TRADISI ASSURO AMMACA DI KELURAHAN BONTONOMPO KECAMATAN BONTONOMPO KABUPATEN GOWA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.32832/yustisi.v13i3.25253Abstrak
Penelitian ini mengkaji tradisi Assuro Ammaca yang berkembang di Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, dalam perspektif hukum Islam. Dengan bertujuan untuk meengetahui: 1). Untuk Mengetahui Bagaimana Tata Cara Pelaksanaan Tradisi Assuro Ammaca di Kel. Bontonompo Kec. Bontonompo Kab. Gowa. 2). Untuk Mengetahui Bagaimana Pandangan Hukum Islam Tentang Tradisi Assuro Ammaca di Kel. Bontonompo Kec. Bontonompo Kab. Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian dengan terjun langsung di lapangan yang merupakan pendekatan penelitian yang meliatkan penyelidikan dan pengumpulan data langsung di lokasi. Dalam konteks ini, peneliti menggunakan data primer yaitu wawancara dengan tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat yang masih melaksanakan maupun menolak tradisi ini. Dan sumber data sekunder yaitu buku-buku, skripsi, jurnal dan situs web. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Kel. Bontonompo Kec. Bontonompo Kab. Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Assuro Ammaca memilki fungsi sosial sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan solidaritas, serta menjaga warisan budaya lokal. Dari perspektif hukum Islam, Assuro Ammaca dapat dikategorikan sebagai urf atau kebiasaan masyarakat. Selama tidak mengandung unsur syirik, keyakinan batil, maupun praktik yang bertentangan dengan nash syariat, maka tradisi ini dapat diterima sebagai bentuk ekspresi budaya yang selaras dengan ajaran Islam. Hal ini sejalan dengan prinsip maqasid al-syariah yang mengedepankan kemaslahatan, menjaga persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, Assuro Ammaca dapat tetap dilestarikan sebagai kearifan lokal masyarakat Bontonompo, namun dengan penguatan pemahaman agama agar pelaksanaannya tidak keluar dari koridor ajaran Islam.
Kata Kunci: Tradisi Assuro Ammaca, Hukum Islam, Adat
Referensi
A. Sakka, Risky Rahim dan Abdul Rahman, 2021, “Budaya Assuro Ammaca Di Kecamatan Lau Kabupaten Maros”, Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences, Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Makassar. Vol. 1, No. 1 hal 57-66
Ali, Zainuddin, 2006, “Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia”, Cet. 1, Jakarta: Sinar Grafika.
Arikunto, Suharismi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Eva, Iriyani, 2017, Hukum Islam, Demokrasi dan hak asasi manusia. Jurnal ilmiah, Jambi: Universitas Batanghari jambi, 17, 2,
Faiuzi, 2016,”Fenomena Teologis Pada Masyarakat Modern”, Jakarta: Kencana.
Faizal, Erwin Wahyu Saputra, 2017, “Makna Dupa Dalam Tradisi Assuro Ammaca Di Desa Bone Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa”, Skripsi Sarjana: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.
Handayani , Palmawati Tahir dan Dini, 2018, “Hukum Islam”, Cet 1, Jakarta: Sinar Grafika.
Hardiansyah, Haris, 2011, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Salemba Humanika.
Al-Husain, Muslim ibn al-Hajjaj abu, Shahih Muslim Juz 9
Irsan, Muh, 2022, “Tradisi Assuro Maca Dalam Masyarakat Bontocaradde Kelurahan Tamallayang Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”, Skripsi. Makassar: Fak. Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin.
Ishar, Muh, 2021, “Persepsi Masyarakat Tentang Tradisi Mattunu Undung”, Skripsi. Parepare: Fak. Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN.
Kementerian Agama RI, 2019 Al-Qur’an dan terjemahannya, Jakarta: Lajnah Pentashihan Al-Qur’an.
Markaz Ta’dzim Al-Qur’an, dari http://tafsirweb.com-2653-surat-al-araf-ayat-199 html.
Al-Mu'min, Abu Bakar bin Muhammad bin Abd, 1997, Cet 1 , Al-Qawaid Lil Hashany Jilid 1, Riyadh Al- Rushd.
Munawwir, Ahmad Warson, 1997, “Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap”, Cet. 4, Surabaya: Pustaka Progressif.
Mundzir, Abdul Syatar and Chaerul, 2021, Tokoh dan Ketokohan Imam Madzhab, Kontribusinya Terhadap Pengembangan Fikih Di Indonesia, Gowa: Alauddin University Press.
Musfoqin, 2012, Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Prestasi Public Publisher.
Mustafa, Ibrahim dan Zulhas’ari, 2021 ‘’Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Madzhab’’, “Tradisi Assuro Ammaca dalam Masyarakat di Kabupaten Gowa”, Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Poerwadarminta, 1976, “Kamus Umum Bahasa Indonesia,” Jakarta: Balai Pustaka.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2005, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Jakarta Balai Pustaka
Al-Qurtubi, Abu Abdillah, Muhammad Bin Ahmad al-Anshari, 1964, Al-Jami’ Liahkami Al-Qur’an, Jilid 16 (Qorirah: Daar al-Kutub al-Misriyah.
Rahmat, Jalaluddin, 2004, “Psikologi Komunikasi”, Bandung: Rosdakarya.
Rahmatang, 2016, “Tradisi Massuro Ma’baca dalam Masyarakat Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros”, Skripsi: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.
Ramli, 2021, “Ushul Fiqh”, Cet. 1, Yogyakarta: Nuta Media.
Rapung, 2021, Al-Mulakkhas fi Ushul al Fiqh, Cet. 1, Lpp: Unismuh Makassar Anggota IKAPI.
Rasma, Bahaking, 2012, “Sejarah Pendidikan Islam: Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Awal, Makassar: Alauddin University Press.
Rohidin, 2016, “Pengantar Hukum Islam, Dari Semenanjung Arabia Hingga Indonesia, Cet. 1, Yogyakarta: FH UII Press.
Said, Nurhidayat Muh, 2013, Metode Penelitian Dakwah, Cet. 1; Makassar: Alauddin University Press, 2013). h. 101
Schacht, Joseph, 1965, “Pengantar Hukum Islam”, Terjemah An Introduction to Islamic Law, London: Oxford University Press, Bandung: Nuansa.
Sentosa, 2012, Buku Ajar Metodologi Penelitian, Cet. 1; Bogor: IPB PRESS.
Shahih Muslim, No. 2701
Sinegar Ariyono dan Aminuddin, 2015, “Kamus Antropologi”, Jakarta: Akademika Pressindo.
Sodiqin, Ali, 2012, Fiqh dan Ushul Fiqh Sejarah Metodologi dan Implementasinya di Indonesia, Cet. 1, Yogyakarta: Beranda Publishing.
Soekanto, 2011, “Kamus Sosiologi”, Jakarta: PT. Raja Gravindo Persada.
Sondang, Siagian, 1995, “Teori Aplikasi dan Aplikasinya”, Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono, 2013, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cet. 19, Bandung: ALFABETA.
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sumarto, 2019, Jurnal Literasi Budaya, Pemahaman, dan Penerapannya, Aspek Sistem Religi, Bahasa, Pengetahuan, Sosial, Kesenian, dan Teknologi,. Institut Agama Islam Negeri Curup, Vol. 1, No. 2
Syarifuddin , Amir, 1999, Ushul Fiqh, jilid 2, Jakarta: Logos.
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 2019, (Panduan Penulisan Karya Ilmiah), Makassar: Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Makassar.
Al-Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Sholih, 2007, Terjemah Al-Ushul Min Ilmil Ushul, Cet. 1.
Wandi, Sulfan, 2018, Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, Eksistensi ‘Urf dan Adat Kebiasaan Sebagai Dalil Fiqh, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Vol. 2, No. 2
Wulur, Meisil B, 2018, Komunikasi Dakwah dan Hipnoterapi, Cirebon: Mentari Jaya.
Yahya, Mukhtar, 1979, “Dasar-Dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islami”, Jilid 1, Jakarta: Pustaka Al-Husna.
Al-Zarqani, Muhammad Abd ‘Adhim, 2001, “Manahil al-Irfan Fi ‘ Ulum al-Qur’an”, jilid 1, Beirut: Daar al-Fikr.

















