Analisis Perbandingan Ketentuan Hadhanah bagi Anak Zina dalam Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia

Penulis

  • Bahrul Ulum UIN SMH Banten

DOI:

https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21755

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ketentuan hadhanah (hak asuh) bagi anak hasil zina dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Permasalahan ini menjadi penting karena meningkatnya kasus kelahiran anak di luar perkawinan sah yang menimbulkan persoalan mengenai status hukum, tanggung jawab orang tua, serta perlindungan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif-komparatif melalui analisis terhadap sumber hukum primer dan sekunder, seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fiqh klasik dan kontemporer, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam klasik, hak hadhanah anak hasil zina sepenuhnya berada di tangan ibu, karena hubungan nasab hanya diakui kepada ibu dan keluarga ibunya. Sebaliknya, hukum Islam kontemporer dan hukum positif Indonesia memberikan perluasan makna tanggung jawab ayah biologis melalui pendekatan kemaslahatan dan perlindungan anak. Penelitian ini menghasilkan model hadhanah integratif-berkemaslahatan, yaitu pendekatan yang menggabungkan prinsip syar‘i, asas keadilan sosial, dan konsep the best interest of the child. Model ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam pembentukan kebijakan hukum keluarga yang lebih humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan anak di Indonesia

Referensi

Afkarina, I., and Nur Khotibul Umam, M. (2024). Status anak diluar nikah komparasi hukum islam dan hukum positif. Al-Muqaranah : Jurnal Perbandingan Madzhab, 2(2), 65–73. https://doi.org/10.55210/jpmh.v2i2.447

Al-Baṣrī, M. bin az-Z. (2003). Min Ḥadīthi Abī ‘Ubaydah Mujā‘ah bin az-Zubair al-‘Atakī al-Baṣrī (1st ed.). Beirut: Dār al-Bashā’ir al-Islāmiyyah.

Al-Zuhayli, W. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Jilid 7. Damaskus: Dar Al-Fikr.

Aulia, R. N. (2022). Kompilasi Hukum Islam (10th ed.). Bandung: Redaksi Nuansa Aulia.

Busyra, M. (2025). Penyelesaian Sengketa Hak-Hak Keperdataan Anak Biologis Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia (Universitas Islam Indonesia). Universitas Islam Indonesia. Retrieved from https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/55498

Dahlan, A. azis. (2006). Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Departemen Agama. (2007). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Sygama Axamedia Arkanleema.

Hamza, R. (2024). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Denda Zina Dalam Tradisi Pambissa Kampong di Latimojong (IAIN Palopo). IAIN Palopo. Retrieved from https://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/10512/

Hanafi, F., Shahputra, M. A., and Furqotun, N. I. (2024). Hukum Zina Dalam Perspektif Pidana Islam. Jurnal Cendikia ISNU-SU (JCISNU), 1(3), 209–215. https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i3.523

Huda, M., and Munawaroh, S. (2024). Tradisi Bajapuik Dalam Pernikahan Masyarakat Pariaman Perspektif Maqasid Syari’ah. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang-Indonesia Abstrak:, 9(1), 10–35. Retrieved from https://journal.unipdu.ac.id/index.php/jhki/article/view/5141

Huda, S. (2015). Zina Dalam Perspektif Hukum Islam dan Kitab Undang Undang Hukum Pidana. HUNAFA : Jurnal Studia Islamika, 12(2), 377–397. https://doi.org/10.55927/fjst.v1i1.664

Ilhami, H. (2018). Kontribusi Fatwa MUI No.11 Tahun 2012 Tentang Anak Hasil Zina Dan Perlakuan Terhadapnya Dalam Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(1), 1–16. https://doi.org/10.22146/jmh.29048

Khakim, M. L., and Ardiyanto, M. (2020). Menjaga Kehormatan Sebagai Perlindungan Nasab Perspektif Maqashid Syari’ah. Nizham: Hukum Islam, 8(1), 32–41. https://doi.org/10.32332/nizham.v8i01.2105

Khalidi, M. (2022). Kajian Hukum Islam Terhadap Ketentuan Hak Waris Anak Hasil Perkawinan Sedarah. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 11(1), 105–123. https://doi.org/10.14421/sh.v11i1.2549

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010. , (2010).

Mahmudah, H., Juhriati, J., and Zuhrah, Z. (2019). Hadhanah Anak Pasca Putusan Perceraian (Studi Komparatif Hukum Islam Dan Hukum Positif Indonesia). SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum, 2(1), 57–88. https://doi.org/10.52266/sangaji.v2i1.263

Masykur, M. (2015). Wanita-wanita Yang Dimurkai Nabi. Yogyakarta: Sabil.

Mohammad, K. S. (2025). Hak Keperdataan Anak hasil Zina Dalam Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia: Analisis Komparatif Nasab, Waris dan Perwalian. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 69–89. https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v3i1.839

Mubarrok, M. R., Maharani, N. A., and Kholid, A. (2025). Hukum Zina Perspektif Abdul Qadir Shaibah Al-Hamd (Telaah Tafsir QS: Al-Nur ayat 2 dalam Kitab Tafsir Ahkam Al-Qur’an). Jurnal Madzhab, 2(1), 37–48. https://doi.org/10.15575/madzhab.v2i1.1011

Presiden Republik Indonesia. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. , (1974). Indonesia: BPK RI.

Rahayu, A. B. S. D. (2024). Analisis Konsep Uqubah Terhadap Sanksi Pidana Pelaku Persetubuhan Anak di Kota Parepare (Studi Putusan Nomor : 28/PID.SUS/2017/PN.PRE) (IAIN Parepare). IAIN Parepare. Retrieved from https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/6564/1/19.2500.007.pdf

Rokhmadi. (2022). Hukuman Rajam Bagi Pelaku Zina Muhshan Dalam Hukum Pidana Islam. At-Taqaddum, 7(2), 311–325. https://doi.org/10.21580/at.v7i2.1209

S, N., and Nurdaim, A. (2024). Tindak Pidana Zina Menurut Uu No 1 Tahun 1946, UU No 1 Tahun 2023 (KUHP) Dan Hukum Islam. Journal of Law and Nation (JOLN), 3(1), 1–13. Retrieved from https://joln.my.id/index.php/joln/article/view/81/91

Sabiq, S. (2017). Ringkasan Fiqih Sunnah. Depok: Senja Media Utama.

Safitri, H., Harahap, I., and Dalimunthe, D. (2020). Dimensi Fiqh Jinayah Pada KUHPidana Tentang Perzinaan. Jurnal El Thawalib, 1(1). https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v1i1.3005

Sanjaya, U. H., and Putri, D. F. (2024). Konstruksi Legitimasi dan Akibat Perkawinan Dibawah Tangan : Mengulang Kawin atau Itsbat Nikah ? Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 31(3), 490–511. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss3.art1

Saputra, M. J. (2019). Tindak pidana zina dalam pasal 248 KUHP tentang persetubuhan yang dilakukan laki-laki dan perempuan yang sudah kawin Perspektif Hukum Pidana Islam (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung). Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Retrieved from https://digilib.uinsgd.ac.id/28418/

Sarwat, A. (n.d.). Seri Fiqih Kehidupan jinayat (5th ed.; Fatih, Ed.). Jakarta: Rumah Fiqih.

Shidiq, S. (2019). Fikih Kontemporer (3rd ed.). Jakarta: Kencana.

Suryani, O. A. (2021). Termasuk Dosa Besar, Inilah 3 Jenis Zina dalam Islam. Retrieved October 15, 2025, from Oase website: https://m.oase.id/read/xWy57W-termasuk-dosa-besar-inilah-3-jenis-zina-dalam-islam

Susetyo, H., and Bariyah, N. O. N. (2013). Pembuktian Terhadap Kejahatan Kesusilaan Dalam Qanun Tentang Jinayat Dan Hukum Acara Jinayat Di Aceh. Jurnal Hukum Acara Jinayat, 9(2), 81–118. https://doi.org/10.25105/prio.v19i2.16647

Thohari, F. (2018). Hadis Ahkam : Kajian Hadis-Hadis Hukum Pidana Islam (Hudud, Qishash, Dan Ta’zir) (K. Sirin, Ed.). Yogyakarta: Deepublish.

Ushama, S. H. (2023). Pernikahan wanita yang berzina dengan laki-laki yang bukan menzinahinya perspektif hukum islam ditinjau dari maslahah mursalah (IAIN Curup). IAIN Curup. Retrieved from https://e-theses.iaincurup.ac.id/5400/6/Fulltext.pdf

Utomo, Y., and Arimbawa, I. G. P. (2025). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Hubungan Hukum Anak dengan Ayah Biologis Ditinjau dari Sistem Pewarisan dan Peradilan Hukum Adat. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 27, 107–111. https://doi.org/10.30595/pssh.v27i.1832

Zama, A., Bakar, A., and Arief, E. (2020). Hukuman Cambuk Bagi Pelaku Jarimah Zina Dalam Hukum Pidana Islam (Studi Putusan Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Nomor 4/JN/2018/MS.Lsm ). Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Kemasyarakatan, 10(2), 123–136. https://doi.org/10.30743/taushiah.v10i2.3366

Diterbitkan

2026-02-02

Cara Mengutip

Bahrul Ulum. (2026). Analisis Perbandingan Ketentuan Hadhanah bagi Anak Zina dalam Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. YUSTISI, 13(1). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.21755

Terbitan

Bagian

Artikel