PENEGAKAN HUKUM ATAS KEJAHATAN PERDAGANGAN ORANG DALAM (INSIDER TRADING) DI PASAR MODAL

Dadang Iskandar

Abstract


Kejahatan perdagangan orang dalam (insider trading) di pasar modal adalah kejahatanyang khas dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar modal di mana yang menjadiobjeknya adalah informasi. Kejahatan perdagangan orang dalam dilakukan dengan modusmenggunakan informasi orang dalam secara elektronis yang pembuktiannya cenderung sulit.Penegakan hukum terhadap kejahatan di pasar modal belum dapat dilaksanakan sebagaimanamestinya (das sollen). Kesulitan dalam melakukan pembuktian atas kejahatan perdagangan orangdalam yang terjadi di pasar modal merupakan salah satu alasan utama tidak dilakukannyapengusutan secara tuntas. Perdagangan di pasar modal umumnya dilakukan dengan sistemelektronis, di mana hukum positif belum secara penuh mengakomodir pembuktian secaraelektronis. Otoritas pasar modal (Bapepam) menganggap penyelidikan dan penyidikan ataskejahatan di pasar modal sulit dilakukan. Dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1985 TentangPasar Modal Bab XV Ketentuan Pidana, mengatur jenis jenis kejahatan di Pasar modal berikutsanksi pidana, yaitu Pasal 103 ayat (1), Pasal 104, Pasal 106 dan Pasal 107. Salah bentukkejahatan di pasar modal adalah perdagangan orang dalam (insider trading). Proses penegakanhukum dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : hukum, mentalitas penegak hukum, fasilitas,masyarakat dan kebudayaan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32832/yustisi.v4i1.1124

Article Metrics

Abstract view : 431 times
PDF - 1096 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 YUSTISI

   ISSN                 eISSN                 Supervised By:

  

Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162 Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax: 0251-8335335