Pendidikan Etika Dalam Pandangan Hamka: Relevansinya Dalam Membentuk Akhlak Gen Z Di Era Digital

Penulis

  • Nurwahida UIN Raden Fatah Palembang
  • Fitrianggraini UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Abdurrahmansyah UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Muhammad Fauzi UIN Raden Fatah Palembang, Indonesia

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan etika menurut Hamka dan relevansinya dalam membentuk akhlak Generasi Z di era digital. Generasi Z sebagai generasi digital native menghadapi berbagai tantangan moral, seperti disorientasi nilai, lemahnya keteladanan, serta pengaruh negatif media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya utama Hamka seperti Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, dan Lembaga Budi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai inti seperti kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, keikhlasan, dan pengendalian diri yang dikembangkan Hamka masih sangat relevan dengan konteks pendidikan karakter saat ini. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah serta pembinaan di keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, pemikiran etika Hamka dapat menjadi landasan kuat dalam menghadapi krisis moral dan membentuk pribadi Gen Z yang berakhlak mulia.

 

Kata Kunci: Pendidikan Etika; Hamka; Generasi Z; Akhlak

Diterbitkan

2026-01-03

Cara Mengutip

Nurwahida, Fitrianggraini, Abdurrahmansyah, & Muhammad Fauzi. (2026). Pendidikan Etika Dalam Pandangan Hamka: Relevansinya Dalam Membentuk Akhlak Gen Z Di Era Digital. FIKRAH, 9(2), 171–178. Diambil dari https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/FIKRAH/article/view/21752

Terbitan

Bagian

Artikel