Transformasi Epistemologi Ulama Nusantara

Studi Hadis: Dari Tradisi Riwayah ke Dirayah (Abad ke-17–20)

Authors

  • Dede Muhamad Wahyudin UIN Sunan Gunung Djati
  • Dadah Sa'adah UINSGD Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32832/diversityjournal.v6i1.22457

Keywords:

Epistemologi, Ulama Nusantara, Hadis, Riwayah, Dirayah

Abstract

Penelitian ini berusaha menunjukkan bahwa terdapat transformasi signifikan pada epistemologi
ulama Nusantara dalam studi hadis dari abad ke-17 hingga ke-20. Perubahan ini telah dikaitkan
dengan pergeseran paradigma dari riwayah sah al-sanad dan teks) ke dirayah analisis makna.
Bagaimana perubahan epistemologi ini dilakukan dan Apa faktor yang mempengaruhi perubahan
epistemologi. Pendekatan sejarah intelektual dan teori epistemologi Islam digunakan dalam kajian ini
untuk melakukan penelusuran atas karya dan pemikiran ulama seperti Abdurrauf as-Singkili, Nawawi
al-Bantani, dan Mahfudz at-Tarmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tersebut tidak
bersifat revolusioner, melainkan gradual dan kontekstual. Ulama Nusantara mampu mempertahankan
otoritas sanad sambil mengembangkan pendekatan rasional dan kontekstual terhadap pemahaman
hadis. Pergeseran ini juga memperlihatkan upaya kreatif ulama lokal dalam mengintegrasikan warisan
keilmuan Islam klasik dengan dinamika sosial Nusantara. Transformasi epistemologi hadis di
Nusantara merupakan bentuk indigenisasi ilmu Islam yang menegaskan peran aktif ulama dalam
mengembangkan paradigma keilmuan yang khas, dinamis, dan relevan terhadap kebutuhan
masyarakatnya.
Kata Kunci: Epistemologi, Ulama Nusantara, Hadis, Riwayah, Dirayah
Epistemological Transformation of Nusantara Scholars in Hadith Studies:
From the Tradition of Riwayah to Dirayah (17th–20th Century)
ABSTRACT
This study seeks to demonstrate that there was a significant transformation in the epistemology of
Nusantara ulama in hadith studies from the 17th to the 20th century. This transformation is associated
with a paradigm shift from riwayah (the authentication of sanad and textual transmission) to dirayah
(the analytical interpretation of meaning). The main research questions are: how did this
epistemological transformation take place, and what factors influenced it. An intellectual-historical
approach and the framework of Islamic epistemology are employed to trace the works and thoughts
of prominent scholars such as Abdurrauf as-Singkili, Nawawi al-Bantani, and Mahfudz at-Tarmasi.
The findings reveal that this transformation was not revolutionary but rather gradual and contextual.
The Nusantara ulama were able to maintain the authority of sanad while developing rational and
contextual approaches to the understanding of hadith. This shift also reflects the creative efforts of
local scholars to integrate the classical Islamic intellectual heritage with the socio-cultural dynamics
of the archipelago. The epistemological transformation of hadith studies in Nusantara represents a
form of indigenization of Islamic knowledge, affirming the active role of ulama in developing a
distinctive, dynamic, and socially relevant epistemic paradigm.
Keywords: Epistemology, Nusantara Ulama, Hadith, Riwayah, Dirayah

Author Biography

Dadah Sa'adah, UINSGD Bandung

UIN Sunan Gunung Djati Bandung (sering disingkat UIN SGD atau UIN Bandung) adalah salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terkemuka di Indonesia yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

​Nama kampus ini diambil dari nama salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Gunung Djati (Syarif Hidayatullah), yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Jawa Barat.

​1. Lokasi Kampus

​UIN Bandung memiliki beberapa lokasi kampus yang terus berkembang:

  • Kampus 1: Jl. A.H. Nasution No. 105, Cibiru (Pusat administrasi dan sebagian besar fakultas).
  • Kampus 2: Jl. Soekarno-Hatta (Gedung Pascasarjana dan beberapa laboratorium/fakultas).
  • Kampus 3: Berlokasi di wilayah Cileunyi/Cipadung untuk pengembangan fasilitas akademik lainnya.
​2. Akreditasi dan Prestasi

​UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan salah satu kampus Islam dengan reputasi riset yang sangat kuat:

  • Akreditasi Unggul: Secara institusi telah terakreditasi "A" atau "Unggul" oleh BAN-PT.
  • Juara Webometrics: Sering menduduki peringkat nomor 1 sebagai PTKIN terbaik di Indonesia versi Webometrics (berdasarkan performa website dan publikasi ilmiah).
  • Fokus Riset: Memiliki jumlah publikasi ilmiah yang sangat tinggi di tingkat internasional (Scopus).
​3. Fakultas dan Program Studi

​Meskipun berbasis Islam, UIN Bandung memiliki program studi yang sangat luas, mulai dari ilmu agama hingga ilmu sains dan teknologi:

  • Fakultas Ushuluddin: (Aqidah, Filsafat, Perbandingan Agama, dll.)
  • Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: (Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, dll.)
  • Fakultas Syariah dan Hukum: (Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah, Ilmu Hukum, dll.)
  • Fakultas Dakwah dan Komunikasi: (Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Humas, dll.)
  • Fakultas Adab dan Humaniora: (Sastra Inggris, Sejarah Peradaban Islam, dll.)
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Sains dan Teknologi: (Teknik Informatika, Agroteknologi, Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, dll.)
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: (Sosiologi, Administrasi Publik, Ilmu Politik).
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

References

Abdurrauf as-Singkili, Mir’at al-Tullab, Aceh, 1663.

Alatas, S. F. (2021). Applying Knowledge Localization in Islamic Thought.

Singapore: NUS Press.

Al-Ghazali. (1988). Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr.

Aljunied, K. (2018). Muslim Cosmopolitanism: Southeast Asian Islam in

Comparative Perspective. Edinburgh University Press.

Al-Khatib al-Baghdadi. (1980). Al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah. Beirut: Dar al-Kutub

al-‘Ilmiyyah.

Al-Nawawi, Taqrib wa al-Taysir, Cairo: Dar al-Hadith, 1985.

Al-Nawawi. (1985). Taqrib wa al-Taysir fi Ma‘rifat Sunan al-Basyir al-Nazir. Cairo:

Dar al-Hadith.

Al-Nawawi. (1992). Riyadh al-Salihin. Cairo: Dar al-Salam.

Al-Sakhawi, Shams al-Din. (1987). Fath al-Mughith bi Syarh Alfiyyat al-Hadith.

Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Suyuthi, Jalaluddin. (1985). Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi. Cairo:

Dar al-Hadith.

Azhari, F. (2024). “Rekontruksi Pemikiran Hadis Ulama Jawi di Haramain: Arah

Baru Studi Hadis Nusantara.” Islamika: Journal of Islamic Studies, 15(1),

–88.

Azmi, M. (2021). “The Haramain-Nusantara Knowledge Network in the 17th

Century.” Journal of Islamic Intellectual History, 8(2), 115–139.

Azra, A. (2022). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of

Malay-Indonesian and Middle Eastern Ulama. Singapore: ISEAS.

Brown, J. (2020). Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World.

Oxford University Press.

Burhanudin, J. (2020). Islam in the Netherlands East Indies: Networks, Institutions,

and Colonial Transformations. Singapore: NUS Press.

Published

2026-04-27

How to Cite

Wahyudin, D. M., & Sa’adah, D. (2026). Transformasi Epistemologi Ulama Nusantara: Studi Hadis: Dari Tradisi Riwayah ke Dirayah (Abad ke-17–20). Diversity: Jurnal Ilmiah Pascasarjana, 6(1). https://doi.org/10.32832/diversityjournal.v6i1.22457