Manajemen pondok pesantren berbasis kearifan lokal di Lombok

Authors

  • Wildan STIT Al-Aziziyah Kapek Gunungsari Lombok Barat

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23085

Keywords:

Manajemen Pesantren, Kepemimpinan Tuan Guru, Kearifan Lokal Sasak

Abstract

This study aims to analyze the management of Islamic boarding schools based on Lombok’s local wisdom within the context of Sasak society. Islamic boarding schools in Lombok function not only as Islamic educational institutions but also as socio-cultural institutions that grow & evolve alongside local values. This study employs a qualitative approach with a field study design, involving tuan guru, pesantren administrators, students, & community leaders as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, & document analysis, & were subsequently analyzed thematically. The results indicate that pesantren management in Lombok operates as a socio-cultural system rooted in Sasak local wisdom. The leadership of the tuan guru plays a central role in establishing managerial legitimacy, mobilizing resources, & bridging local traditions with the demands of modernization. The functions of planning, organizing, & supervising the pesantren are carried out flexibly through participatory mechanisms, trust-based approaches, & humanistic social-customary controls. Additionally, the pesantren is able to selectively integrate modern management principles without losing its cultural & religious identity.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pondok pesantren berbasis kearifan lokal Lombok dalam konteks masyarakat Sasak. Pesantren di Lombok tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam, tetapi juga sebagai institusi sosial-budaya yang tumbuh dan berkembang bersama nilai-nilai lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan, yang melibatkan tuan guru, pengelola pesantren, santri, dan tokoh masyarakat sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren di Lombok dijalankan sebagai sistem sosial-budaya yang berakar pada kearifan lokal Sasak. Kepemimpinan tuan guru memiliki peran sentral dalam membangun legitimasi manajerial, menggerakkan sumber daya, serta menjembatani tradisi lokal dengan tuntutan modernisasi. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan pesantren dilaksanakan secara fleksibel melalui mekanisme partisipatif, berbasis kepercayaan, dan kontrol sosial-adat yang bersifat humanis. Selain itu, pesantren mampu mengintegrasikan prinsip manajemen modern secara selektif tanpa menghilangkan identitas budaya dan religiusnya.

References

Arwani, R., & Zainuri, A. (2025). Manajemen pesantren berbasis kearifan lokal di Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung Malang. Ta’lim: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 4(1), 25–38.

Asyhari, M. S., & Budianto, K. (2025). Integrasi nilai-nilai tradisional dan manajemen modern dalam transformasi kelembagaan pesantren: Studi multi-kasus pada pesantren unggulan di Indonesia. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 9(4), 1096–1115.

Azizah, H. N., Muchtar, N. E. P., & Putra, F. T. (2023). Pesantren as a pillar of Islamic civilization development in Indonesia. Academicus: Journal of Teaching & Learning, 2(1), 9–15. https://doi.org/10.59373/academicus.v2i1.19

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Fauzi, A. (2025). Guruku orang tuaku. CV Eureka Media Aksara.

Ghofur, A., Sobirin, M. S., Hasanah, U., & Alfaizah, Z. (2026). Modernisasi pesantren dalam pendidikan Islam kontemporer: Manajemen, sosiologi, dan aksiologi budaya lokal. EDUSHOPIA: Journal of Progressive Pedagogy, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.64431/edushopia.v3i1.484

Hafidh, Z., Kadarsah, D., & Nurdin, N. (2025). Peran interpersonal kiai dalam peningkatan kualitas pondok pesantren: Studi kasus Pondok Pesantren Ar-Risalah Ciamis. Jurnal Tahsinia, 6(4), 585–597.

Hakim, L. (2023). Pesantren as the identity of Islamic and cultural education in West Java. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 15(4), 4578–4586. https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i4.3369

Hilmi, M. Z. (2015). Nilai-nilai kearifan lokal dalam perilaku sosial anak-anak remaja di Desa Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. JESS (Journal of Educational Social Studies), 4(1).

Ikbal, M., Pohan, A. J., & Nasution, S. (2021). Pergumulan sistem pesantren: Transformasi menuju identitas baru. Suryadi Nasution.

Khozaini, F. A., & Mundiri, A. (2024). Mewujudkan transformasi digital berbasis kearifan lokal: Strategi cerdas menuju sistem tata kelola unggul. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 383–392. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3636

Mahsar, M. (2023). Efektivitas gaya kepemimpinan tuan guru dalam tata kelola pondok pesantren. MANAZHIM, 5(2), 1147–1170. https://doi.org/10.36088/manazhim.v5i2.3746

Makki, M., Najib, K. H., & Hakim, M. (2025). Connections between religious leaders and communities: The role of Tuan Guru in mobilizing community participation in Indonesia. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 10(1), 15–29.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Naamy, N. (2023). Transformasi sosial dakwah tuan guru: Dari tradisional menuju era digital. Ulul Albab: Journal Dawah & Social Religiosity, 1(1), 68–80.

Royani, A., & Noviani, D. (2024). Peran pondok pesantren dalam pengembangan masyarakat di era globalisasi. TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 124–145. https://doi.org/10.53649/taujih.v5i02.640

Sofa, A., Anwar, K., & Shalahudin, S. (2025). Manajemen strategi dalam pendidikan pesantren dari grand design serta control dan eksekusi. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 75–84.

Sopwandin, I. (2025). Manajemen pesantren: Konsep dan strategi pengelolaan pesantren berdaya saing. Selat Media.

Sugandi, A., Tanjung, H. B., & Rusli, R. K. (2017). Peran pondok pesantren modern dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tadbir Muwahhid, 1(2), 99–108. https://doi.org/10.30997/jtm.v1i2.950

Sunardi. (2024). Manajemen pendidikan Islam: Teori pengantar. Zahir Publishing.

Sunardi, H. (2024). Peran Pondok Pesantren Darul Kamal Nahdlatul Wathan dalam mendorong pembangunan pendidikan Islam di pedesaan. Research Journal of Islamic Education Management, 7(1), 70–82.

Sunardi, S., Utama, W. K., & Munir, M. (2024). Strategi mutu pesantren dan tantangan dekadensi moral di tengah geliat artificial intelligence. Jurnal Manajemen dan Budaya, 4(2), 102–110. https://doi.org/10.51700/manajemen.v4i2.694

Wahono, M., & Alami, F. W. (2026). Pesantren di era globalisasi: Transformasi modal sosial dan kewarganegaraan komunitarian di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon. Integralistik, 37(1), 12–26. https://doi.org/10.15294/integralistik.v37i1.27691

Zuhdi, M. H. (2018). Kearifan lokal suku Sasak sebagai model pengelolaan konflik di masyarakat Lombok. Mabasan, 12(1), 64–85.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Wildan. (2026). Manajemen pondok pesantren berbasis kearifan lokal di Lombok. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(3), 744–755. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23085

Issue

Section

Articles