Modernisasi pendidikan Islam dalam perspektif Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan: Studi komparatif dan implikatif

Authors

  • Afri Fauzan Akbar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Eva Dewi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23372

Keywords:

Modernisasi Pendidikan Islam, Rasionalisasi Pendidikan, Integrasi Kurikulum, Kontekstualisasi Ajaran Islam, Pemikiran Tokoh Islam

Abstract

This research phenomenon is motivated by the persistent dichotomy between religious and general knowledge and the low relevance of Islamic education in responding to the demands of modern times. This condition encourages the need for an in-depth study of the concept of modernization of Islamic education that is not only normative, but also adaptive and contextual. This study aims to analyze and compare the concept of modernization of Islamic education from the perspectives of Muhammad Abduh and KH. Ahmad Dahlan and examine its implications for the development of contemporary Islamic education. This study uses a qualitative approach with library research. Data were obtained through documentation techniques using primary sources in the form of the works of Muhammad Abduh and KH. Ahmad Dahlan, as well as secondary sources such as books, journal articles and relevant dissertations. The data analysis technique used content analysis with the interactive model of Miles and Huberman. The results of the study indicate that the modernization of Islamic education from the perspectives of both figures shares a similar spirit of renewal, but differs in its implementation approach. Three main themes were identified: rationalization of education, curriculum integration, and contextualization of Islamic teachings. Muhammad Abduh emphasized renewal in the conceptual and epistemological aspects through strengthening rationality and ijtihad, while KH. Ahmad Dahlan implemented this idea practically through Muhammadiyah's integrative and socially oriented education system. These findings confirm that the modernization of Islamic education is a dynamic process that integrates traditional values ​​with the demands of modernity. This research has implications for strengthening the theoretical framework of integrative Islamic education and provides practical contributions to the development of more adaptive curricula, educational policies, and learning innovations.

Abstrak

Fenomena penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta rendahnya relevansi pendidikan Islam dalam menjawab tuntutan perkembangan zaman. Kondisi ini mendorong perlunya kajian mendalam mengenai konsep modernisasi pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga adaptif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep modernisasi pendidikan Islam dalam perspektif Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap sumber primer berupa karya-karya Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal dan disertasi yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis konten dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan Islam dalam perspektif kedua tokoh memiliki kesamaan dalam semangat pembaruan, namun berbeda dalam pendekatan implementasinya. Terdapat tiga tema utama yang ditemukan, yaitu rasionalisasi pendidikan, integrasi kurikulum, dan kontekstualisasi ajaran Islam. Muhammad Abduh menekankan pembaruan pada aspek konseptual dan epistemologis melalui penguatan rasionalitas dan ijtihad, sedangkan KH. Ahmad Dahlan mengimplementasikan gagasan tersebut secara praktis melalui sistem pendidikan Muhammadiyah yang integratif dan berorientasi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa modernisasi pendidikan Islam merupakan proses dinamis yang mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modernitas. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kerangka teoretis pendidikan Islam integratif serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum, kebijakan pendidikan, dan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif.

References

Ahmad, S., Umirzakova, S., Mujtaba, G., Amin, M. S., & Whangbo, T. (2023). Education 5.0: Requirements, enabling technologies, and future directions. Education Research Journal, 3(1), 113–120. Retrieved from http://arxiv.org/abs/2307.15846

Aulia Rizki, A., & Wati, S. (2024). Integrasi ilmu pengetahuan umum dan agama dalam pendidikan Islam modern: Tantangan dan peluang. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(1), 254–259. https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i1.896

Awaluddin, A., & Saputro, A. D. (2020). Rekonstruksi pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam pendidikan Islam berkemajuan. Muaddib: Studi Kependidikan dan Keislaman, 1(2), 182–204. https://doi.org/10.24269/muaddib.v1i2.3360

Nashir, H. (2022). Muhammadiyah: Gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Suara Muhammadiyah.

Hasibuan, I., Harahap, H., & Nasution, F. (2025). Modernization of Islamic education curriculum reform: Reformers (Muhammad Abduh and modernization of Islamic education). Darul ‘Ilmi, 13(2), 200–216.

Junaidi, Sileuw, M., & Faisal. (2023). Integrasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI). Indonesian Journal of Teaching and Teacher Education, 3(2), 40–47. https://doi.org/10.58835/ijtte.v3i2.253

Kurniawan, H., Pratama, B., & Dewi, E. (2024). Perbandingan konsep modernisasi pendidikan Islam perspektif Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(5), 9235–9247.

Lim, W. M. (2025). What is qualitative research? An overview and guidelines. Australasian Marketing Journal, 33(2), 199–229. https://doi.org/10.1177/14413582241264619

Marwiji, M. H., Wahyudin, W., Setiono, J., Qomaruzzaman, B., & Zaqiah, Q. Y. (2024). Integrasi kurikulum pondok pesantren dan madrasah aliyah pada mata pelajaran rumpun pendidikan agama Islam di Alwasilah Lilhasanah Islamic Boarding School. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 2528–2535. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.4100

Maseleno. (2022). Contextual teaching and learning in Islamic education: A framework and application. International Journal of Instruction, 15(1).

Mashudi, M., & Hilman, C. (2024). Digital-based Islamic religious education: A new orientation in enhancing student engagement and spiritual understanding. Global International Journal of Innovative Research, 2(10), 2488–2501. https://doi.org/10.59613/global.v2i10.342

Niyozov, S., & Memon, N. (2011). Islamic education and Islamization: Evolution of themes, continuities and new directions. Journal of Muslim Minority Affairs, 31(1), 5–30. https://doi.org/10.1080/13602004.2011.556886

Rezki, S., & Hulawa, D. E. (2025). Rekonstruksi pendidikan Islam: Analisis pemikiran Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan dalam konteks kontemporer. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 2138–2148.

Teguh Maulana Ihsan, M., Ikbal, M., & Puspika Sari, H. (2025). Integrasi kurikulum pendidikan agama Islam: Menjawab tantangan global dengan landasan filosofis. QAYID: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 104–111. https://doi.org/10.61104/qd.v1i2.436

Usman, A. M., & Umar, M. (2021). Modernisasi pendidikan Islam: Telaah pemikiran Muhammad Abduh. Jurnal Ilmiah Iqra’, 15, 237–258.

Zami, M. R. Z., & Hafizh, M. (2023). Urgensi modernisasi sistem pendidikan pada lembaga pendidikan Islam perspektif KH. Ahmad Dahlan. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2), 171–182. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v10i2.9439

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Akbar, A. F., & Dewi, E. (2026). Modernisasi pendidikan Islam dalam perspektif Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan: Studi komparatif dan implikatif . Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(3), 1004–1013. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23372

Issue

Section

Articles