KAJIAN STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT PENURUNAN MUTU BETON PADA KOLOM TERPASANG (Studi Kasus: SDN 01 Cikaret Kabupaten Bogor)

Authors

  • Muhamad Lutfi
  • Subtoni Subtoni

DOI:

https://doi.org/10.32832/astonjadro.v6i2.2268

Keywords:

Hammer test, Sotwere Etabs, Struktur Kolom.

Abstract

Bangunan sekolah selayaknya harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan dan diatur didalam Undang- undang Bangunan Gedung No. 28 Tahun 2002 bahwa setiap gedung harus memiliki asas kemanfaatan, keselamatan, kenyamanan dan keserasian dengan lingkungannya. SDN 01 Cikaret tengah melakukan rehabilitasi bangunan namun pada pelaksanaannya ditemukan kondisi dimana beton mengalami perubahan fisik yaitu berupa pelapukan hal itu diduga terjadi akibat penurunan mutu beton pada kolom tersebut, dengan demikian akan menyebabkan kolom menjadi rusak dan daya dukung kolom serta kekuatan struktur bangunan sekolah akan berkurang. Pengujian mutu beton akan dilakukan dengan cara uji tanpa merusak dengan hammer test sehingga akan didapat nilai mutu beton yang terdapat pada bangunan, nilai dari hammer test itu kemudian dianalisis dengan menggunakan softwere Etabs dengan memperhitungkan berat beban yang harus diterima oleh   bangunan  baik   itu   beban   hidup,   beban   mati,   dan   beban   gempa,   yang   kemudian dikombinasikan dan dianalisis kembali secara manual sehingga diperoleh hasil dimana warna merah yang muncul pada permodelan di semua struktur bangunan kemudian dengan hitungan manual didapatkan hasil dengan diagram interaksi kolom dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada diluar diagram interaksi kuat rencana, setelah itu dilakukan perencanaan ulang dengan menggunakan mutu  beton  K-225  diperoleh hasil  dimana  dengan  permodelan  softwere Etabs ditunjukkan dengan warna ungu yang berarti struktur aman dan hitungan manual dengan diagram interaksi kolom hasil dimana nilai R (pertemuan garis Pu dan Mu) berada didalam diagram interaksi kuat rencana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kolom pada bangunan eksisting sudah tidak dapat menahan beban bangunan diatasnya sedangkan dengan perencanaan mutu beton K-225 struktur kolom mampu menahan beban struktur atasnya.

References

Asroni, A. 2010. Kolom Pondasi dan Balok T Beton Bertulang. Yogyakarta : Graha Ilmu Asroni, A. 2011. Perencanaan Portal Beton Bertulang Dengan Sistem Daktilitas Penuh Berdasarkan SNI-03-2847-2002. Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Telmik Universitas Muhamadiyah Surakarta

Ilham, M. N. 2010. Analisis Kekuatan Kolom Beton Bertulang Dengan Diagram Interaksi. Yogyakarta.

Nobel, A. 2013. Analisis Struktur Gedung Bertingkat Rendah Dengan Softwere

Etabs V9.5.0. Jurnal Teknik Sipil.

Haykal, M. Analisis Struktur Gedung Bertingkat Rendah Dengan Softwere Etabs

V.9.60. Jurnal Teknik Sipil.

Departemen Pekerjaan Umum, 1987. Pedoman Perencaaan Pembebanan Untuk Rumah Dan Gedung tahun 1987. Jakarta. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan Departemen Pekerjaan Umum, 1983. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung Tahun 1983., Jakarta.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No: 441/KPTS/1998. Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Jakarta

Material Beton Dan Persyaratannya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember SNI 03-2847-2013, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung

SNI 03-1726-2012, Tata Cara Perencaaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung UU No. 28 Tahun 2002. 2002. Undang-Undang Tentang Bangunan Gedung. Jakarta. http://puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spekt ra_indonesia_2011

Downloads

Published

2020-01-18

How to Cite

Lutfi, M., & Subtoni, S. (2020). KAJIAN STRUKTUR BANGUNAN AKIBAT PENURUNAN MUTU BETON PADA KOLOM TERPASANG (Studi Kasus: SDN 01 Cikaret Kabupaten Bogor). ASTONJADRO, 6(2), 115–129. https://doi.org/10.32832/astonjadro.v6i2.2268

Issue

Section

Articles