MENYINGKAP TIRAI DEKADENSI PENGHORMATAN DAN PEMENUHAN HAM DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA

Saharuddin Daming

Abstract


Ketika Tuhan selesai menciptakan bumi ini, maka tuntaslah keberadaan penciptaan,tanah, air dan segala isinya kecuali ilmu. Manusia yang berbekal potensi akal dan nurani, diberiamanat untuk mengelola kehidupan dunia yang damai, sejahtera dan bermartabat melaluipenguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga sudah padatempatnya jika setiap orang tanpa terkecuali diberi kesempatan, kemudahan, penghormatan, danperlindungan secara penuh dari negara untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutusebagai modal dasar untuk berpartisipasi dalam membangun peradaban. Sebagai pemangkukewajiban (duty barrier) Negara melalui pemerintah harus mampu menjamin pemenuhan haksetiap warga Negara untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dalam sistempendidikan nasional. Jaminan tersebut mencakup layanan pendidikan yang murah, infra strukturyang representative, tenaga kependidikan yuang qualified dan berdedikasi tinggi, pelembagaansistem pembelajaran yang inklusif dan menghargai perbedaan, serta pencapaian standartpendidikan yang benar-benar cerdas dan komprehensif. Sayangnya karena dalam realitas,layanan pendidikan yang bermutu justru terfragmentasi pola layanan dengan tren biaya mahal,tenaga pendidik yang berdedikasi dan berkualitas rendah, menjamurnya eksklusifisme layananpendidikan berlabel SBI dan RSBI, masih berlanjutnya sistem segregasi bagi penyandangdisabilitas dan makin carut marutnya penyelenggaraan UN untuk mengukur standar pendidikan.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 60 times
PDF - 65 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 YUSTISI

Copyright ¬© 2015. Universitas Ibn Khaldun Bogor. All Rights Reserved. Powered by†OJS.