HUKUM ISLAM BAGI MASYARAKAT DALAM HUBUNGAN AKAD ANTARA NASABAH DENGAN BANK SYARIAH

Sri Hartini

Abstract


Dalam melaksanakan hubungan akad antara nasabah dengan bank syariah harus sesuaidengan prinsip-prinsip syariah, sebagimana yang diatur dalam Pasal 1 angka (12) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dan dituangkan dalam fatwa-fatwayang telah ditetapkan disesuaikan dengan akad yang disepakati antara bank syariah dengannasabah. Dan ditentukan dengan lima konsep akad lembaga keuangan bank syariah. Persyaratanakad antara nasabah dengan bank syariah, harus memenuhi syarat dan rukun, yang dimaksudrukun akad adalah unsur-unsur pokok yang membentuk akad, yaitu pernyataan kehendak
masing-masing pihak berupa ijab dan kabul. Rukun dan syarat akad dalam prinsip syariah, padadasarnya sama dengan syarat sahnya suatu perjanjian konvesional sebagaimana ditentukan dalamPasal 1320 KUH Perdata. Oleh karena itu istilah akad dalam hukum Islam sama maknanyadengan istilah perjanjian dalam hukum positif (Konvensional).


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32832/yustisi.v2i2.1097

Article Metrics

Abstract view : 278 times
PDF - 554 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 YUSTISI

   ISSN                 eISSN                 Supervised By:

  

Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162 Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax: 0251-8335335