KOMPARASI KONSEPTUAL SYURA, UMMAH, DAN BAI‘AT DALAM FIKIH SIYASAH DENGAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL MODERN

Penulis

  • Muhammad Afiq Zamzami Mawardi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sutrisno Hadi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i2.23827

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep syura, ummah, dan bai‘at dalam fikih siyasah serta membandingkannya dengan prinsip demokrasi konstitusional modern. Dilatarbelakangi oleh perdebatan mengenai hubungan nilai-nilai politik Islam dengan demokrasi modern, khususnya terkait partisipasi masyarakat, legitimasi kekuasaan, dan konsep kedaulatan negara. Dalam tradisi politik Islam, syura dipahami sebagai mekanisme musyawarah, ummah sebagai komunitas politik Islam, dan bai‘at sebagai bentuk legitimasi antara pemimpin dan rakyat. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perbandingan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, literatur fikih siyasah, dan teori demokrasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep syura, ummah, dan bai‘at memiliki persamaan dengan demokrasi konstitusional modern dalam aspek musyawarah, partisipasi masyarakat, legitimasi kekuasaan, dan keadilan sosial. Namun, terdapat perbedaan mendasar terkait sumber kedaulatan dan dasar legitimasi hukum. Demokrasi modern menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, sedangkan dalam Islam kedaulatan tertinggi berada di tangan Allah Swt. Meskipun demikian, nilai-nilai politik Islam tetap relevan dalam mendukung praktik demokrasi yang adil dan partisipatif.

Kata kunci: Syura, Ummah, Bai‘at, Fikih Siyasah, Demokrasi Konstitusional Modern

Referensi

APA 6th edition, Syura,Ummah,Bai'at, Fiqh Siyasah, Demokrasi Konstitusional Modern, Hukum Tata Negara (Siyasah)

Diterbitkan

2026-06-05

Cara Mengutip

Mawardi, M. A. Z., & Hadi, S. (2026). KOMPARASI KONSEPTUAL SYURA, UMMAH, DAN BAI‘AT DALAM FIKIH SIYASAH DENGAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL MODERN . YUSTISI, 13(2). https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i2.23827

Terbitan

Bagian

Artikel