Model pengajaran adab untuk generasi Z dan alpha
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i1.22666Keywords:
etika digital, generasi Z dan Alpha, model pembelajaran, pendidikan adab, pendidikan IslamAbstract
Generation Z and Generation Alpha are cohorts that grow and develop in a digital environment, characterized by intensive use of technology, rapid access to information, and interaction patterns that largely take place in online spaces. These characteristics present particular challenges for the teaching of adab (moral conduct) in Islamic educational institutions, as normative values of adab have not been fully internalized into students’ daily behavior, especially in digital contexts. This study aims to formulate and analyze a model of adab teaching that is relevant to the characteristics of Generation Z and Generation Alpha within the framework of Islamic education. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research on scholarly literature and educational policy documents, complemented by limited observation of adab teaching practices in several Islamic educational institutions. Data were analyzed using content analysis and critical synthesis techniques. The findings indicate that the main problem in adab education lies in the weak process of internalization and habituation of values due to the dominance of cognitive-oriented approaches and the lack of integration of adab into digital spaces. Based on these findings, the study proposes the A.D.A.B. Teaching Model (Adaptive, Digital, Activative, and Habit-Based) as a contextual and sustainable pedagogical approach that responds to the challenges of the digital generation.
Abstrak
Generasi Z dan Generasi Alpha merupakan kelompok generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital, ditandai dengan intensitas tinggi penggunaan teknologi, akses informasi yang cepat, serta pola interaksi yang banyak berlangsung di ruang daring. Karakteristik tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengajaran adab di lembaga pendidikan Islam, karena nilai adab yang diajarkan secara normatif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku keseharian peserta didik, khususnya dalam konteks digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan menganalisis model pengajaran adab yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan, yang dipadukan dengan observasi terbatas pada praktik pembelajaran adab di beberapa satuan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dan sintesis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama pendidikan adab terletak pada lemahnya proses internalisasi dan pembiasaan nilai akibat dominasi pendekatan kognitif serta belum terintegrasinya adab dalam ruang digital. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan Model Pengajaran Adab A.D.A.B. (Adaptif, Digital, Aktivatif, dan Berbasis Kebiasaan) sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan generasi digital.
References
Al-Attas, S. M. N. (2018). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Kuala Lumpur, Malaysia: ISTAC.
Arifin, Z. (2021). Pendidikan karakter di era digital: Tantangan dan strategi pembelajaran nilai. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–160. https://doi.org/10.14421/jpi.2021.102.145-160
Hasanah, U. (2022). Etika bermedia digital dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1), 101–118. https://doi.org/10.14421/jpai.2022.191.101-118
Hidayat, N., & Suyadi. (2020). Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di era revolusi industri 4.0. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v11i1.3452
Komala, R. (2023). Model pembelajaran adab berbasis refleksi moral dalam pendidikan Islam. Edukasia Islamika, 8(1), 33–48. https://doi.org/10.28918/jei.v8i1.5678
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan pembelajaran dan asesmen. Jakarta: Kemdikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemdikbudristek.
Lickona, T. (2020). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. New York, NY: Touchstone.
Ma’arif, S. (2023). Pendidikan Islam dan tantangan generasi Alpha di era digital. Al-Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 77–94. https://doi.org/10.22515/attarbawi.v9i1.6123
Nasr, S. H. (2019). Islam and the modern world: Tradition, change, and challenges. Chicago, IL: Kazi Publications.
Prensky, M. (2020). Digital natives revisited: From digital wisdom to digital citizenship. Educational Technology, 60(3), 15–22.
Rahman, F. (2021). Moral education and Islamic pedagogy: Contemporary perspectives. Journal of Islamic Studies, 12(1), 55–70. https://doi.org/10.1093/jis/etab004
Suyadi, & Widodo, H. (2019). Pendidikan Islam dan krisis moral generasi digital. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 24(2), 141–156. https://doi.org/10.19109/tjie.v24i2.3245
Yusuf, M. (2024). Pembelajaran adab berbasis teknologi digital di madrasah. Jurnal Pendidikan Madrasah, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.14421/jpm.2024.31.1-16
Zubaedi. (2021). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lidia Trisna Sari, Irma Aryesi, Elvi Eli, Yosep Dajascan, Fitra Leni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


