HUBUNGAN PENGGUNAAN PIRANTI DENGAR DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF PENURUNAN FUNGSI PENDENGARAN PADA SISWA SMK KESEHATAN TRIPLE "J” KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019

Authors

  • Tommy Ari Hartono Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Andi Asnifatima Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Rahma Listyandini Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/pro.v2i6.3142

Abstract

Latar Belakang: Sebuah penelitian dari American Speech and Hearing Association menyatakan bahwa siswa sekolah menengah atas menggunakan perangkat audio mereka dalam periode yang lebih lama dengan volume yang lebih tinggi, dilaporkan memiliki gejala gangguan pendengaran yang lebih banyak dibandingkan dewasa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan piranti dengar dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran pada siswa SMK Kesehatan Triple J Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi yang diambil semua siswa SMK Kesehatan Triple "J”. Jumlah sampel adalah 129 orang, penentuan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kebutuhan peneliti. Hasil: Ditemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran durasi penggunaan (p= 0,000), frekuensi penggunaan (p= 0,000), tingkat volume (p= 0,300), pengetahuan (p= 0,259), sikap (p= 0,000). Kesimpulan: dari hasil penelitian ini terdapat hubungan penggunaan piranti dengar dengan keluhan subyektif penurunan fungsi pendengaran pada siswa smk kesehatan triple "j” kecamatan citeureup kabupaten bogor. Saran: menggurangi durasi penggunaan piranti dengar tidak lebih dari 1 jam, menghindari pola kebiasaan penggunaan piranti dengar setiap hari.

References

Ali I. (2006). Mengatasi gangguan pada telinga dengan tanaman obat. Jakarta: Agromedia Pustaka :1-14

Bashiruddin J, Soetirto I. (2012). Gangguan pendengaran akibat bising (Noise Induced Hearing Loss). Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J & Restuti RD. Buku Ajar Ilmu Penyakit THT. Edisi ke-7. Jakarta: Balai Penerbit FK UI : 42-45.

Budi A. (2016). Penggunaan Headphone dan Resiko Ketulian. Tanggerang Selatan.

Beatriz GC, Irene MD. (2007). Listening To Music With Earphones: A Noise Exposure Assessment. Hearnet. Diakses pada 9 januari 2019 https://projekter.aau.dk/projekter/files/9924793/report1066.pdf

Brookhouser PE, Worthington DW, Kelly WJ. (1992). Noise- induced hearing loss in children. Laryngoscope :102:645-55.

Broste SK, Hansen DA, Strand RL, Stueland DT. (1989). Hearing loss among high school farm students. Am J Public Health ;79:619-22. Diakses pada 14 januari 2019 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1349505/pdf/amjph00231-0075.pdf

Buchari. (2007). Kebisingan industri dan hearing conservation program. Diakses pada 24 februari 2019 http://library.usu.ac.id/download/ft/07002749.pdf

Chung JH, Des Roches CM, Meunier J, Eavey RD. (2005). Evaluation of noise- induced hearing loss in young people using a web-based survey technique. Pediatrics ;115:861-7. Di akses pada 14 januari 2019 https://pdfs.semanticscholar.org/76c6/3835ab8cbe6d399176a4294c5d30ce35f278.pdf

Center for hearing and communication. New York : Common environmental noise levels. Available from: http://chchearing.org/noise/common-environmental-noise- levels/

Crandell C, Mills TL, Gauthier R. (2004). Knowledge, behaviors, and attitudes about hearing loss and hearing protection among racial/ethnically diverse young adults. J Natl Med Assoc ;96:176-86. Di akses pada 14 januari 2019 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2594952/pdf/jnma00302-0044.pdf

Danhaver, Jeffrey (et al). (2009). Survey of College Students on iPod Use and hearing Health. J. Am Acad Audiol ;20:5-27

Elisabeth H, Marcia AT, Christopher H. (2011). Prevalence of noise-induced hearing-treshold shifts and hearing loss among us youths. Pediatrics ;127:e39.

Frank T. (2000). Basic Instrumen and Calibration. Dalam: Roeser RJ, Valente M, Hosford-Dunn H. Audiologi Diagnosis. United State of America: Thieme Medical Publisher ; 185-187.

Glanz K, Rimer BK, Viswanath K, editors. (2008). Behavior and Helath Education: theory, research and practice. 4th ed. San Fransisco : John Wiley and Son. Di akses pada 9 februari 2019 http://riskybusiness.web.unc.edu/files/2015/01/Health-Behavior-and-Health-Education.pdf

Hall JE. Guyton dan Hall. (2011). Buku ajar fisiologi kedokteran edisi Keduabelas.Singapura: Elsevier ; 681-90.

Hellstrom PA, Axelsson A. (1998). Sound levels, hearing habits and hazards of using portable cassette players. J Sound Vib ;127:521-8. Di akses pada 14 januari 2019 https://www.hopitalpourenfants.com/sites/default/files/articles/mp3-and-hearing-loss.pdf

Ilma ZD. (2016) Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Siswa Sma Terhadap Perilaku Penggunaan Peranti Dengar Di SMAN X Tanggerang Selatan Tahun 2016. Di akses pada 14 januari 2019 http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/34320/1/ZAIMA%20DZATUL%20I LMA-FKIK.pdf

Jeyaratnam J. (2009). Buku Ajar Praktik Kedokteran Kerja. Jakarta: EGC.

Kasper CA. (2006). The simple guide to optimum hearing health for the MP3 generation. New York: Au D.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep-48/Menlh/11/1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Laoh A, Jimmy F. Rumampuk, Fransiska Lintong, (2015). Hubungan Penggunaan Headset Terhadap Fungsi Pendengaran Pada Mahasiswa Angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. diakses pada 14 januari 2019 https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JKKT/article/view/9102

Lukes E, Johnson M. (1999). Hearing conservation: an-industry school partnership. J Sch Nurs ;15:22-5. Diakses pada 14 januari 2019 https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/21650799980460 0706

Mubarak, Iqbal dkk. (2007). Promosi Kesehatan : Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta. Graha Ilmu. Di akses pada 9 februari 2019 http://www.grahailmu.co.id/previewpdf/978-979-756-284-7- 327.pdf

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders group. (2014). Noise-induced hearing loss. NIDCD fact sheets on Hearing and Balance ; hlm 4. Diakses dari https://www.nidcd.nih.gov/health/noise-induced-hearing-loss

Niskar AS, Kieszak SM, Holmes AE, Esteban E, Rubin C, Brody DJ. (2001). Estimated prevalence of noise induced hearing threshold shifts among children 6 to 19 years of age: The third national health and nutritional examination survey. 1988-1994, United States. Pediatrics 2001;108:40– 43. Di akses pada 9 februari 2019 http://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/108/1/40.full.pdf

Nizra AS, (2016). Hubungan Penggunaan headphone / headset dengan Fungsi Pendengaran pada Siswa SMA Negeri 9 Kota Manado. Di akses pada 14 januari 2019 https://anzdoc.com/queue/hubungan-penggunaan-earphone-dengan-gangguan- pendengaran-pad.html

Notoatmodjo S. (2010). Promosi kesehatan teori dan aplikasinya- Edisi revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nursalam, (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Jakarta: salemba medika.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 718/Menkes/PER/XI/1987, (1987). Kebisingan yang Berhubungan dengan Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Prasetya, E. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Tentang Kesehatan, Pendidikan dan Kreatifitas. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2 (1), 19-25.

Putri FM, (2016). Hubungan Penggunaan Peranti Dengar Terhadap Fungsi Pendengaran Pada Siswa Sma X Di Tanggerang Selatan. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/34262/1/FEBIANZA%20MAWADDAH%20PUTRI-FKIK.pdf

Rabinowitz P. (2000). Noised induced hearing loss. American Family Physician; 61:2749-60. Diakses pada 14 januari 2019 https://www.aafp.org/afp/2000/0501/p2749.html

Rambe A. (2003). Gangguan pendengaran akibat bising. Fakultas Kedokteran Bagian Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Universitas Sumatera Utara: USU Digital Library.

Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks. (2008). Potential health risks of exposure to noise from personal music players and mobile phones including a music playing function. (Sitasi 2014 10 dec) ; hlm 80. Diakses dari http://ec.europa.eu/health/phrisk/committees/04scenihr/docs/scenihro017.pdf

Sherwood, L. (2013). Telinga: pendengaran dan keseimbangan. Dalam: Nella Y. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakatra : EGC ; 230- 45

Sugiyono, (2013). Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. (Bandung: ALFABETA)

Sulaiman AH, Husain R, Seluakumaran K. (2015). Hearing Risk among Young Personal Listening Device Users: Effect at High – Frequency and Extended High Frequency Audiogram Thresholds. J Int Adv Otol ;11(2): 104-9 di akses pada 9 februari http://www.advancedotology.org/sayilar/88/buyuk/104- 1091.pdf

Taylor D, Bury M, Campling N, Carter S, Garfied S, Newbould J, and others. (2007). A Review of the use of the Health Belief Model, the Theory of Reasonded Action, the Theory of Planned Behavior and the Trans- Theoretical Model to study and predict health related behavior change. London: National Institute for Health and Clinical Excellence. Di akses pada 9 februari 2019 https://www.nice.org.uk/guidance/ph6/resources/behaviour-change-taylor-et-al-models-review2

The Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks, (2008). Potential health risks of exposure to noise from personal music players and mobile phones including a music playing function. diakses pada 9 februari 2019. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj-x5XG5KzgAhVJsI8KHdw8DYsQFjABegQICRAB&url=http%3A%2F%2Fec.europa.eu%2Fhealth%2Fscientificcommittees%2Fopinions_layman%2Fen%2Fhearing-loss-personal-music-player-mp3%2Findex.htm&usg=AOvVaw1oVIQL6TocWyZ4LiAGbozj

Tortora, G J. Derrickson, Bryan. (2009). Hearing and equilibrium. Dalam : Bonnie R. Principles of anatomy and physiology.12th edition. USA: The Mcgraw-Hill Companies ; 620-8.

William HM, Sobel J, Susan EG, Howarth L, Yongbing SHI. (2006). Noise- induced hearing loss in children : preventing the silent epidemic. Journal of Otology ; 1 (1): hlm 12. Di akses pada 9 februari https://pdxscholar.library.pdx.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1068&context=commhealthfac

World Health Organization, (2012). Global Estimates on Prevalence of Hearing Loss. [Cited 2015] Available from : www.who.int/pbd/deafness/WHOGEHL.pdf

World Health Organization, (2015). Make Listening Safe. Available from : https://www.who.int/pbd/deafness/activities/MLS_Brochure_English_lowres_for_web.pdf

Downloads

Published

2019-12-15

Issue

Section

Artikel