Dinamika Pendidikan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah (750–1258 M): Mengurai Fondasi Kejayaan Intelektual
DOI:
https://doi.org/10.32832/fikrah.v6i2.25117Abstract
Abstrak
Masa Dinasti Abbasiyah menandai transisi penting peradaban Islam menuju era keemasan (The Golden Age of Islam), di mana pendidikan Islam tidak lagi sekadar berpusat pada transmisi keagamaan dasar, melainkan berkembang menjadi pusat integrasi sains, filsafat, dan peradaban universal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah, mencakup evolusi kelembagaan, metodologi pembelajaran, patronase politik kekhalifahan, serta dampaknya terhadap sintesis ilmu-ilmu keagamaan (ulum al-din) dan ilmu-ilmu rasional (ulum al-aqliyyah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi pustaka (library research), dengan teknik analisis konten terhadap literatur sejarah peradaban Islam dan historiografi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pendidikan masa Abbasiyah ditandai oleh tiga fase pelembagaan utama: fase masjid dan halaqah informal, fase pengembangan Bayt al-Hikmah sebagai pusat penterjemahan dan riset interdisipliner.. Sistem pendidikan pada era ini berhasil membangun tradisi pemikiran kritis, metodologi riset ilmiah empiris, dan kodifikasi hukum Islam (fiqh) serta hadis yang komprehensif. Momen historis ini membuktikan bahwa keberhasilan pelembagaan pendidikan dan kebebasan akademik pada masa Abbasiyah menjadi fondasi utama transmisi pengetahuan ke dunia barat (Renaissance) serta pilar peradaban Islam modern.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












