerja tradisional yang lebih menitikberatkan pada sisi keuangan dan manajemen yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek mulai dipertanyakan kekuatannya. Disadari bahwa pengukuran kinerja tradisional mempunyai keterbatasan yaitu tidak mampu mengukur kinerja harta-harta tidak berwujud (intangible asset) dan harga-harga intelektual (sumber daya) perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu mekanisme dalam mengimplementasikan strategi baru tersebut agar dapat berjalan dengan baik. BSC memiliki keistimewaan dalam hal cakupan pengukuran yang cukup komprehensif, dimana selain mempertimbangkan kinerja finansial (tolak ukur keuangan), juga mempertimbangkan kinerja non-finansialnya (tolak ukur operasional). Informasi nonfinansial merupakan salah satu faktor kunci untuk menetapkan strategi yang dipilih guna pelaksanaan tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dihubungkan dengan informasi finansial dalam merancang sistem pengukuran kinerja. Informasi ini hanya untuk meningkatkan pelaksanaan operasi perusahaan dan kinerja organisasi agar lebih berhasilInformasi nonfinasial menjadi sesuatu yang penting untuk menghasilkan informasi kinerja perusahaan. BSC adalah alat perencanaan strategik yang sangat berdaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan berkesinambungan. Implementasi BSC sebagai alat perencanaan strategik pada hakikatnya menuntut perubahan secara radikal gaya manajemen (management style) yang meliputi perubahan alat (toolset), perubahan pengetahuan manajemen (skillset) dan pergeseran sikap mental (mindset).

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32832/neraca.v11i1.883

Article Metrics

Abstract view : 179 times
PDF - 323 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 NERACA KEUANGAN