Integration of Riau Malay customs and Islam: Content analysis
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.24021Keywords:
adat istiadat, identitas melayu, integrasi, melayu, nilai Islam, RiauAbstract
This research aims to examine the integration of Riau Malay customs with Islamic teachings in the social life of the community, especially in Pekanbaru. Malay and Islamic customs have been integrated through the principle of "adat berjundi syarak, syarak bersendi kitabullah", which is the normative foundation and cultural identity of the Malay community. The study used a mixed method approach that combined quantitative data through questionnaires of 26 Riau Malay respondents and qualitative data through participatory observation and in-depth interviews with 3 key informants. Quantitative data is analyzed descriptively, while qualitative data is analyzed thematically. The results of the questionnaire showed that 92.3% of respondents viewed Malay and Islamic customs as a harmonious unit, 92.4% stated that the value of manners reflected Islamic morals, and 80.8% affirmed that the integration of the two strengthened Malay identity. However, there is a dynamic of practice, where 57.7% of respondents admit that customs are sometimes maintained even though they have the potential to be contrary to Islam and 50% consider that customary adjustments to Islam tend to be symbolic. However, 77% of respondents emphasized that if there are differences, Islamic teachings remain a priority. Overall, the integration of Riau Malay customs and Islam is a characteristic of a society that remains structurally strong, but has undergone changes due to modernization and social media. Continuous efforts are needed through education, the role of the family, and the synergy of traditional leaders and scholars so that the integration is not only symbolic.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi adat istiadat Melayu Riau dengan ajaran Islam dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya di Pekanbaru. Adat istiadat Melayu dan Islam telah bersatu melalui prinsip "adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah", yang telah menjadi landasan normatif dan identitas budaya masyarakat Melayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kuantitatif melalui kuesioner dari 26 responden Melayu Riau dan data kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan 3 informan kunci. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 92,3% responden memandang adat istiadat Melayu dan Islam sebagai kesatuan yang harmonis, 92,4% menyatakan bahwa nilai tata krama mencerminkan moral Islam, dan 80,8% menegaskan bahwa integrasi keduanya memperkuat identitas Melayu. Namun, ada dinamika praktik, di mana 57,7% responden mengakui bahwa adat istiadat terkadang dipertahankan meskipun berpotensi bertentangan dengan Islam dan 50% menganggap bahwa penyesuaian adat terhadap Islam cenderung bersifat simbolis. Namun, 77% responden menegaskan bahwa jika ada perbedaan, ajaran Islam tetap menjadi prioritas. Secara keseluruhan, integrasi adat istiadat Melayu Riau dan Islam merupakan ciri masyarakat yang tetap kuat secara struktural, namun telah mengalami perubahan karena modernisasi dan media sosial. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui pendidikan, peran keluarga, dan sinergi tokoh adat dan ulama sehingga integrasi tidak hanya simbolis.
References
Abdullah, I. (2006). Konstruksi dan reproduksi kebudayaan. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.
Adam, Y. F., Ramona, E., & Muhsin, I. (2023). Islam Melayu dan Islam Jawa: Studi komparatif akulturasi Islam dan kebudayaan dalam perspektif sejarah. Muslim Heritage, 8(1), 133–152. doi:10.21154/muslimheritage.v8i1.5723
Al Attas, S. M. N. (1984). Islam dalam sejarah dan kebudayaan Melayu (Ed. ke-3). Jakarta, Indonesia: Mizan.
Albarry, M. A., & Aqshal, N. (2024). Implementasi asas ta’abbudi pada sistem kewarisan Islam di Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial dan Humaniora, 2(1), 1046–1052.
Armihim, M. F. F., & Muammar, A. (2025). Analisis pengaruh budaya lokal terhadap pemahaman siswa tentang ajaran Islam di MTs Miftahul Jannah Bangkunat Pesisir Barat. Jurnal Mubtadiin, 11(1), 1–12.
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Bungin, B. (2015). Metode penelitian kualitatif. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Effendy, T. (2004). Tunjuk ajar Melayu. Pekanbaru, Indonesia: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Fitri, A., Sumiyati, Laili, N., Ramadhani, D. P., Salsabila, M., Alfattah, M. R., & Darwis, M. (2024). Islam dan kebudayaan (adat dan kebudayaan Melayu tidak pernah lepas dari agama Islam). Jurnal Multidisiplin West Science, 3(6), 688–695. doi:10.58812/jmws.v3i06.1220
Hafiz, M., & Tafsiruddin. (2022). Masyarakat Melayu Riau berbudaya Muhammad. Jurnal Dakwatulislam: Ilmiah Masyarakat Islam, 6(2), 25–33.
Hasbi Ash-Shiddieqy. (1988). Filsafat hukum Islam. Jakarta, Indonesia: Bulan Bintang.
Hasbullah. (2011). Islam dan tamadun Melayu (Ed. ke-3). Lembaga Penelitian dan Pengembangan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau (Ed.). Yayasan Pustaka Riau.
Jadidah, I. T., Alfarizi, M. R., Liza, L. L., Sapitri, W., & Khairunnisa, N. (2023). Analisis pengaruh arus globalisasi terhadap budaya lokal (Indonesia). Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 3(2), 40–47. doi:10.47200/aossagcj.v3i2.2136
Juhar, S., & Sar’an, M. (2022). Perspektif hukum Islam terhadap perkawinan adat (prosesi perkawinan adat Melayu Riau). Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 90–112.
Lailiyatus Sa’adah, & Mufidah, Z. (2025). Digitalisasi pendidikan agama Islam dalam penguatan sikap moderat siswa di sekolah (Studi kasus di SMA Muhammadiyah 10 GKB–Gresik). Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3153–3160. doi:10.31004/jerkin.v3i4.1036
Lieber, R. J., & Weisberg, R. E. (2002). Globalization, culture, and identities in crisis. International Journal of Politics, Culture, and Society, 16(2), 273–296. doi:10.1023/A:1020581114701
Liza, T., Maryamah, R. R., Lestari, U. M., & Indarissyifa, L. P. (2023). Pengaruh Islam terhadap peradaban Melayu. JIMR: Journal of International Multidisciplinary Research, 2(2), 94–107.
Luhfi, M. (2007). Melayu dan non-Melayu: Masalah pembauran kebudayaan. Dalam Koentjaraningrat (Ed.), Masyarakat Melayu dan budaya Melayu dalam perubahan. Yogyakarta, Indonesia: Balai Kajian dan Pengembangan Masyarakat Melayu.
Maryamah, A. N. Z., Oktalena, D. D., Putri, S., & Sari, T. A. M. (2024). Integrasi pemikiran Islam dan peradaban Melayu. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 3(1), 2828–4186.
Miza Almutasya Billah, & Mawaddah, S. J. (2025). Pengaruh Islam pada budaya Melayu di Riau. Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat, 8(2), 11–20. doi:10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v8i2.353
Nuh, Z. M., Hasanah, N., & Irwanda, I. (2024). Menjadi Melayu menjadi Islam: Dialektika Islam dan budaya Melayu di Riau. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 20(1), 35. doi:10.24014/nusantara.v20i1.30848
Osman, M. T. (Ed.). (1989). Masyarakat Melayu: Struktur, organisasi, dan manifestasi. Kuala Lumpur, Malaysia: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Palawa, A. H., Arbi, A., & Syukri, M. (2024). Integrasi Islam dan Melayu: Telaah di kawasan Asia Tenggara dan Nusantara. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 20(1), 1. doi:10.24014/nusantara.v20i1.31394
Purnama, H. (2021). Hukum Islam, adat dan hukum negara dalam perkawinan masyarakat suku Melayu di Pekanbaru Riau: Keabsahan, etika, dan administrasi perkawinan. Al-Aḥwāl, 14(1), 1–10.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Syifa, W. (2024). Integrasi pendidikan agama Islam dan budaya lokal sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan relevansi dan efektivitas pendidikan agama. Integrated Education Journal, 1(1), 1–21.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amelia Monasari, Zarkasih, Rian Vebrianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



