TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KONSEP MARITAL RAPE DALAM PASAL 53 UU NO. 23 TAHUN 2004 DAN PASAL 473 AYAT (2) HURUF A UU NO. 1 TAHUN 2023

Authors

  • Rafi Indratama Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung
  • Siti Mustaghfiroh Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i2.22705

Abstract

In Indonesian positive law, marital rape is considered a criminal act that violates human rights and bodily integrity, thus affirming that marriage cannot be used as justification for sexual violence in any form. Meanwhile, in the perspective of Islamic family law, sexual relations within marriage are a reciprocal right and obligation that must be carried out based on the principles of mu'āsyarah bil ma'rūf and protection of the soul and honor of the spouse. This study aims to analyze the compatibility of the concept of marital rape as regulated in Article 53 of Law No. 23 of 2004 and Article 473 paragraph (2) letter a of Law No. 1 of 2023 with the principles of Islamic family law. This literature study uses a normative legal method with a conceptual and legislative approach, analyzing the synchronization between positive legal norms and maqāṣid al-sharī‘ah. The results of the study show that although positive law aims to protect victims and uphold human dignity, its application has the potential to cause tension if it is not harmonized with Islamic values regarding the balance of rights and obligations between husband and wife. Therefore, harmonization between positive law and Islamic family law is necessary so that the protection of victims does not neglect the integrity of the household and continues to reflect the sacred purpose of marriage based on sakinah, mawaddah, wa rahmah.

References

Abdullāh ‘Alī Husain. 2001. al-Muqāranah al-Tasyrī‘ iyyah. Mesir: Dār al-Salām, cet.ke-1, juz 4, 1610-1611

Alfariszi, M., & Ahsan, K. (2024). Pelanggaran Hak Asasi Dalam Rumah Tangga Perspektif Hukum Keluarga Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Positif Indonesia. Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, 10(2), 122-132.

Ali, K. (2001). Teaching about Women, Gender, and Islamic Law: Resources and Strategies. In American Academy of Religion Annual Meeting. https://www.brandeis.edu/projects/fse/muslim/mus-articles/ali-teaching.pdf

Dahliana, Y., & Wahab, A. I. P. (2023). Makna Mitsaqan Ghalizhan Perspektif Tafsir Al-Munir: Kajian atas Surah An-Nisa: 21. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 15(2), 257-270.

Fakhruzzaini, Fakhruzzaini. (2009). Urgensi Kaidah Fikih dan Aplikasinya terhadap Masalah-Masalah Sosial. Tesis, Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Antasari

Faizah, N., & Umam, M. S. (2025). Ikatan pernikahan: Menelusuri keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri. Al-Muqaranah: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum, 3(1), 12-20.

Hamdani, W. (2023). Mu’âsyarah bi al-ma’ruf dalam pandangan Hasbi Ash Shiddieqy, Hamka dan Quraish Shihab [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta].

Herlinda, Juliani. (2020). Pandangan Hukum Islam terhadap Istri yang Menolak Berhubungan Seksual dengan Suami yang Nusyuz, Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.

Ikhlas, M. (2023). Kesehatan Seksual Dalam Perkawinan: Studi Kasus Gugat Cerai Karena Masalah Keintiman Pada Pasangan Suami-Istri. Al-'Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam, 8(2), 296-310.

Ilyas, S. (2024). Dinamika Hukum Keluarga Islam Di Indonesia: Antara Tradisi, Syariah, Dan Hukum Positif. Jurnal Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 18(1), 134-146.

Janah, T. (2025). Studi komparatif hukum positif Indonesia dan hukum Islam tentang ketaatan istri terhadap suami dalam berhubungan suami istri (Skripsi). Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Kemenag. (2025). Qur’an Kemenag, tersedia di https://quran.kemenag.go.id/, diakses pada 10 Oktober 2025.

Kementerian Agama. (2025). Qur’an Kemenag. https://quran.kemenag.go.id/

Lase, E. J. (2024). Perlindungan hukum bagi korban tindak pidana perkosaan dalam rumah tangga (marital rape) berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (Studi Putusan PN Kasongan Nomor 43/Pid. Sus/2020/PN. Ksn) [Tesis, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara].

Lisnawati, L. (2017). Relevansi prinsip mu‘āsyarah bil-ma‘rūf dengan pasal-pasal Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga [Skripsi, IAIN Palangka Raya].

Mubin, F. (2024). Analisis Kekerasan Seksual dalam Perkawinan ditinjau dalam Perspektif Hukum Islam (Studi terhadap Pasal 5 No. 23 Tahun 2004 tentang Hukum Kekerasan Seksual dalam Perkawinan) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Murni, D. (2019). Kesehatan reproduksi menurut Al-Qur’an surat Al-Baqarah/2 ayat 222–223. Jurnal Ulunnuha, 8(2), 219.

Muslih, M., & Hapsin, A. (2020). Rereading the concept of nusyūz in Islamic marriage law with Qira’ah Mubādalah. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 5(2), 139–152.

Mutakin, A. (2017). Teori Maqâshid Al Syarî’ah Dan Hubungannya Dengan Metode Istinbath Hukum The Theory Of Maqâshid Al Syarî’ah And The Relation With Istinbath Method. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 19(3).

Nelli, J., & Syahrizan, M. (2024). Analisis hukum Islam terhadap kekerasan dalam rumah tangga dalam perspektif maqashid syariah. Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 5(2), 322.

Nurmansah, D. (2025). Pemerkosaan Dalam Perkawinan Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Indonesia (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Primastuti, N. F. (2025). Telaah Hubungan Suami dan Istri dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadits. JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 24(1), 70-82.

Purdiantika, F. (2023). Analisis Pengaturan Marital Rape dalam Undang-Undang di Indonesia Perspektif Fiqh Jinayah tentang Keluarga (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).

Rahman, M. R. (2024). Ambiguitas Marital Rape dalam Perundang-Undangan di Indonesia. Skripsi. UIN ANTASARI.

Ramadhan, R. M. (2021). Tinjauan UU No. 33 Tahun 2004 dan Hukum Islam Terhadap Pemaksaan Hubungan Seksual dalam Rumah Tangga. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam, 8(1), 44-67.

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara.

Rifky, S., Saepullah, A., & Maolia, N. C. (2024). Analisis Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan terhadap Istri yang menolak Hubungan Intim. Jurnal Keislaman, 7(1), 10-24.

Rizki, F. N., & Arifin, Z. (2023). Pemerkosaan Dalam Rumah Tangga (Marital Rape) Perbandingan Hukum Positif Indonesia, Timur Tengah, Dan Fikih. Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, 239-257.

Rosyid, M. (2020). Kriminalisasi Terhadap Hukum Keluarga di Dunia Muslim. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam, 3(1), 175-193.

Rusli, M. A. R. B. (2024). Hukum Menarik Kembali Pemberian Pertunangan (Studi Perbandingan Antara Kitab Tuhfatul Muhtaj Dan Kitab Al-Mughni), Skripsi, UIN Ar-Raniry Fakultas Syariah dan Hukum.

Salam, A. Z. I. (2025). Marital Rape; Perspektif Aktivis Perempuan Aisyiyah Dan Muslimat Nu Di Surabaya (Doctoral dissertation, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan).

Solihah, C., Syawali, H., Amalia, M., & Dewi, R. (2022). Marital Rape (Kekerasan Seksual dalam Perkawinan) Perspektif Budaya Hukum dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. PALASTREN: Jurnal Studi Gender, 15(1), 149-176.

Suandri, S. (2024). Analisis ketentuan pidana kekerasan seksual menurut Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga perspektif maslahah mursalah (Doctoral dissertation, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan).

Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Edu Research, 5(3), 110–116.

Tarmulo, R. S. (2024). Peran suami dan istri terhadap pembagian tugas dalam rumah tangga di era milenial perspektif hukum keluarga Islam (Studi di wilayah Kecamatan Lut Tawar) [Tesis, UIN Ar-Raniry Pascasarjana Hukum Keluarga].

Tri Yanka, N., Kisworo, B., & Yusefri, Y. (2025). Relevansi Hukum Keluarga Islam Dalam Menegakkan Hukum Terhadap kasus KDRT di Kabupaten Kepahiang (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).

Tumengkol, M. E., Runtunuwu, Y. B., & Rawung, H. B. R. (2025). Tinjauan yuridis perkosaan dalam perkawinan (marital rape) menurut hukum positif Indonesia. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(4), Desember.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Yassir, M., & Zain, B. R. F. (2024). Penegakan hukum zina dalam hukum Islam dan hukum positif: Kritik terhadap putusan hakim dan tawaran solusinya. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 11(2), 94–114.

Published

2026-06-01

How to Cite

Rafi Indratama, & Siti Mustaghfiroh. (2026). TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KONSEP MARITAL RAPE DALAM PASAL 53 UU NO. 23 TAHUN 2004 DAN PASAL 473 AYAT (2) HURUF A UU NO. 1 TAHUN 2023. YUSTISI, 13(2). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i2.22705

Issue

Section

Artikel