FENOMENA CHILDHFREE DALAM AL-QUR’AN DAN PENDIDIKAN KELUARGA ISLAM

Authors

  • Didik Hariyanto Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor
  • Arini Hasna Khamila Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor
  • Muhammad Rofi Udin Nur Fuadi Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Abstract

Pembahasan soal childfree ini menjadi tren di Indonesia sejak seorang influencer asal Indonesia yang tinggal di jerman mengumumkan di media sosial tentang keputusan mereka untuk tidak memiliki anak atau childfree. Mereka beranggapan bahwa mempunyai anak setelah pernikahan bukanlah suatu kewajiban, melainkan sebuah pilihan dalam hidup.  Sejak saat itu, topik ini mulai dibicarakan dan menjadi sorotan di Indonesia khususnya di kalangan muda mudi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif memakai teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu memeriksa permasalahan berdasarkan masing-masing kasus. Hasil penelitian ini adalah konsep childfree yang ramai diperbincangkan masyarakat timur karena melirik kehidupan barat, bukanlah bagian dalam syari‘at. Pernikahan yang lazimnya mengharapkan anak sebagai penerus garis keturunan, justru dianggap sebagai tanggungjawab yang memberatkan.

Downloads

Published

2020-07-12

How to Cite

Hariyanto, D., Khamila, A. H., & Nur Fuadi, M. R. U. (2020). FENOMENA CHILDHFREE DALAM AL-QUR’AN DAN PENDIDIKAN KELUARGA ISLAM. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(2). Retrieved from https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TEK/article/view/15243