URGENSI PENGATURAN KHUSUS TEKNOLOGI DEEPFAKE DI INDONESIA DITINJAU DARI TEORI TUJUAN HUKUM GUSTAV RADBRUCH
DOI:
https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i2.23868Abstrak
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah melahirkan teknologi deepfake yang mampu memanipulasi wajah, suara, dan identitas seseorang secara sangat realistis, sehingga berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan berbagai bentuk pelanggaran hukum di ruang digital. Permasalahan yang muncul adalah belum adanya pengaturan hukum yang secara khusus mengatur mengenai deepfake dalam sistem hukum positif Indonesia, sehingga penanganan kasus masih mengandalkan ketentuan umum yang menimbulkan perlindungan hukum dan lemahnya perlindungan terhadap korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketiadaan aturan khusus dalam pengaturan teknologi deepfake di Indonesia serta menelaah esensinya terhadap pencapaian tujuan hukum menurut Gustav Radbruch. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pengaturan khusus mengenai deepfake menyebabkan belum terpenuhinya tujuan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Gustav Radbruch, yaitu kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, karena hukum positif belum mampu memberikan kejelasan norma, perlindungan yang proporsional bagi korban, serta fungsi pencegahan yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan urgensi pembentukan regulasi khusus yang adaptif terhadap karakteristik teknologi deepfake agar hukum tetap relevan dan responsif dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan di era digital.
Referensi
Afifah, F, and S Warjiyati. “Tujuan, Fungsi Dan Kedudukan Hukum.” Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra 2, no. 2 (2024): 142–52. https://doi.org/https://doi.org/10.38156/jihwp.v2i2.206.
Agma, Asty Raisha. “Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Cybercrime Di Indonesia.” Jurnal Hukum Pidana Dan Kriminologi 1, no. 1 (2025): 22–29.
Al-Ayoubi, S. J, and M. A Suharto. “Pemidanaan Kepada Pelaku Konten Pornografi Menggunakan Aplikasi Deepfake Pada Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia.” UNES Law Review 8, no. 1 (2025): 163–73. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2464.
Alviani, A. “Legal Regulations On Criminal Acts Against Misuse Of Ai (Artificial Intelligence) Technology In Voice Phishing Fraud Via Mobile Phones.” Jurnal Hukum De’rechtsstaat 10, no. 2 (2024): 207–16. https://doi.org/https://doi.org/10.30997/jhd.v10i2.15150.
Amelia, Y. F, A Kaimuddin, and H. L Ashsyarofi. “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Terhadap Korban Penyalahgunaan Artificial Intelligence Deepfake Menurut Hukum Positif Indonesia.” Dinamika 30, no. 1 (2024): 9675–92.
Andika, A. R. H, B. D. A. R. B Dava, B. A. H Bayu, and T Triana. “Perlindungan Hukum Bagi Korban Kejahatan Digital Dalam Perspektif UU ITE Dan KUHP.” Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 14, no. 12 (2025): 71–80. https://doi.org/https://doi.org/10.6679/0cafxh07.
Andriyani, W, R Sacipto, D Susanto, C Vidiati, R Kurniawan, and R. A. G Nugrahani. Technology, Law And Society. Tohar Media, 2023.
Arafat, Zarisnov, et al. "The Existence of Legal Philosophy in the Transformation of the Indonesian Legal System in the Era of Digitalization." MSJ: Majority Science Journal 3.2 (2025): 180-187.
Aruan, Juandry. "Legal Protection for Victims of Photo Abuse through Artificial Intelligence Technology in Pornography Crimes in Indonesia." Semarang State University Undergraduate Law and Society Review 5.2 (2025): 1831-1862. https://doi.org/10.15294/lsr.v5i2.38347.
Bhakti, T. S. “Kepastian Hukum Dalam Pengujian Formil Undang-Undang Oleh Mahkamah Konstitusi Di Indonesia Terkait Inkonsistensi Putusan, Batas Waktu Pengujian, Dan Implikasi Pembatalan Undang-Undang.” Jurnal Ilmiah Global Education 6, no. 4 (2025): 2859–70. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/jige.v6i4.4693.
Butarbutar, J. M, and H Yusuf. “Analisis Yuridis Terhadap Kasus Fitnah Pornografi: Studi Kasus Permohonan Pelindungan Hukum Oleh Suhari.” Media Hukum Indonesia (MHI) 2, no. 3 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.162352140.
Chalil, N, and F Fathurrahim. “Perlindungan Hukum Atas Martabat Dan Privasi Perempuan Dari Praktik Deepfake Pornografi.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 12 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i12.1969.
Febriansyah, F. I. Cybercrime: Kejahatan Di Balik Layar Digital. Najaha, 2025.
Hajar, M. Model-Model Pendekatan Dalam Penelitian Hukum Dan Fiqh. Pekanbaru: Kalimedia, 2015.
Ikhwan, M, and S Prihatmadi. “Dari Inovasi Ke Penghentian (Analisis Adopsi Inovasi Presenter Artificial Intelligence (AI) Di TvOne).” KOMUNIKATIF: Jurnal Ilmiah Komunikasi 14, no. 1 (2025): 118–32. https://doi.org/https://doi.org/10.33508/jk.v14i1.7271.
Juniarso, D, J Abdillah, and M. I. W Pratama. “Reformasi Kebijakan Pidana Nasional Terhadap Kejahatan Siber Berbasis AI Melalui Pendekatan Hukum Progresif.” Jurnal Impresi Indonesia 5, no. 1 (2026): 77–88. https://doi.org/https://doi.org/10.58344/jii.v5i1.7355.
Kristiawanto, S. H. I. Memahami Penelitian Hukum Normatif. Prenada Media Grup, 2022.
Kurniarullah, M. R, T Nabila, A Khalidy, V. J Tan, and H Widiyani. “Tinjauan Kriminologi Terhadap Penyalahgunaan Artificial Intelligence: Deepfake Pornografi Dan Pencurian Data Pribadi.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 10 (2024): 534–47. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.11448814.
Librianti, E. O. I. “Deepfake Dalam Komunikasi Politik: Tantangan Etika Dan Aspek Hukum Dalam Era Artificial Intelligence.” Siyasah Jurnal Hukum Tata Negara 5, no. 2 (2025): 221–38.
Mahesa, H. “Penegakan Hukum Terhadap Kasus Penyebaran Hoas Menggunakan Kecerdasan Buatan (Studi Kasus Video Hoaks Presiden Jokowi Berpidato Dalam Bahasa Mandarin.” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2025.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Prenada Media Grup, n.d.
Meliana, Y. “Urgensi Formulasi Perlindungan Hukum Dan Kepastian Pidana Terhadap Pengaturan Tindak Pidana Deepfake Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 7 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.1087.
Nabilla, A., and I. Triadi. “Filsafat Hukum Sebagai Dasar Pembentukan Norma Dan Prinsip Hukum.” Jurnal Media Hukum Indonesia (MHI) 3, no. 4 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.17621563.
Nasution, Angelica Vanessa Audrey, Suteki, and Anggita Doramia Lumbanraja. "Addressing deepfake pornography and the right to be forgotten in Indonesia: Legal challenges in the era of AI-driven sexual abuse." International Journal for the Semiotics of Law-Revue internationale de Sémiotique juridique 38.7 (2025): 2489-2517. https://doi.org/10.1007/s11196-025-10265-0.
Noerman, C. T, and A. L Ibrahim. “Kriminalisasi Deepfake Di Indonesia Sebagai Bentuk Pelindungan Negara.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 603–21. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8995.
Novyanti, H, and P Astuti. “Jerat Hukum Penyalahgunaan Aplikasi Deepfake Ditinjau Dari Hukum Pidana.” Novum: Jurnal Hukum 9, no. 04 (2022): 31–40. https://doi.org/https://doi.org/10.2674/novum.v0i0.43571.
Prayoga, H, and H Tuasikal. “Penyebaran Konten Deepfake Sebagai Tindak Pidana: Analisis Kritis Terhadap Penegakan Hukum Dan Perlindungan Publik Di Indonesia.” Abdurrauf Law and Sharia 2, no. 1 (2025): 22–38. https://doi.org/https://doi.org/10.70742/arlash.v2i1.194.
Prihatin, Endang. "Legal Protection of Face and Voice as Copyrightable Objects in the Era of Deepfake Technology: A Comparative Analysis between Denmark and Indonesia from the Perspective of Ius Constituendum." Proceedings of International Conference of Graduate School on Sustainability. Vol. 10. 2025. https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/icgss/article/view/16711.
Rahman, Rofi Aulia, and Rizaldy Anggriawan. "Deepfake and electoral crimes: Criminal law perspectives from Indonesia, India, Pakistan, and the US." Indonesian Comparative Law Review (ICLR) 7.2 (2025): 132-146.
Ramadan, M. I, and E Wahyudi. “Studi Komparatif: Urgensi Reformulasi Sanksi Pidana Deepfake Dalam Kuhp Dan UU ITE.” Jurnal Hukum Sehasen 11, no. 2 (n.d.): 353–62.
Respati, A. A. “Reformulasi UU ITE Terhadap Artificial Intelligence Dibandingkan Dengan Uni Eropa Dan China AI Act Regulation.” Jurnal Usm Law Review 7, no. 3 (2024): 1737–58. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10578.
Santoso, H. A. “Perspektif Keadilan Hukum Teori Gustav Radbruch Dalam Putusan PKPU ‘PTB.’” Jatiswara 36, no. 3 (2021): 325–34. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jtsw.v36i3.341.
Saraya, S, A. F Lubis, A Juansa, G. R Layungasri, and E. Rianty. Dinamika Hukum Di Indonesia: Perkembangan & Tantangan. Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing, 2025.
SY, M. F. “Deepfake Pornografi: Studi Konstitusi Dan Penegakannya Di Indonesia.” Jurnal Legislatif 8, no. 2 (2025): 113–28.
Syahirah, S. N, and B Prasetyo. “Tinjauan Yuridis Terhadap Penggunaan Teknologi Deepfake Untuk Pornografi Melalui Artificial Intelligence (AI) Di Indonesia. Jurnal Inovasi Hukum Dan Kebijakan” 6, no. 1 (2025).
Utara, E. R, and A Widyawati. “Analisis Penegakan Hukum Pidana Deepfake Pornografi Non-Konsensual Dalam Penyebaran Konten Manipulatif Di Indonesia.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 11, no. 1 (2025): 125–53. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/aj.2025.11.1.125-153.
Wahidah, N. “Fungsi Hukum Pidana.” JUSTITIA: Journal of Justice, Law Studies, and Politic 1, no. 01 (2025): 8–16.

















