MAPPING OF PROTO VILLAGE COMMUNITY HEALTH CONDITIONS KEDUNGWUNI SUB-DISTRICT, PEKALONGAN DISTRICT

Penulis

  • Rizka Maulia Universitas Jenderal Soedirman
  • Agatha Sih Piranti Universitas Jenderal Soedirman
  • Budi Aji Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.32832/hearty.v12i1.8396

Abstrak

A person's level of health is influenced by four factors, namely, heredity, environment, behavior and health services, where environmental factors have the greatest role. In Proto Village, based on data from the Village Health Polyclinic, most environmental-based diseases were found, such as ISPA, diarrhea and skin diseases. Information on the distribution of disease in Proto Village can be done using Geographic Information System (GIS) technology in the form of a thematic maps. This research aims to map the distribution of environmental-based diseases in Proto Village with a Geographic Information System (GIS) approach. The type of research is qualitative, case study design with a Geographic Information Systems (GIS) approach. The research location is in Proto Village, Kec. Kedungwuni, Kab. Banjarnegara. The research was conducted in August 2021 - August 2022. The research instruments were GIS software, data on the health conditions of the Proto Village community. Descriptive data analysis methods overlay techniques and scoring techniques. Based on the results of the disease distribution mapping analysis, two RWs in Proto Village are in vulnerable status, namely RW 2 and RW 3, while RW 1 is not in vulnerable status. The distribution pattern of ARI diseases is clustered in RW 3 and random in RW 1 and RW 2. The distribution pattern of diarrhea disease is random, while the distribution pattern of skin diseases is clustered. Based on the condition of well water quality, ARI disease is not caused by water quality, viruses, dust, lack of open ventilation. Diarrhea is caused by water quality and climate change, while skin disease is caused by water quality, personal hygiene, overcrowding and lack of ventilation.

Referensi

Hilda AM, Elly MJ, Pamungkas WNC. Penentuan Wilayah Rawan Penyakit Berbasis Lingkungan Di Jakarta Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal PETIR. 2016;4(6):95–101.

Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta; 2003. 3–410 p.

Purnama SG. Penyakit Berbasis Lingkungan. 2016. 3–156 p.

Syina HR. Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Dan Willingness To Accept Masyarakat Akibat Kegiatan Industri Logam Berbahan Baku Limbah Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Dukuh Klambon, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2017.

Prasetio Y, Haryanto H. Visualisasi Berbasis Naive Bayes untuk Pemetaan Penyebaran Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Jurnal Ilmiah SISFOTENIKA. 2017;7(1):74–84.

Citrapancayudha DR, Soetarto E. Biodegradation of Wax Residue on Semi-Solid Waste of Batik Industry by Bacteria. Proceeding Biology Education Conference. 2016;13(1):800–6.

Wahistina R, Ellyke, Pujiati RS. Analisis Perbedaan Penurunan Kadar BOD Dan COD Pada Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Zeolit (Studi Di Pabrik Tahu Di Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember). [Jember]: Universitas Jember; 2013.

Rahmanti AR, Kurniawan A, Prasetyo N. Sistem Informasi Geografis: Trend Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Bidang Terkait Kesehatan. Seminar Nasional Informatika Medis III (SNIMed III). 2012.

Dwi S. Pemetaan Persebaran Penyakit Di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Tahun 2013. Jurnal Penelitian Geografi. 2015;3(2):1–10.

Arrowiyah. Spatial Pattern Analysis Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue untuk Informasi Early Warning Bencana di Kota Surabaya. [Surabaya]: Institut Teknologi Sepuluh Nopember ; 2011.

Pujiani TR, Siwiendrayanti A. Hubungan Penggunaan APD Masker, Kebiasaan Merokok Dan Volume Kertas Bekas Dengan ISPA. Unnes Journal of Public Health. 2017;6(3):185–8.

Utami N, Luthfiana N. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Diare Pada Anak. Jurnal MAJORITY. 2016;5(4):101–6.

Putri DD, Furqon MT, Perdana RS. Klasifikasi Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Binary Decision Tree Support Vector Machine (BDTSVM) (Studi Kasus: Puskesmas Dinoyo Kota Malang). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. 2018;2(5):1912–20.

Wulandari DE, Widayani P. Pengaruh Kondisi Kualitas Lingkungan Fisik Permukiman Terhadap Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita Berbasis Citra Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi Dan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada; 2019.

Rahman, Ma'wa SN. Pemetaan Penyakit Berbasis Lingkungan Di Pulau Saugi Kabupaten Pangkep. Jurnal Kesehatan Tadulako. 2015;1(2):72–8.

Guantari NL, Indrayani AW, Sumardika IW. Perbandingan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Puskesmas I Ubud Dan Puskesmas II Denpasar Selatan Januari-Oktober 2012. Jurnal Medika Udayana. 2012;4(6):1–8.

Fitra M, Awaluddin, Doni AW, Dismo K. Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Di Sekolah Dasar Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2020 Oct 31;10(2):60–7.

Putri P, Mantu MR. Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon Periode Juli-Agustus 2016. Tarumanagara Medical Journal. 2019;1(2):389–94.

Maulana LH. Pengaruh Pencahayaan Terhadap Penularan Penyakit ISPA Di Wilayah Puskesmas Bantarkawung. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;7(1):1–4.

Manan C, Darmasetiawan H, Irmansyah, Sutikno. Dampak dan Upaya Antisipasi Penyimpangan Iklim Khususnya Sektor Pertanian dan Kesehatan. [Bogor]: Institut Pertanian Bogor; 2004.

Susiati H. Evaluasi Prevalensi Penyakit Di Sekitar Calon Tapak PLN, Semenanjung Muria, Jepara. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. 2004;6(1):35–47.

Hanum NL, Saraswati E, Widayani P. Pemetaan Data Penyakit Menular Di Kota Semarang (Studi Kasus: Penyakit DBD, Diare, Pneumonia, dan TB Paru+). Jurnal Bumi Indonesia . 2013;2(2):162–71.

Langit LS. Hubungan Kondisi Sanitasi Dasar Rumah dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rembang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4(2):160–5.

Rachmawati H, Raharjo M, Lanang H. Pengaruh Kondisi Fisik Sumur dan Penurunan Kualitas Air (BOD) terhadap Kejadian Penyakit (Studi Kasus IndustrixSoun di DesaxManjung Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten). Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2019;18(2):20–2.

Pertiwi JF, Sari FE, Aryastuti N. Pengaruh Variabilitas Iklim Terhadap Kejadian Diare Di Kota Bandar Lampung Tahun 2018-2019. Jurnal Dunia Kesmas. 2021;10(1):158–67.

Ernyasih. Hubungan Iklim (Suhu Udara dan Kecepatan Angin) Dengan Kasus Diare Di DKI Jakarta Tahun 2010-2014. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan. 2016;12(2):116–20.

Idayani TN, Windraswara R, Prameswari GN. Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan Dengan Kejadian Kusta Di Wilayah Pesisir. Jurnal HIGEIA. 2017;1(4):120–30.

Putri RW, Musfirah. Hubungan Kualitas Air (pH) Dan Personal Hygiene Dengan Keluhan Penyakit Kulit Di Desa Sumberrahayu Kecamatan Moyudan kabupaten Sleman Yogyakarta. [Yogyakarta]: Universitas Ahmad Dahlan; 2020.

Sugiester FS, Joko T, Nurjazuli. Kualitas Sumur Gali Dan Personal Hygiene Berhubungan Dengan Gangguan Kesehatan Kulit Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;8(1):63–72.

Sajida A, Santi DN, Naria E. Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Keluhan Penyakit Kulit Di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Debai Kota Medan Tahun 2012. Jurnal Lingkung dan Kesehatatan Kerja. 2012;2(2):1–8.

Noviandi. Analisis Risiko Kandungan Mangan Pada Air Minum Dari Sumur Gali Terhadap Parkinson Like Syndrome Di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2012.

Baros WZH. Analisis Sanitasi Lingkungan Dan Riwayat Penyakit Pada Permukiman Kumuh Di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2021.

Diterbitkan

2024-01-31

Cara Mengutip

Maulia, R., Piranti, A. S., & Aji, B. (2024). MAPPING OF PROTO VILLAGE COMMUNITY HEALTH CONDITIONS KEDUNGWUNI SUB-DISTRICT, PEKALONGAN DISTRICT. HEARTY, 12(1), 16–26. https://doi.org/10.32832/hearty.v12i1.8396

Terbitan

Bagian

Artikel