Analisis faktor internal dan eksternal penurunan jumlah peserta didik madrasah Diniyah Al-Ikhsaniyah
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.24011Keywords:
faktor internal, faktor eksternal, full day school, madrasah diniyah, peserta didikAbstract
This study aims to analyze the internal and external factors driving student attrition at Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ikhsaniyah, Brebes. Using a qualitative descriptive field research approach, primary data were gathered through interviews with the headmaster, teachers, parents, and drop-out students. Secondary data were collected from institutional archives. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Internally, the decline is caused by inadequate physical infrastructure for lower grades, causing spatial discomfort, and rigid, monotonous pedagogical methods that induce student burnout. Externally, the primary determinant is the shift in parental preference toward Full Day School-based elementary schools offering better facilities and integrated religious curricula. This shift causes daily cognitive fatigue for remaining students, leading to age-polarized peer delinquency: younger students drop out due to bullying trauma, while older students actively engage in mass truancy. This complexity is exacerbated by a parental monitoring gap among agricultural laborers, leading to a permissive stance to reduce domestic expenditures. In conclusion, managing student retention requires a transition toward interactive learning media and structured parent-teacher communication.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ikhsaniyah Desa Kupu, Kabupaten Brebes. Menggunakan metode deskriptif kualitatif lapangan, data primer dihimpun via wawancara bersama kepala madrasah, ustadz, wali murid, dan eks-santri, sementara data sekunder diperoleh dari arsip lembaga. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman. Secara internal, penurunan kuantitas dipicu oleh defisiensi kenyamanan spasial akibat kerusakan sarana fisik gedung kelas bawah (kelas persiapan hingga kelas 2) serta rigiditas metodologi pengajaran ustadz yang monoton sehingga memicu saturasi mental santri. Secara eksternal, pergeseran preferensi orang tua ke sekolah formal berbasis Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School) menjadi determinan utama. Implikasinya melahirkan kelelahan kognitif harian bagi santri yang bertahan, yang memicu kenakalan teman sebaya terpolarisasi usia: santri usia dini mundur karena trauma perundungan (bullying), sedangkan santri kelas atas melakukan aksi membolos massal karena hilangnya rasa takut pada otoritas. Hambatan ekonomi buruh tani turut melahirkan celah kosong pengawasan, memicu sikap pasrah orang tua meluluskan keinginan anak berhenti sekolah demi mereduksi pengeluaran domestik.
References
Azizah, S. (2020). Dampak psikologis kebijakan full day school terhadap kelelahan mental santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Jurnal Edukasi Islami, 9(3), 142–155.
Barnawi, & Arifin, M. (2017). Manajemen sarana dan prasarana sekolah. Ar-Ruzz Media.
Dalyono, M. (2015). Psikologi pendidikan. Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. (2014). Pola asuh orang tua dan komunikasi dalam keluarga. Rineka Cipta.
Fathurrahman. (2025). Problematika pembelajaran monoton pada Madrasah Diniyah Takmiliyah. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 50–63.
Hasibuan, A. A. (2021). Variasi gaya mengajar guru dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa. Jurnal Kependidikan Islam, 11(2), 115–128.
Husaini, A. (2018). Pendidikan Islam: Mewujudkan generasi gemilang menuju negara adidaya 2045. Yayasan Pendidikan Islam At-Taqwa Depok.
Indra, H. (2019). Revitalisasi pendidikan keagamaan Islam era digital 4.0. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 278–288.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muhaimin. (2015). Manajemen pendidikan Islam: Strategi mengelola lembaga pendidikan Islam. Prenadamedia Group.
Munir, A. (2023). Disrupsi aktivitas bermain terhadap penurunan motivasi belajar keagamaan anak usia dasar. Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 11(2), 88–101.
Rohmatun, S. (2021). Analisis manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah. Jurnal Idarah Tarbawiyah, 2(1), 22–35.
Shopia, A. (2023). Pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap keberlanjutan pendidikan anak di daerah pedesaan. Jurnal Sosiologi Pendidikan Islam, 4(2), 110–123.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sudjana, N. (2016). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahab, R. (2016). Psikologi belajar. RajaGrafindo Persada.
Wenni, H., & Rivauzi, A. (2023). Strategi penguatan eksistensi lembaga pendidikan keagamaan non-formal di era disrupsi. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 5(2), 140–152.
Zaini, M. (2022). Kontribusi kelompok teman sebaya (peer group) terhadap perilaku membolos santri. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(1), 75–89.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Minkhatul Izza, Solekhul Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



