Psikoedukasi Islami untuk kesehatan mental komunitas hijrah di Majalengka
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23423Keywords:
Psikoedukasi Islami, Kesehatan Mental, Komunitas Hijrah, Participatory Action Research, SRQ 29Abstract
This research and community service project aims to map mental health vulnerability and implement Islamic psychoeducation within the hijrah youth community at the Darul Hijratul Musthofa Foundation, Majalengka. This community faces unique challenges in the form of spiritual transition stressors that intersect with socio-economic pressures. Utilizing Participatory Action Research (PAR), this study involved 50 respondents, with data collected through SRQ-29 screening, Focus Group Discussions (FGD), and observation. Initial screening results revealed a "mental health emergency," where 96% of respondents experienced severe emotional mental disorders. The primary issues for men were "Financial Hijrah Trauma" and anxiety about the future, while women faced body image issues, the impact of toxic parenting, and suicidal ideation. The three-month intervention included: (1) Cultural Da'wah through "Angkringan Talk"; (2) Physical and nature therapy via "Ghirah Subuh & Riding"; and (3) Integrative psychoeducation combining clinical psychology with Sufism values. The results showed a 52% average reduction in distress scores, shifting the participants' mental health status from severe disorders to a stable/mild category. In conclusion, a participatory psycho-social-spiritual approach is highly effective in building resilience and creating an inclusive social support system for youth undergoing spiritual transition.
Abstrak
Penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan memetakan kerentanan mental dan menerapkan psikoedukasi Islami pada komunitas pemuda hijrah di Yayasan Darul Hijratul Musthofa, Majalengka. Komunitas ini menghadapi tekanan unik berupa stresor transisi spiritual yang berbarengan dengan masalah sosio-ekonomi. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), studi ini melibatkan 50 responden dengan pengumpulan data melalui skrining SRQ-29, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Hasil skrining awal menunjukkan "darurat kesehatan mental", di mana 96% responden mengalami gangguan emosional berat. Masalah utama laki-laki adalah "Trauma Hijrah Finansial" dan kecemasan masa depan, sedangkan perempuan menghadapi masalah body image, dampak toxic parenting, hingga ideasi bunuh diri. Intervensi selama tiga bulan meliputi: (1) Dakwah kultural melalui "Angkringan Talk"; (2) Terapi fisik dan alam lewat "Ghirah Subuh & Riding"; serta (3) Psikoedukasi integratif yang menggabungkan psikologi klinis dan nilai tasawuf. Hasilnya menunjukkan penurunan skor distres rata-rata sebesar 52%, yang mengubah status kesehatan mental peserta dari gangguan berat menjadi stabil/ringan. Kesimpulannya, pendekatan psiko-sosial-spiritual yang partisipatif sangat efektif dalam membangun resiliensi dan menciptakan sistem dukungan sosial inklusif bagi pemuda yang berhijrah.
References
Center for Reproductive Health, University of Queensland, & Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. (2022). Indonesia–National adolescent mental health survey (I-NAMHS): Laporan penelitian. Indonesia: Pusat Kesehatan Reproduksi.
Cornish, F., Breton, N., Moreno-Tabarez, U., Delgado, J., Rua, M., de-Graft Aikins, A., & Hodgetts, D. (2023). Participatory action research. Nature Reviews Methods Primers, 3(1), 34.
Dzulraidi, D. H., Razak, M. S. A., Noor, U. M., & Malek, M. D. A. (2025). Ecotherapy in the Tibb Nabawi perspective: An initial approach to holistic mental health. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(17), 8–15.
Farchan, Y., & Rosharlianti, Z. (2021). The trend of hijrah: New construction of urban millennial Muslim identity in Indonesia. The Sociology of Islam, 4(2), 182–205. https://doi.org/10.15642/jsi.2021.4.2.182-205
Fauzi, A., & Nurhaliza, S. (2025). Budaya religius komunitas hijrah di perkotaan. Jurnal Adab dan Peradaban Islam, 1(2), 41–52.
Harahap, M. Y. P., & Hendra, H. (2023). Penerapan konsep kesehatan jiwa Imam Al-Ghazali dalam bimbingan dan konseling Islam. JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Auditing), 3(2), 267–277. https://doi.org/10.56696/jaka.v3i2.8848
I-NAMHS Final Report Bahasa Indonesia Rev2. (n.d.). I-NAMHS final report Bahasa Indonesia Rev2.
Masters, R. A. (2010). Spiritual bypassing: When spirituality disconnects us from what really matters. Berkeley, CA: North Atlantic Books.
Nafi, D. (2025). Participatory action research (PAR): Metode, praktik, dan transformasi komunitas. Hasfa.
Nuraeni, N., Ramdani, F., & Trimulato, T. (2022). Fenomena hijrah pegawai bank pada komunitas XBank di Kota Makassar. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 11(2), 169–183.
Rahmawaty, F., Silalahi, R. P., T., B., & Mansyah, B. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental pada remaja: Factors affecting mental health in adolescents. Jurnal Surya Medika, 8(3), 276–281. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i3.4522
Rowina, S. (2024). Over-admiring celebrity in the perspective of Islam. Jurnal Perempuan dan Anak, 7(1), 29–36.
Thompson, J. B. (2015). Kritik ideologi global: Teori sosial kritis tentang relasi ideologi dan komunikasi. Yogyakarta, Indonesia: IRCiSoD.
Umar Yusuf, & Permana, R. H. (2025). Kesehatan mental dalam perspektif umum dan Islam. Bandung, Indonesia: Unisba Press.
Wulandari, F. Y., Sabrina, S., Intan, I., Ariani, T., & Syam, H. (2025). Tekanan ekonomi dan dampaknya terhadap kesehatan mental anggota keluarga. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 84–95.
Zawra, A. Y. A., Putri, E. N., Damayanti, F., Anggraini, P., & Amalia, E. (2024). Self-harming behavior in borderline personality disorder (BPD). Jurnal Biologi Tropis, 24(1), 295–302.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 A Syathori, Rama Ramdani Gumilar, Iwan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



