Manajemen Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan: Penguatan Kurikulum Berbasis Industri di Sekolah Menengah Kejuruan
DOI:
https://doi.org/10.32832/fikrah.v10i1.24523Abstract
Transformasi industri yang pesat, yang didorong oleh digitalisasi dan inovasi teknologi, telah meningkatkan permintaan akan lulusan kejuruan yang memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Penelitian ini mengkaji peran pengelolaan kurikulum dalam memperkuat kurikulum berbasis Bisnis dan Industri (DUDI) di sekolah menengah kejuruan serta mengeksplorasi bagaimana pendidikan kejuruan dan model Teaching Factory berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan lulusan. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka kualitatif dengan menganalisis artikel jurnal ilmiah, buku akademik, kebijakan pemerintah, dan publikasi relevan lainnya. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui seleksi sistematis, sintesis, dan interpretasi kritis. Temuan menunjukkan bahwa manajemen kurikulum yang efektif memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan industri melalui penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis kompetensi, penerapan Teaching Factory, serta pengalaman pembelajaran berbasis kerja. Strategi-strategi terintegrasi ini meningkatkan relevansi pendidikan kejuruan, memperkuat kompetensi profesional siswa, dan mempersiapkan lulusan dengan lebih baik untuk merespons perubahan teknologi serta tuntutan dinamis tenaga kerja industri.
Keywords: Manajemen Kurikulum DUDI; Pendidikan Kejuruan; Teaching Factory
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














