Penilaian Tingkat Kerentanan Bangunan RSPG Cisarua Bogor dengan Menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS)

Authors

  • Muhamad Lutfi Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Nurul Chayati Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Alimuddin Alimuddin Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Aceng Witarsa Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Muhamad Khaerul Insan Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/komposit.v6i2.7168

Abstract

ABSTRAK

Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) yang terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki luas kurang lebih 7 hektar (67,847 m2) dan berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Bangunan RSPG Cisarua Bogor adalah salah satu Rumah Sakit yang berfokus pada penanganan penyakit paru-paru di Indonesia, sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat kerentanan setiap bangunan di lingkungan RSPG terhadap gempa dengan menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS) FEMA P-154 Tahun 2015. Isian formulir didasarkan pada lokasi bangunan, tipe bangunan C1 dan tanah diasumsikan tanah sedang (tipe D), sehingga Design Spectra dan Respon Spektrum dinilai berada pada level moderately high seismicity. Berdasarkan penyelidikan visual, ditemukan penyimpangan berupa penyimpangan vertical (vertical irregularity) dan penyimpangan tapak (plan irregularity) pada salah satu gedung, dan terdapat 2 (dua) gedung lainnya yang memiliki penyimpangan vertikal (vertical irregularity). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai kerentanan bangunan RSPG Cisarua Bogor sebesar 0,46% dengan mendapatkan nilai rata-rata 3,02.

Kata kunci: Kerentanan Bangunan, Zonasi Gempa, Rapid Visual Screening (RVS), FEMA P-154.

ABSTRACT

Pulmonary specialty hospital Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG), located in Cibeureum Village, Cisarua District, Bogor Regency, West Java, has an area of approximately 7 hectares (67,847 m2) with altitude of 800 meters above sea level. The RSPG Cisarua Bogor building is one of the hospitals that focuses on treating lung disease in Indonesia, so an analysis is needed to determine the level of vulnerability of the hospital buildings to earthquakes using the 2015 FEMA P-154 Rapid Visual Screening (RVS) Method. In the form based on the location of the building, the building type is C1, and the soil is assumed to be medium soil (type D), so that the Design Spectra and Response Spectrum are considered to be at moderately high seismicity levels. Based on the visual investigation, it was found that there were deviations in the form of vertical irregularities and plan irregularities in one of the buildings, and there were 2 (two) buildings that had vertical irregularities. Based on the analysis that has been carried out, the vulnerability value of the RSPG Cisarua Bogor building is 0.46% with an average value of 3.02.

Key words: Building vulnerability, earthquake zone, Rapid Visual Screening (RVS), FEMA P-154 2015

Author Biographies

Muhamad Lutfi, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik & Sains
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Nurul Chayati, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik & Sains
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Alimuddin Alimuddin, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik & Sains
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Aceng Witarsa, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik & Sains
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Muhamad Khaerul Insan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik & Sains
Universitas Ibn Khaldun Bogor

References

Adeswastoto, H., Djauhari, Z., & Suryanita, R. (2017). Evaluasi Kerentanan Bangunan Gedung Terhadap Gempa Bumi Berdasarkan ASCE 41-13. Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 3(2), 86-99. https://doi.org/10.31849/siklus.v3i2.383

Amir, F. (2012). Evaluasi Kerentanan Bangunan Gedung terhadap Gempa Bumi dengan Rapid Visual Screening (RVS) Berdasarkan FEMA 154. Journal Teknik Sipil dan Infrastruktur, 2(1).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2016). Mitigasi Bencana Kota Bogor, BPBD Kota Bogor (diakses pada 19 November 2019)

https://mitigasibencana.bpbd.kotabogor.go.id/index.php/edukasi/detail/Potensi Ancaman-Bencana-13.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (2019), Riwayat Kejadian Bencana. BPBD Kota Bogor, (diakses pada 10 Agustus 2021)

https://bpbd.kotabogor.go.id/riwayat.

Bawono, A. S. (2016). Studi Kerentanan Bangunan Akibat Gempa: Studi Kasus Perumahan di Bantul. Semesta Teknika, 19(1), 90-97.

Departemen Pekerjaan Umum dan Listrik (1971). Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971) Bandung: Departemen PU.

Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (2002) SNI-1726-2002 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Permukiman dan Prasaranan Wilayah.

Federal Emergency Management Agency (2015). FEMA P-154, Rapid Visual Screening of Buildings for Potential Seismic Hazards: A Handbook (Third Edition) Washington, D.C.: FEMA.

Jayady, A., Zulfiar, M. H., & Saputra, N. R. J. (2018). Kerentanan Bangunan Rumah Cagar Budaya Terhadap Gempa di Yogyakarta. Karkasa, 4(1), 5-12.

Lutfi, M., Arien, H., Hendrawati, M., Ramadhansyah, P. J., & Ramli, N. I. (2020). Assessment of Safety Performance Level on Simple Urban Residential Building: Case Study at Bogor City Indonesia. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 712, No. 1, p. 012004). IOP Publishing.

Lutfi, M., & Mulyadi, E. B. (2021). Evaluation of Sekolah Islam Terpadu (SIT) Aliya Bogor Building Structure System Based on the Requirements of SNI 2847: 2019. Astonjadro: CEAESJ, 10(1), 15-26.

Lutfi, M., & Subtoni, S. (2020). Kajian Struktur Bangunan Akibat Penurunan Mutu Beton pada Kolom Terpasang (Studi Kasus: SDN 01 Cikaret Kabupaten Bogor). Astonjadro: CEAESJ, 6(2), 115-129. http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro.v6i2.2268

Pusat Studi Gempa Nasional (2017), Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman Kementrian Pekerjaan Umum (2011), Desain Spectra Indonesia, diakses Agustus 2021, http://puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spectra_indonesia_2011/

Satyarno, I. (2011). Perlunya Evaluasi dan Tindakan Pengurangan Kerentanan Bangunan sebagai Konsekuensi diberlakukannya Peta Zonasi Gempa Yang Baru, Handout Indonesia Local Government Training for Capacity Building in Disaster Risk Management.

Sunarjo, Gunawan, M, T, & Pribadi, S. (2012). Gempa Bumi. Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Suprayitno, H., & Soemitro, R. A. A. (2018). Preliminary Reflexion on Basic Principle of Infrastructure Asset Management. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 2(1).

Widodo (2007). Kerusakan Bangunan pada Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006: Akibat Kebelum Jelasan Code, Sosialisasi atau Pelaksanaan, in Proceeding Seminar Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, hh. 1-17.

Zulfiar, M. H., Tamin, R. Z., Pribadi K. S. & Imran, I. (2014). Identifikasi Faktor Dominan Penyebab kerentanan Bangunan di Daerah Rawan Gempa Propinsi Sumatra Barat. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 17(2), 116-125.

Published

2022-08-01

How to Cite

Lutfi, M., Chayati, N., Alimuddin, A., Witarsa, A., & Insan, M. K. (2022). Penilaian Tingkat Kerentanan Bangunan RSPG Cisarua Bogor dengan Menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS). Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil, 6(2), 73–80. https://doi.org/10.32832/komposit.v6i2.7168

Issue

Section

Articles