Analisis Tingkat Bahaya Erosi Menggunakan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) Area Pasca Tambang Pit H3, Kecamatan Sambaling, Kabupaten Berau
DOI:
https://doi.org/10.32832/komposit.v10i2.22879Kata Kunci:
Universal Soil Loss Equation (USLE), erosi lahan, konservasi lahan, pasca-tambangAbstrak
Kegiatan pasca tambang sering meninggalkan lahan terbuka yang rentan mengalami erosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat bahaya erosi pasca tambang Pit H3, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) berbasis Sistem Informasi Geografis. Faktor erosivitas hujan (R) dihitung dari data curah hujan Stasiun Binungan (2012–2021) dan diproyeksikan hingga 2030 dengan model stokastik Thomas Fiering, menunjukkan peningkatan nilai R dari 2.022 menjadi 2.379 m·ton·cm/ha·tahun. Dari sisi erodibilitas (K), tanah Alluvial (K=0,47) lebih rentan dibanding Latosol dan Litosol (K=0,36) akibat dominasi fraksi debu dan rendah organik. Faktor LS menunjukkan 13% area berlereng curam (>25%) dan 0,4% sangat curam (>40%), yang mempercepat aliran permukaan. Sementara itu, faktor CP mayoritas area didominasi hutan sekunder (52%) dan hutan primer (25%) dengan nilai CP rendah, meski semak belukar (6%) dan area terbuka (3%) tetap menjadi sumber erosi lokal. Hasil analisis USLE menunjukkan mayoritas area termasuk kategori bahaya erosi sangat ringan (87%), meskipun terdapat 2% area dengan tingkat sangat berat. Laju erosi hasil perhitungan mencapai 48.797,32 ton/tahun (101,81 ton/ha/tahun) dan dapat ditekan menjadi 23.540,83 ton/tahun (49,11 ton/ha/tahun) melalui skenario konservasi lanjutan. Dengan luas catchment 4,79 km², nilai Sediment Delivery Ratio (SDR) diperoleh sebesar 25,6%, menghasilkan sediment yield (SY) 12.493,1 ton/tahun pada kondisi eksisting dan 6.033,5 ton/tahun pada skenario konservasi. Dengan kapasitas tampung void Pit H3 4.800.000 m³ (≈6.240.000 ton), umur tampung void diperkirakan mencapai 500 tahun, dan meningkat menjadi 1.034 tahun dengan skenario konservasi lanjutan. Hasil ini menegaskan pentingnya konservasi berkelanjutan untuk mengendalikan erosi dan menjaga fungsi void sebagai penampung jangka panjang.
Referensi
Abdhi, R., Ismail, B., Heni, E. Derita, D., & Azham, Z. (2022). Pendugaan Erosi dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) Berbasis Data Spasial pada Areal Sebelum dan Sesudah Tambang di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika, 2(2), 215-238. https://doi.org/10.31293/jakt.v2i2.7909
Ananta, K. K., Widjajani, B. W., & Siswanto, S. (2025). Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi Menggunakan Metode USLE di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Agrocentrum, 3(1), 29-40. https://agrocentrum.upnjatim.ac.id/index.php/agrocentrum/article/view/79
Asdak, C. (2002). Hidrologi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. https://books.google.co.id/books?id=1c6pEAAAQBAJ&hl=id&source=gbs_navlinks_s
Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press. https://books.google.co.id/books?id=g52mtQEACAAJ
Chaidar, A. N., Soekarno, I., Wiyono, A., & Nugroho, J. (2017). Spatial analysis of erosion and land criticality of the upstream Citarum watershed. Geomate Journal, 13(37), 133-140. https://geomatejournal.com/geomate/article/view/1557
Fattah, R., & Hidayat, D. P. (2022). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Laju Erosi Menggunakan Metode USLE pada DAS Cisadane Hulu. Journal of Infrastructure and Civil Engineering, 2(3), 134-145. https://doi.org/10.35583/jice.v2i3.26
Hariati, F., Taqwa, F. M. L., Alimuddin, A., Salman, N., & Sulaeman, N. H. F. (2022). Simulasi Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Laju Erosi Lahan menggunakan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciseel. Tameh, 11(1), 52-61. https://doi.org/10.37598/tameh.v11i1.185
Herliawati, R., Awaliah, K., Nurrohman, A. W., & Ihsan, H. M. (2025). Pemanfaatan Metode Universal Soil Loss Equation untuk Penentuan Kawasan Konservasi Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Cihaur. Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan, 3(2), 124-133. https://doi.org/10.30598/jglk.3.2.21530
Kardhana, H., Wijayasari, W., & Rohmat, F. I. W. (2024). Assessing basin-wide soil erosion in the Citarum watershed using USLE method. Results in Engineering, 22, 102130. https://doi.org/10.1016/j.rineng.2024.102130
Lasaiba, M., Leuwol, F. S., Pinoa, W. S., Lasaiba, I., Riry, R. B., & Sandia, S. (2023). Integrasi SIG Dengan USLE Dalam Penilaian Erosi di DAS Wairutung. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 191-201. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.2
Lesmana, D. M. M., Cahyadi, T. A., Bargawa, W. S., Nursanto, E., & Winarno, E. (2021). Analisis Laju Erosi Menggunakan Metode USLE pada Studi Kasus Penambangan Sirtu di Boyolali. Jurnal Sosial Teknologi, 1(3), 200-214. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v1i3.35
Pakasi, S., Rotinsulu, W., Rumagit, G., & Zebua, M. (2024). Analysis of Erosion Hazard Index (IBE) and Its Distribution in Kamenti Tulap Watershed-East Coast Minahasa with Spatial Technology. International Journal on Advanced Science, Engineering & Information Technology, 14(4). https://ijaseit.insightsociety.org/index.php/ijaseit/article/view/20174
Prahasta, E. (2001). Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: Informatika. https://e-library.poltekbangsby.ac.id/index.php?p=show_detail&id=43
Prasetyo, D. J., & Dibyosaputro, S. (2014). Kajian Kerawanan Longsor Lahan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process dan Sistem Informasi Geografis di DAS Ijo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 3(3), 1–10. https://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/629
Purnama, S. M., & Malolok, A. R. S. (2022). Pemetaan Bahaya Erosi di Area Lingkar Tambangan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Geoid, 18(1), 112-123. http://dx.doi.org/10.12962%2Fj24423998.v18i1.13525
Radjak, V. R., Rahim, Y., & Rahman, R. (2024). Erosion Prediction using Universal Soil Loss Equation (USLE) in Posigadan District, South Bolaang Mongondow Regency. Celebes Agricultural, 5(1), 42-51. https://doi.org/10.52045/jca.v5i1.864
Sahido, W. P. M., Rahim, Y., Dude, S., & Rahman, R. (2025). Prediksi Erosi Menggunakan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Agrotek: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 9(1), 92-103. https://doi.org/10.33096/agrotek.v9i1.715
Sa’pang, R. O., Balamba, S., & Sumampouw, J. E. R. (2015). Pengaruh Jenis Tanah terhadap Kestabilan Struktur Embankment di Daerah Reklamasi (Studi Kasus: Malalayang). Sipil Statik, 3(9), 1689–1699. https://doi.org/10.35793/jts.v13i62.8173
Triatmodjo, B. (2016). Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset. https://search-lib.ums.ac.id/bib/63746
Wischmeier, W. H., & Smith, D. D. (1978). Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide to Conservation Planning (No. 537). USDA, Science and Education Administration. https://hero.epa.gov/reference/624965/
Yuliawan, K., & Wilson, J. (2025). Pemanfaatan ArcGIS untuk Analisis Erosi Tanah di Kabupaten Nabire Menggunakan Metode USLE. Informasi (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi), 17(2), 214-230. https://doi.org/10.37424/informasi.v17i2.428
Yuningsih, S. M., Raharja, B., Sudono, I., & Fauzi, F. (2012). Estimasi Laju Erosi pada Beberapa Daerah Tangkapan Air Waduk di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dengan Sistem Informasi Geografi. Jurnal Sumber Daya Air, 8(1), 39-52. https://doi.org/10.32679/jsda.v8i1.355
Yuwono, S. B., Tribiyono, B., & Banuwa, I. S. (2018). Estimasi Erosi dan Potensi Sedimen Bendungan Batutegi di DAS Sekampung Hulu dengan Metode SDR. Jurnal Hutan Tropis, 6(2), 161-169. http://dx.doi.org/10.20527/jht.v6i2.5404
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms (Penulis yang mengajukan publikasi artikel telah menyetujui hal berikut):
- Through this publication, the author agree to submit the copyright of article writing to Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil. This copyright submission takes the form of, but is not limited to: reproduction of the article and parts therein, including photographic reproductions; distribution of articles through printed and electronic documents; and translation of articles(Bahwa melalui publikasi ini, hak cipta penulisan artikel diserahkan kepada Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil. Penyerahan hak cipta ini berupa, namun tidak terbatas pada: perbanyakan artikel dan bagian di dalamnya, termasuk reproduksi fotografi; penyebarluasan artikel melalui dokumen cetak dan elektronik; serta penterjemahan artikel).
- The authors agree to the terms of the Copyright Notice, according to Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License., which will apply to this article if and when it is published by Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil. (Para penulis setuju dengan ketentuan Pemberitahuan Hak Cipta, sesuai dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0., yang akan berlaku untuk artikel ini jika dan ketika diterbitkan oleh Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)











