STUDI KELAYAKAN EKONOMI PROYEK TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI PALABUHANRATU SUKABUMI

Penulis

  • Idi Namara
  • Septyan Roy Sahey Tofi

DOI:

https://doi.org/10.32832/komposit.v1i2.1545

Abstrak

Dengan jumlah penduduk yang beraktifitas di Kota Palabuhanratu terus bertambah disertai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat mengakibatkan konsekuensi bertambahnya volume sampah. Kesadaran dan perilaku warga Kota Palabuhanratu untuk membuang sampah pada tempat sampah dan menjaga kebersihan dan keindahan kotanya belum sepenuhnya terlihat terbentuk dari tiap kepribadian warganya. Ditengah keterbatasan lahan yang cukup sulit serta pengelolaan sampah belum sesuai dengan metoda dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Mengkaji kelayakan proyek bertujuan mempelajari proyek dari segala segi secara professional agar nantinya seteleh diterima dan dilaksanakan dapat mencapai hasil yang sesuai dengan yang direncanakan. Analisis kelayakan investasi dilakukan dengan metode, Net Present Value (NPV) Metoda ini digunakan untuk menentukan apakah suatu rencana mempunyai keuntungan dalam periode waktu analisis. Hal ini dihitung dari Present Worth of the Revenue (PWR), dan Present Worth of the Cost (PWC), Metode Revenue Cost Ratio (RCR) metode ini menganalisis suatu proyek dengan membandingkan nilai revenue terhadap nilai cost. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dimana kuantitatif dilihat pada proses vertifikasi atau pengujian teori. Variabel-variaebel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan teori yang digunakan dan teknik pengumpulan data dilapangan dan wawancara. Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai RAB bangunan, menganalisa pendapatan dari pengolahan sampah, menganalisa biaya Operasional & Maintenance sebelum dan setelah biaya TPST 3R terbanguan. Pengeluaran Operasional dan Mentenance yang dilakuakan untuk mengangkut sampah pada kondisi saat ini (TPA Cimenteng) sebesar Rp772.886.000,00 dengan target cakupan hanya 15%.Pengeluaran Operasional dan Mentenance yang dilakuakan untuk mengangkut sampah pada saat TPST 3R dibangun adalah sebesar Rp970.666.000,00 dengan target cakupan hanya 60%. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa pengelolaan TPST 3R yang dilakukan selama 10 tahun mendapatkan hasil bersih sebesar Rp110.831.216.240,00

Referensi

Adlina, Alin dan Rahardyan, B (2011) Identifikasi Pengaruh Faktor–faktor Sosio Ekonomi dan Kependudukan Terhadap Timbulan Sampah di Jawa Barat, Thesis Program Magister Teknik Lingkungan, ITB

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, (2014), Kab. Sukabumi Dalam Angka 2014.

Namara, Idi, Kajian Pola Penanganan Sampah Domestik di Kabupaten Sukabumi. Seminar Nasional ATPW. ITS Surabaya. 2014.

Kementerian Lingkungan Hidup. Undang-Undang RI Nomor 81 Tahun 2012, tentang kegiatan pengelolaan sampah RT dan sampah sejenis sampah RT Pengelolaan Sampah, Jakarta

Syafrudin, CES, Ir. MT, Model Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Kajian Awal Untuk Kasus Kota Semarang), Makalah pada Diskusi Interaktif : Pengelolaan Sampah Perkotaan Secara Terpadu, Program Magister Ilmu Lingkungan UNDIP. Semarang. 2004

Sartono, A. 2010. Manajemen keuangan teori dan aplikasi edisi keempat. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta

Diterbitkan

2017-08-01

Cara Mengutip

Namara, I., & Tofi, S. R. S. (2017). STUDI KELAYAKAN EKONOMI PROYEK TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI PALABUHANRATU SUKABUMI. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil, 1(2), 101–106. https://doi.org/10.32832/komposit.v1i2.1545

Terbitan

Bagian

Articles