PENETAPAN ASAL USUL ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN TIDAK TERCATAT PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH. (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PANYABUNGAN NOMOR : 109/PDT.P/2022/PA.PYB)
DOI:
https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i1.22688Abstrak
Fokus permasalahan penelitian ini mengenai penetapan asal usul anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat yang dianalisi dengan penelitian yuridis normatif karena merupakan objek penelitian yang penulis kaji adalah penetapan putusan Pengadilan Agama Panyabungan Nomor : 109/Pdt.P/2022/PA.Pyb tentang penetapan asal usul anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat, dengan menggunakan metode pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian ini hakim dalam memutus perkara Nomor: 109/Pdt.P/2022/PA.Pyb permohonan pengesahan penetapan asal usul anak yang dilihat dari perkawinan tidak tercatat di Pengadilan Agama Panyabungan dengan mempertimbangkan : kepentingan hukum bagi anak, kepentingan kemaslahatan, terpenuhinya syarat formil dan materil, dan bukti yang diajukan dalam persidangan. Akibat dari putusan tersebut Pengadilan Agama Panyabungan mengabulkan permohonan para pemohon yaitu menetapkan seorang anak laki-laki yang lahir dari perkawinan tidak tercatat pada tahun 2017 merupakan anak sah dari perkawinan para pemohon. Adapun Putusan hakim Pengadilan Agama sesuai dengan Tinjauan maqashid syariah dalam penetapan asal usul anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat yaitu terkait teori maqasid syariah menjaga keturunan (Hifdz al-nasl). Dalam menjaga keturunan (Hifdz al-nasl) bertujuan untuk kemaslahatan anak yang dilahirkan dan menghilangkan kemudharatan dimasa mendatang. Hasil putusan penetapan Nomor: 109/Pdt.P/2022/PA.Pyb yaitu mengabulkan permohonan para pemohon. Sehingga anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat merupakan anak kandung dari pemohon I dan pemohon II sesuai dengan tujuan maqasid syariah menjaga keturunan (Hifdz al-nasl) yang mementingkan perlindungan nasab anak.
Kata kunci : Putusan PA, Asal Usul Anak, Perkawinan Tidak Tercatat, Maqashid Syariah
Referensi
Abduil Aziz Muihammad Azzam dan Abduil Wahhab Sayyeid Hawwas, (2009),Fiqh Muinakahat (Khitbah, Nikah, dan talak), Jakarta : Sinar Grafika Offseit
Ahyuini Yuinuis, (2020),Huikuim peirkawinan dan isbat nikah antara Peirlinduingan dan Keipastian Huikuim, Makkasar : Huimanitieis Geiniuis.
Amri, (2021), Buikui Ajar Huikuim Acara Peingadilan Agama, Ceit.I, Malang: CV. Liteirasi Nuisantara Abadi.
Beini Ahmad Saeibani, (2008),Peirkawinan dalam Huikuim Islam dan Undang-Undang ( Peirspeiktif Fiqh Muinakahat dan UU No.1/1974 Teintang Poligami dan Probleimatikanya), Ceit. 1, Banduing: CV. Puistaka Seitia.
Buisyro, (2019),Maqashid al- Syariah peingeitahuian meindasar meimahami maslahah, Jakarta Timuir: Keincana.
Buisyro, Maqashid al-Syariah : Peingantar Meindasar Meimahami Maslahah, Ceit. I, Jakarta Timuir: Preinadameidia Grouip.
Darania Anisa, (2024),Huikuim Acara Peiradilan Agama, Ceit. I, Jawa Barat: CV Adanui Abimata.
Deindy Suigono, (2008), Kamuis Bahasa Indoneisia, Jakarta:PuisaT Bahasa.
Ernawati, (2020), Huikuim Acara Peiradilan Agama,Ceit. I: Deipok: PT RajaGrafindo Peirsada.
Fauizan Ghafuir. Farazi Zuil Hasmi Kanggas. Seitiawan Bin Lahuiri, “Keiduiduikan Peincatatan
H. Buirsa dan Fajar Heirnawan, (2023),Kaidah-Kaidah Huikuim Puituisan Mahkamah Aguing Reipuinlik Indoneisia,Ceit.I: Jakarta: Keincana Preinadameidia Grouip.
H. Nuir Solikin, (2021),Peingantar Meitodologi Peineilitian Huikuim, Ceit. I, Pasuiruian: CV Peineirbit Qiara Meidia.
H. Ramdani Wahyui Suiruiriei, (2023), Puituisan Peingaduilan, Ceit. I, Banduing: CV Mimbar Puistaka.
Heilin Abduil, (2019),Maqasid al-Shari’ah veirsuis Usuil al-Fiqh,Yogyakarta: Puistaka Beilajar.
Heirlini Amran, (2011), Fiqih Wanita, Jakarta Timuir: PT Insan Meidia Pratama.
I Nyoman Suijama, (2015), Keiduiduikan Huikuim Anak Luiar Kawin dalam Peirspeiktif Puituisan Mahkamah Konstituisi Nomor 46/PUU-VIII/2010, Ceit. I, Yogyakarta :Aswaja Preissindo.
Jamaluiddin dan Nanda Amalia, (2016), Buikui Ajar Huikuim Peirkawinan, Ceit. I, Lhokseiuimawei: Unimal Preiss.
J. Satrio, Huikuim Keiluiarga Teintang Keiduiduikan Anak Dalam Undang-Undang, (Ceit. 1, Banduing: PT Citra Aditya Bakti), hlm. 126 dan hlm. 147.
Jasseir Auida, (2013), Al-Maqasid uintuik peimuila, Yogyakarta:Suika Preiss.
Jasseir Auida, (2015), Meimbuimikan Huikuim Islam meilaluii Maqasid Syariah, Banduing : PT Mizan Puistaka.
Kuisuima Puidjoseiwojo, (2004), Peidoman Peimbeilajaran Tata Huikuim Indoneisia, Ceit. 10, Jakarta :Sinar Grafika.
M. Khoiruir Rofiq, (2022), Huikuim Acara Peiradilan Agama, Seimarang: CV Rafi Sarana Peirkasa.
Mardani, (2009),Huikuim Acara Peirdata Peiradilan Agama dan Mahkamah Syari’ah, Ceit. I, Jakarta: Sinar Grafika.
Mardani, (2019), Huikuim Acara Peirdata Peiradilan Agama dan Mahkamah Aguing, Ceit. I:Jakarta: Sinar Grafika.
Muihaimin, (2020), Meitodei Peineilitian Huikuim, Ceit. I, Mataram: Maratam Univeirsity Preiss.
PeiteirMahmudMarzuiki, (2005), PeineilitianHuikuim,Jakarta:KeincanaPreinadaMeidiaGrouip.
Puirba Huitapeia, (2021), Reiformasi Huikuim dan Peilayanan Peincatatan Sipil di Indoneisia, Malang : Meidia Nuisa Creiativei.
Roihan A.Rasyid, (2007), Huikuim Acara Peiradilan Agama, Jakarta: PT Rajawali Preiss.
Satria Efeindi, Makna, (1999), Urgeinsi dan Keiduiduikan Nasab dalam Peirspeiktif Huikuim Keiluiaga Islam, Jakarta: Al-Hikmah.
Seiri Puistaka Yuistisia, (2006), Kompilasi Huikuim Islam : Seiri Peiruindangan, Yogyakarta: Puistaka Widyatama.
Sigit Sapto Nuigroho, dan kawan-kawannya, (2020),Meitodologi Riseit Huikuim, Ceit.I, :Oasei Puistaka.
Suidirman, (2021), Huikuim Acara Peiradilan Agama, Pareiparei: IAIN Pareiparei Nuisantara Preiss.
Suirbeikti, (1977), Huikuim Acara Peirdata, Banduing :Bina Cipta.
Tinuik Dwi Cahyani, (2020), Huikuim Peirkawinan,Ceit 1, Malang: UMM Preiss.
Wahbah Az-Zuihaili, (2011), fiqh Islam Wa Adillatuihui, Jakarta: Geima Insani.
Wiwik Sri Widiarty, (2024), Buikui Ajar Meitode Peineilitian Huikuim, Ceit. I, Yogyakarta: Puiblika Global Meidia.
Yapiteir Marpi, Ilmui Huikuim SuiatuPeingantar, Tasikmalaya: PT Zona Meidia Mandiri.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KEBOCORAN DATA PRIBADI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI. (2025). LEXORIA (Jurnal Pluralisme Hukum Indonesia), 1(1), 32-38. https://doi.org/10.2025/yhz2nj28
Undang-UndangDasarReipuiblikIndoneisiaTahuin1945
Undang-UndangNo. 1 Tahuin 1974TeintangPeirkawinan
Undang-Undang Nomor 16 Tahuin 2019 Teintang Peiruibahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahuin 1974
Kompilasi Huikuim Islam
Yuirispruideinsi Mahkamah Aguing Reipuiblik Indoneisia
Puituisan Peingadilan Agama Panyabuingan Nomor : 109/Pdt.P/2022/PA.Pyb
Amalia, “peineitapan asal-uisuil anak seibagai uipaya peirlinduingan huikuim teirhadapa anak hasil dari peirkawinan siri (stuidi kasuis di peingadilan agama Karawang)”,KNPP kei 2, 24 Mareit 2022.
Imam Faishol, “Peincatatan Peirkawinan dalam Huikuim keikeiluiargaan di Indoneisia”, Juirnal Uluimuil Syar’i, Vol. 1 (2019)
Kuistini dan Rofiah, Peirkawinan Tidak Teircatat: Puidarnya Hak-Hak Peireimpuian (Stuidi Di KabuipateinCianjuir), Juirnah Harmoni, Vol.12 No.2 (2013).
Peirkawinan dalam Huikuim Islam dan Huikuim Posittif di Indoneisia”,Juirnal Syari’ah, Vol. 3, No. 2 (2020).
Rahmawati, Muih. Tamrin, “peineitapan statuis anak dari peirkawinan dibawah tangan (stuidi pada peirkara No. 77/Pdt.P/2020/PA.Gtlo)”, Juirnal Ilmui Huikuim,5(2), deiseimbeir 2021.
Sabilal Rosyad, Impleimeintasi Huikuim Islam Teintang Statuis Huikuim Anak di Luiar Peirkawinan, ( Peikalongan: PT. Nasya Expanding Manageimeint, 2018).
Tamauilina Br. Seimbiring, dan kawan-kawannya, Buikui Ajar Meitodologi Peineilitian (Teiori dan Prakteik), (Ceit.I, Karawang: CV Saba Jaya Puiblisheir, 2024).
Virahmawaty Maheira. Arhjayati Rahim, “Peintingnya Peincatatan Peirkawinan”, As-Syams: Jouirnal Huikuim Islam, Vol. 3, No. 2 (2022), Hlm. 96.
Teisis : Dinar Fathi Mahartati, Peineitapan Asal-Usuil Anak Hasil Poligami Di Bawah Tangan Peirspeiktif Maqashid Syariah Jasseir Auida ( Stuidi teirhadap peineitapan Peingadilan agama Nomor157/Pdt.P/2016/PA.TAdanNomor2270/Pdt.P/2018/PA.Sby),202.
Teisis Muighniatuil Ilma, Peineitapan Hakim Teintang Asal Usuil Anak Pasca Puituisan Mahkamah Konstituisi Nomor 46/PUU-VIII/2010 (Stuidi Kasuis di Peingadilan Agama Bantuil),2016
TeisisIndahFatmawati,PeineitapanAsal-UsuilAnakPasanganNikahSiriPeirspeiktifHuikuimProgreisif(StuidiPeineitapanNomor: 359/Pdt. P/2018/PA. PO), 2020.
Wawancara deingan Bapak Muihammad Fadli seilakui hakim pada tanggal 26 Noveimbeir 2024, Puikuil 09.00 Wib.
Wawancara deingan Bapak Abduil Azis Alhamid seilakui hakim pada tanggal 26 Noveimbeir 2024, Puikuil 10.30 Wib.
Wawancara deingan pak Ruidy salah satui peigawai di Peingadilan Agama Panyabuingan Juim’at tanggal 9 Juini 2023

















