FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA PABRIK TAHU DI KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2020

Authors

  • Nina Eka Yuliana Universitas Ibn Khaldun
  • Andi Asnifatima Universitas Ibn Khaldun
  • Annisatul Fathimah Universitas Ibn Khaldun

DOI:

https://doi.org/10.32832/pro.v4i3.5593

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah kondisi kelainan kulit akibat terpapar oleh bahan yang digunakan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu di kecamatan Citeureup kabupaten Bogor tahun 2020.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel penelitian ini berjumlah 68 dari total populasi.Sasaran penelitian ini adalah pekerja pembuat tahu yang berada di kecamatan Citeureup. Alat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan thermohigrometer dan lembar kuesioner yang dibagikan kepada para pekerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara lama kontak (p-value = 0,000), suhu (p-value = 0,007), kelembapan (p-value = 0,072), usia (p-value = 0,038), riwayat penyakit dermatitis (p- value = 0,003), masa kerja (p-value = 0,041), APD (p-value = 0,000), personal hygiene (p- value = 0,000) dengan keluhan subjektif dermatitis kontak pada pekerja pabrik tahu di kecamatan Citeureup kabupaten Bogor.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah keluhan subjektif dermatitis kontak dipengaruhi oleh lama kontak, suhu, kelembaban, usia, riwayat penyakit kulit, masa kerja, APD dan juga personal hygiene. Saran untuk pekerja lebih meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kulit yang diderita dan juga untuk lebih memperhatikan kenyamanan dan keselamatan tempat kerjanya.

References

Agius, R.. & Seaton A. 2005. Practical Occupational Medicine. United Kingdom : Edward Arnold Ltd.

Agner. Tove. Torkil Menne. 2006. Individual Predisposition to Irritant and Allergic Contact Dermatitis. Handbook Contact Dermatitis 4th Edition.

Arika. P.P. Hubungan Personal Hygine dan Penggunaan APD dengan Kejadian Dermatitis Pada Petani Padi didesa Kebonsari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Tahun 2018. STIKES Bhakti Husada Madiun

Arie, R. 2017. Analisis Faktor-Faktor Kejadian Dermatitis Kontak Pada Nelayan (Studi Kasus Di Kawasan Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Utara Kota Semarang Tahun 2017). Universitas Negeri Semarang.

Azizah,U. 2020. Hubungan Tingkat Keasaman dengan pH.

Asnifatima, A., Prakoso, I., and Fatimah, A. (2017). Faktor Risiko Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Operator Warung Internet Di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor Tahun 2017. Hearty Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), pp.1-7.

Asnifatima A. Pola Kecenderungan Spasial Kejadian Malaria (Studi Kasus ; di Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2011 - 2013). Hearty Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;5(1):1–12. http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/Hearty/article/view/1051/865.

Asnifatima, A., Prakoso, I., and Fatimah, A. (2017). Faktor Risiko Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Operator Warung Internet Di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor Tahun 2017. Hearty Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), pp.1-7.

Asnifatima, A., Irfan, A. M., & Putri, K. A. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Desa Cimanggu Satu. Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(3). https://doi.org/10.32832/abdidos.v2i3.181

Asnifatima A, Parinduri SK, Aligori A. (2020). Risiko dan Karakteristik Penderita Toksoplasmosis berdasarkan Demografi, Keberadaan Hewan Peliharaan, Hygiene dan Sanitasi. Heart, Jurnal Kesehatan Masyarakat,8(X), 41-49.

A Nasution, A Maulana, D Kurniawan. (2019). BERSAMA MEMAJUKAN DESA. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 3 (2), 99-104

Budimulja, U. 2008. Ilmu Penyakit Kelamin. Jakarta : FKUI

Cahyawati. Imma, N. & Irwan, B. 2011. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Pada Nelayan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Semarang.

Cohen, DE. 1999. Occupational Dermatoses In: Di Berardinis LJ, editors. Handbook of Occupational Safety and Health Second Edition. Canada: John Wiley & Sons Inc.

Depkes RI. 2014. Profil Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2014, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.

Djuanda, A. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Cetakan V, Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Djuanda, S. & Sularsito SA. 2007 Dermatitis Atopik. Dalam: Djuanda A,editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke- 6. Jakarta: FK UI;. h.138-47

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Upaya Kesehatan Kerja Bagi Perajin (Kulit, Mebel, Aki Bekas, Tahu & Tempe, Batik). [cited: 2020 maret ].

Ernasari. 2011. Pengaruh Penyuluhan Dermatitis Kontak Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perajin Tahu Di Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2011. Tesis. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Erliana, 2008. Hubungan Karakteristik Individu Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Paving Block CV. F. Lhoksemawe Tahun 2008. Tesis. Universitas Sumatera Utara.

Ernasari, 2012. Pengaruh Penyuluhan Dermatitis Kontak Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perajin Tahu Di Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2011. Tesis. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Effendi. 2007. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.Haji Masagung, Jakarta: 2007 Fredickson, Andrew. Kajian Potensi Asetat, Natrium benzoat, dan kalium sorbet sebagai pengawet pada tahu. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. 2012

Fathimah,A.,Agnesia,U.,dan Abdul, R. (2019).Pemberdayaan Masyarakat melalui peningkatan Mutu Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan Studi Kasus Cibeber II.Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat3(1),1-7.

Fathimah, A., Ramadhani, TA., Ginanjar, R. 2018. Hubungan Kebisingan dengan Keluhan Non Auditory Effect pada Pekerja Bagiab Weaving di PT. Unitex Bogor Tahun 2018. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Mayarakat, 1(2), 74-79.

Fitrianingtyas, Pertiwi, dan Rachmania, W. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Warung Jambu Kota Bogor. HEARTY Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6(2):1-8.

Ginanjar,R., Fathimah, A., & Aulia, R. 2018. Analisis Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Konveksi Di Kelurahan Kebon Pedes Kota Bogor Tahun 2018. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(2).

Garmini. 2012. Analisis Faktor Penyebab Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Pabrik Tahu PRIMKOPTI Unit Usaha Kelurahan Bukit Sangkal Palembang Tahun 2014. SKRIPSI, Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sriwijaya

Gozan, M. 2010. Keselamatan Kerja dalam Industri Kimia, (diakses 27 Februari 2020)

Hartanti, HF, Asnifatima, A & Fatimah, A. Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel SyndromePada Pekerja Operator Komputer Bagian Redaksi di Harian Metropolitan Bogor Tahun 2018', Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2018

Harahap,M. 1990. Penyakit Kulit, Jakarta: PT Gramedia

Harrianto, R. 2013. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Hayakawa, R.. 2000. Contact Dermatitus. Nagoya J. Med. Sci 63. 83-90. Nagoya

Hidayat A.A. 2008 Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika

Hudyono, J. 2002. Dermatosis Akibat Kerja.Majalah Kedokteran Indonesia. Hudyono, J. Dermatitis Akibat Kerja. Majalah kedokteran Indonesia.

Imma, 2010. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Pada Nelayan Yang Bekerja Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Sari Kecamatan Rembang. Universitas Negeri Semarang.

Keputusan Menteri Kesehatan No.1405/Menkes/Sk/Xi/2002 Tentang Nilai Ambang Batas Kesehatan Lingkungan Kerja

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja

Koswara. & Sutrisno. 1992. Teknologi Pengolahan Kedelai: Menjadikan Makanan Bermutu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Kusriastuti. & Rita 1992. Dermatitis Pada Industri Tahu kelurahan Utan Kayu. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia:

Lantani, N. 2018. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pengolahan Pabrik Karet Di Provinsi Lampung. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.

Lestari. Fatma. & Utomo HS. 2008. Faktor- faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak pada pekerja di PT. Inti Pantja Press Industri. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. FKM UI.

Lushniak 2004. Occupational Contact Dermatitis. United States: Dematology Therapy.

Marimba, Hanum. 2010. Tumbuh Kembang Status Gizi Dan Imunisasi Dasar Pada Balita Yogyakarta : Nuha Medika.

Mochamad Chafidz, 2017. Hubungan Lama Kontak, Jenis Pekerjaan Dan Penggunaan APD Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Tahu. FKM UNAIR.

Mutoif. & Dorin. 2008. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Terapan Dan Rekayasa Hygiene Perusahaan Dan Keselamatan Kerja ( Hyperkes ). Politeknik Kesehatan Yogyakarta.

Meilani, F., Asnifatima, A., & Fathimah, A. (2018). Faktor-faktor Risiko Yang Mempengaruhi Keluhan MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) Pada pekerja Operator Sewing DI PT DASAN PAN FASIFIC INDONESIA Tahun 2018. Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(1), 1-6.

Nanto, S.S. 2015. Kejadian Timbulnya Dermatitis Kontak Pada Petugas Kebersihan. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.

Nini, S.M. 2019. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Petani Padi Di Desa Balerejo Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.

Nurfitri, 2018. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Pekerja Proyek Bandara. FKM UNAIR.

Nuraga. & Wisnu. 2006. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Yang Terpajan Dengan Bahan Kimia Di PT. Moric Indonesia Tahun 2006. Tesis. Universitas Indonesia.

Pratama S., Asnifatima A., Ginanjar R., 2019 , Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Postur Kerja Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengemudi Bus Pusaka Di Terminal Baranangsiang Kota Bogor Tahun 2018, Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol.2, No.4

Pertiwi, F. D., Hariansyah, M., & Prasetya, E. P. (2019). FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DIKELURAHAN MULYAHARJA TAHUN 2019. PROMOTOR, 2(5). https://doi.org/10.32832/pro.v2i5.2531

Pertiwi, F. D., Rahman, R. M., & Lestari, D. W. (2018). Pemberdayaan masyarakat melalui bidang literasi di Desawaru Jaya. Jurnal ABDI DOSEN: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(2), 129-137. https://doi.org/10.32832/abdidos.v2i2.170

Raya, M. R., Asnifatimah, A. and Ginanjar,R. 2018.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keluhan GangguanPendengaran Pada Supir Bus POPusaka Di Terminal Baranangsiang Kota Bogor Tahun 2018.Jurnal Promotor Vol 2 No 2.

Republik Indonesia, 1970. Undang – undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Riska Ferdian, 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pembuat Tahu Di Wilayah Kecamatan Ciputat Dan Ciputat Timur. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ruhdiat, Rudi. 2006. Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja Laboratorium Kimia di PT Sucofindo Area Cibitung Bekasi Tahun 2006. Universitas Indonesia.

Sasseville, D. 2012. Occupational contact dermatitis. Dermatitis.; 23(1): 616.

Sadzali. & Imam. 2010. Potensi Limbah Tahu Sebagai Biogas dalam Jurnal UI Untuk Bangsa Seri Kesehatan, Sains, dan Teknologi. Volume 1, Desember 2010

Schaefer. Hans. Thomas E. Redelmeier. Skin Barrier : Principles of percutaneous absorption. Kager. 1996

Siregar, RS. Dermatosis Akibat Kerja. SMF Ilmu Penyakit kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Palembang. 2009

Suma'mur, P.K. 1996. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Cet-4. Jakarta : Pt. Gunung Agung.

Suprapti, M. L. 2005.Pembuatan Tahu. Kanisius: Yogyakarta.

Wolff, Klause, Johnson RA. 2010. Fitzpatrick's Color Atlas & Synopsis Of Clinical Dermatology Fifth Edition. The McGraw-Hill Companies.

Downloads

Published

2021-10-19

Issue

Section

Artikel