PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG UANG PANAI’ DI DESA EMBONATANA SEKO KAB. LUWU UTARA

Penulis

  • Abdul Abdul Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Hasan Bin Juhanis Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rapung Rapung Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21494

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui   bagaimana pandangan masyarakat tentang uang panai’ di Desa Embonatana kab. Luwu Utara. Dalam penelitain ini, penulis merumuskan dua permasalahan yaitu: 1) Bagaimana gambaran tradisi Uang Panai’ di masyarakat Seko, Desa Embonatana? 2) Bagaimana pandangan masyarakat Seko, Desa Embonatana Kebupaten Luwu Utara Terkait Uang panai’? Metode penelitian ini menggunakan studi lapangan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif   kualitatif.  Adapun sumber data yang digunakan dari data primer yaitu informasi dalam masyarakat Desa Embonatana dan dari buku-buku fikih, sedangkan data skunder yaitu buku, jurnal, makalah, artikel-artikel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: 1) pandangan masyarakat tentang uang panai tetap diberlakukan dalam prosesi pelamaran calon pengantin Wanita sebagai salah satu warisan budaya dan tradisi di Sulawesi selatan, namun tetap dalam koridor memberi kamudahan dan keringanan kepada pihak laki-laki. 2) Adapun tradsi uang panai’ di Desa Embonatana Nampak bahwa persoalan uang panai’ dalam pernikan bukanlah hal yang dapat menjadi bobot menakutkan bagi pihak -pihak yang ingin menikah, sebagaimana yang ada pada daerah-daerah lain di Sulawesi selatan. Akan tetapi, masyarakat desa Embonatana memberikan jalan keluar dan keringan dalam hal uang panai’ tersebut.

Kata kunci : Pandangan, Masyarakat, uang panai

Referensi

Al-Usaimin, Muhammad bin Shalih, Fath Dzi al-Jalal wa al-Ikram bin Syarh Buluqh al-Maram, Cet. I, al-Maktabah al-Islami: 1427 H-2006 M

Al-Utsaimin , Muhammad bin Shalih, Syarh al-Mumti, 12, Cet. I; Dar Ibni al-Jauzi: 1422 H/1428 M,

Alimuddin, Asriani. Makna Simbolik Uang Panai Pada Perkawinan Adat Istiadat Suku Bugis Makassar Di Kota Makassar, ( Al Qisthi : Jurnal Sosial dan Polotik, 2020.

Al-Jaziri, Abdurrahman,2014. Al-fiqh ala Mazahib al-Alarb’ah, jus 4, ( Bairut : Dar al -Kutub al- Ilmiyyah)

Ikbal Moh, Uang Panai Dalam Perkawinan adat suku Makassar , (Al-Hukuma, The Indonesian Journal of Islamic Family Law 2016

Ismail As-Shan‟ani bin Muhammad, Subul al-Salam, jilid 2, (Libanon: Daarul Kutub Al-Ilmiyyah, 2019

Ismail al-Ju’fi al-Bukhari, Muhammad bin, Shahih al-Bukhari, Cet. I; Dar Thuq al-Najat: 1422 H.

Kementrian Agama RI, al-qur,an dan terjemahannya, Jakarta: Lajnah pentashihan Mushaf al-qur,an 2019.

Al-Usaimin Shalih,Muhammad bin, Fath Dzi al-Jalal wa al-Ikram bin Syarh Buluqh al-Maram, ( Cet. I, al-Maktabah al-Islami: 1427 H-2006 M.

Al-Qazwaini bin Majah, Muhammad bin Yasid, Sunnah Ibni Majah, Dar Ihya’ al-Kutub al-Arabiyah: 1846.

Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih, Syarh al-Mumti,Cet. I; Dar Ibni al-Jauzi: 1422 H/1428 M.

Ambarwati, Alda Putri Anindika, DKK.. Pernikahan Adat Jawa Sebagai Salah Satu Kekuatan Budaya Indonesiaa, Jurnal: Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA). 2018.

Al-Nawawi, Muhyiddin bin Syaraf, Syarh Shahih Muslim, Cet. II; Dar Ihya’ Turats al-Arabi: 1392 H..

Aziz, Abdul, Fiqih Munakahat, Jakarta: Lain Press 2013.

Bin As-Sayyid Salim Abu Malik Kamal, Shahih Fikih Sunnah, (Cet. I dan II, Jakarta: Darus Sunnah Perss,Jilid 4, 2016

Bahri, Syamsul, Abdul Hamid, DKK. Uang Panai dalam Tinjauan Fiqih Islam, makalah: Jurnal Serjana Ilmu Budaya, 2024

Firman, Tinjauan Masalah Wa Mursalah Terhadap Eksistensi Mahar Dan Uang Panai’ Pada Tradisi Pernikahan Adat Bugis Makasaar, ( Skripsi: Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (LAIN) Palopo, 2022.

Ikhan, Miratul, Penepatan Uang Panai’ dalam Adat Pernikahan (Perspektif Tokoh Adat Maukek), Skripsi: Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negri Ar-Raniry Banda Aceh, 2023

Kamil,Riski,. Presepsi Masyarakat Terhadap Uang Panai’ Di Kelurahan Pattalassang Kacamatan Pattalassang Kabupaten Takalar, Skripsi: Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Makasasar, 2016.

Khalidawati Salma, Halima,. Hukum Perkawinan , (Malang : Universitas Muhammadiayah Malang, 2020.

Lamallongeng, AsmaRiady. Dinamika Pernikahan Adat dalam Masyarakat Bugis Bone (Bone: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, 2007

Latif, Syarifuddin. Fikih Perkawinan Bugis Tallumpoccoe, Tangsel: persada Press Jakarta, 2016.

Manshur, Ali. Hukum dan Etika Pernikahan dalam islam, Cet. 1; Malang: UB Press, 2017

Al-Ju’fi, Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail, Shahih al-Bukhari, Cet. I; Dar Thuq al-Najat: 1422 H

Muhlas, Dedi. Pandangan masyarakat terhadap Uang panai yang mahal dalam Pernikahan di Desa Tobonteng, KEC. Amali, KAB. Bone, ( Skripsi: Fakultas Agama Islam Universitas Makassar, 2018.

Manshur Ali, Hukum dan Etika Pernikahan Dalam Islam, ( Cet. 1; Malang: UB press, 2017

Muhammad bin,Abdurrahman Iwadh al- Jaziri, Al- Fiqh ala Mazahib al-Arba’ah, Cet. II, Lebanon: 1424 H/2003 M

Mustafa, Mutakhirani, Pergeseran Makna Pada Nilai Sosial Uang Panai’ Dalam Perspektif Budaya Siri’ Yaqzhan: Jurnal Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusian, 2020.

Nugraha, Farida. Metode Penelitian,Kualitatif Dalam Penelitian Pendidikan BahasaRijali, Ahmad. Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 2019

Rohman, Holilur. Hukum perkawinan Islam Menurut Empat Mazhab, jakarta : Kencana, 2021.

Suyanto, Bagon, Sutina. Metode Penelitian Sosial Jakarta: kencana Prenanda Mediah Grup, 2011.

Somantri, Dani, Muhammad, Fiqih Munakahat Hukum Perkawinan dalam Islam, ( Cet. I; Tasikmalaya: Hasana Pustaka 2022)

Sulaiman bin Al-Asy‟ats al-Azdi Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, Juz 2, (Hindi: Al-Matbaah al-Anshori Delhi, 1905.

Yanti,Rizki, Putri Ayu Ramadhani, DKK. Uang Panai’ Meyoroti Pergeseran Paradigma Masyarakat Kontemporer Perspektif Hukum, ( Sipakaiga: Jurnal Inovasi Peneliti, Karya Ilmiah, Dan Pengembangan, 2014.

Diterbitkan

2026-02-02

Cara Mengutip

Abdul, A., Juhanis, H. B., & Rapung, R. (2026). PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG UANG PANAI’ DI DESA EMBONATANA SEKO KAB. LUWU UTARA. YUSTISI, 13(1). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21494

Terbitan

Bagian

Artikel