Implementasi kurikulum berbasis cinta sebagai preventif radikalisme siswa
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23185Keywords:
kurikulum berbasis cinta, karakter multikultural, radikalisme, pendidikan Islam, madrasahAbstract
This study examines the implementation of the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) in shaping students’ multicultural character as a preventive strategy against radicalism at MTs Favorit Darut Taqwa Ngembeh Mojokerto. Radicalism remains a significant ideological challenge in Indonesia, particularly among adolescents who are vulnerable to exclusive and intolerant religious interpretations. This research employs a qualitative approach with a case study design to explore the integration of values within educational practices. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that the implementation of KBC systematically integrates values of compassion (rahmah), tolerance (tasamuh), justice (‘adl), and humanity (insaniyah) into classroom instruction and madrasa culture. Teachers play a central role as role models in internalizing these values through dialogical and contextual learning processes. Furthermore, the madrasa environment supports the habituation of inclusive and empathetic behavior among students. The study concludes that KBC is effective in fostering multicultural character and strengthening students’ resilience against radical ideologies. These findings highlight the importance of value-based education in promoting inclusive, peaceful, and socially cohesive learning environments.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembentukan karakter multikultural sebagai upaya preventif terhadap radikalisme peserta didik di MTs Favorit Darut Taqwa Ngembeh Mojokerto. Radikalisme masih menjadi tantangan ideologis yang signifikan di Indonesia, khususnya di kalangan remaja yang rentan terhadap pemahaman keagamaan yang eksklusif dan intoleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk mengkaji secara mendalam integrasi nilai-nilai dalam praktik pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC mengintegrasikan nilai kasih sayang (rahmah), toleransi (tasamuh), keadilan (‘adl), dan kemanusiaan (insaniyah) secara sistematis dalam pembelajaran dan kultur madrasah. Guru berperan sebagai teladan dalam internalisasi nilai melalui pembelajaran dialogis dan kontekstual. Selain itu, lingkungan madrasah mendukung pembiasaan perilaku inklusif dan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KBC efektif dalam membentuk karakter multikultural dan memperkuat ketahanan peserta didik terhadap radikalisme.
References
Al-Ghazali. (1993). Ihya’ ulum al-din. Beirut, Lebanon: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Zarnuji. (2003). Ta’lim al-muta’allim. Beirut, Lebanon: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Azra, A. (2020). Moderasi Islam di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2023). Indeks potensi radikalisme di Indonesia tahun 2023. Jakarta, Indonesia: Author.
Banks, J. A. (2004). Multicultural education: Historical development, dimensions, and practice. Boston, MA: Allyn & Bacon.
Banks, J. A. (2015). An introduction to multicultural education (5th ed.). Boston, MA: Pearson.
Bungin, B. (2015). Penelitian kualitatif. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2025). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta, Indonesia: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Fahmi, A., & Huda, M. (2018). Holistic approach in character education. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 45–59.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam: Pedoman kurikulum. Jakarta, Indonesia: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta, Indonesia: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.
Marshall, C., & Rossman, G. B. (2016). Designing qualitative research (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metode penelitian kualitatif (Rev. ed.). Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya.
Muqoyyidin, A. W. (2021). Kesadaran multikultural dalam pendidikan Islam sebagai strategi deradikalisasi. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 114–125.
Nata, A. (2013). Akhlak tasawuf dan karakter mulia. Jakarta, Indonesia: Rajawali Press.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Sutiyono. (2023). Strategi pendidikan multikultural dalam menangkal paham radikalisme di lingkungan pendidikan Islam. Jurnal Studi Islam dan Kemanusiaan, 11(1), 12–25.
Yusuf, A. (2020). Pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural. Surabaya, Indonesia: Unesa Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muslikh, Anang Sholikhudin, Ahmad Ma’ruf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



