Effect of Agricultural Land Function Transfer on Urban Development in North Kuta District

Authors

  • I Gusti Ngurah Ady Putra S INDONESIA
  • Gusti Ayu Made Suartika INDONESIA
  • Ngakan Ketut Acwin Dwijendra INDONESIA

DOI:

https://doi.org/10.32832/astonjadro.v13i1.14465

Keywords:

change of function; agricultural land; transformation; analysis; control policy.

Abstract

Land use change in general concerns the transformation in allocating land resources from one designation to another. The aims of this study were (1) to identify problems with the conversion of agricultural land, especially paddy fields (2) to analyze its spatial pattern and the influencing factors, and (3) to analyze policies related to the conversion of agricultural land. This study used a qualitative approach, collecting data using interviews, observation, and documentation techniques. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The research was conducted in North Kuta District, Badung Regency. The conclusions from this study are (1) the conversion of agricultural land to non-agricultural use is strongly influenced by the dynamics of very rapid urban growth, both from a demographic, economic, and physical perspective. 2) The spatial pattern of the conversion of paddy fields is influenced by socio-economic factors, including urban population growth, growth and shifts in economic structure, growth of land-using agricultural households, and changes in the area of land tenure. 3) The policy related to controlling the conversion of agricultural land is the consistency of the implementation of the District RDTR as the key to preventing the conversion of agricultural land to non-agricultural land.

Author Biographies

I Gusti Ngurah Ady Putra S, INDONESIA

Program Studi Arsitektur, Universitas Udayana

Gusti Ayu Made Suartika, INDONESIA

Program Studi Arsitektur, Universitas Udayana

Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, INDONESIA

Program Studi Arsitektur, Universitas Udayana

References

Adani, F., Baido, D., Calcaterra, E., & Genevini, P. (2002). The influence of biomass temperature on biosta Anitasari, R. F. (2008). Pelaksanaan Alih Fungsi Tanah Pertanian Untuk Pembangunan Perumahan di Kota Semarang. program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Arwati, Siti. (2018). Pengantar Ilmu Pertanian Berkelanjutan. Makassar: CV Inti Mediatama.

Catur, T. B. (2010). Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Sektor Non Pertanian Terhadap Ketersediaan Beras di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Caraka Tani.

Daldjoeni, N. (1992). Geografi Baru Organisasi Keruangan Dalam Teori dan Praktek. Bandung: Alumni.

Daldjoeni N. (1987). Geografi Kota dan Desa. Bandung: Alumni.

Fadholi, H. (1991). Ilmu Usaha Tani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Harsono, B. (2008). Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang Undang Pokok Agraria Isi Dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.

Herlina. (2002). Orientasi Nilai Kerja Pemuda Pada Keluarga Petani Perkebunan, Studi Kasus: Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (tesis), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hermit, H. (2009). Teknik Penaksiran Harga Tanah Perkotaan Teori dan Penilaian Tanah. Bandung: CV. Mandar Maju.

Ibrahim, S. (1998). Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Wilayah Kabupaten Dati II. Jurnal PWK.

Irawan, Bambang dan Supeno Friyanto. (2002). Dampak Konversi Lahan Sawah di Jawa terhadap Produksi Beras dan Kebijakan Pengendaliannya. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian RI, Bogor.

Jayadinata, Djohara, T, (1992). Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan, dan Wilayah. Bandung: ITB.

Kaputra I. (2013). Alih Fungsi Lahan, Pembangunan Pertanian, dan Kedaulatan Pangan. Jurnal Strukturasi.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2011). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota.

Kitamura, T. dan S. Kobayashi. (2002). Rural and Use in the Asian Region II Towards Sustainable land Use, Report of an APO Symposiumn, Tokyo.

Kustiawan, I. (1997). Permasalahan Konversi Lahan Pertanian dan Implikasinya Terhadap Penataan Ruang Wilayah Studi Kasus: Wilayah Pantura Jawa Barat. Jurnal PWK, 8(1).

Lestari, T. (2010). Konversi Lahan Pertanian Dan Perubahan Taraf Hidup Rumahtangga Petani (Kasus pembangunan X di Kampung Cibeurem Sunting dan Kampung Pabuaran, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat). (skripsi), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mustopa, Z. (2011). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengarui Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Demak . Skripsi. Semarang. Universitas Diponegoro.

Pambudi, A. (2008). Analisis Nilai Ekonomi Lahan (Land Rent) Pada Lahan Pertanian dan Permukiman di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. (skripsi), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Puspasari, A. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani Studi kasus: Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawan. (tesis), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ritohardoyo, Su (2013), Perkembangan Peru-mahan Dan Konversi Lahan, Seminar Na- sional Geografi Perdesaan: Peluang Dan Tan- tangan Pembangunan Indonesia, hlm. III-6- 1, Jurusan Perencanaan Pengembangan Wilayah Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.

Saroso, W. (2002). A Framework for The Analysis of Urban Sustainability Linking Theory and Practice. Urban Regional Development Series.

Sudarmaji. (2008). Pembangunan Berkelanjutan, Lingkungan Hidup dan Otonomi Daerah.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Graha Aksara.

Sulistyawati, D, A. (2014). Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Ketahananan Pangan Di Kabupaten Cianjur. Skripsi. Departemen Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Widoatmodjo, S (2007) Cara Cepat Memulai Investasi Saham. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Winoto, J. (2005). Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Tanah Pertanian dan Implementasinya. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Yunus, H. S. (2012). Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.bilization–biodrying of municipal solid waste. Bioresource Technology, 83(3), 173–179. https://doi.org/10.1016/S0960-8524(01)00231-0.

Published

2024-01-08

How to Cite

S, I. G. N. A. P., Suartika, G. A. M., & Dwijendra, N. K. A. (2024). Effect of Agricultural Land Function Transfer on Urban Development in North Kuta District. ASTONJADRO, 13(1), 101–114. https://doi.org/10.32832/astonjadro.v13i1.14465

Issue

Section

Articles