When Oversight Overlaps: Testing the Fraud Hexagon on Financial Statement Fraud in State-Owned Banking
DOI:
https://doi.org/10.32832/neraca.v21i2.24229Kata Kunci:
pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, collusion, financial statement fraudAbstrak
The consistently high rate of fraud in Indonesia's banking industry, despite its vital role in the country's financial stability, is the driving force behind this research. This study aims to examine the effect of pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, and collusion on financial statement fraud in state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange. It will achieve this by using the fraud hexagon theory's principles of pressure, opportunity, rationalisation, capacity, hubris, and collusion. The study's total sample included 32 firm-year data points from 4 state-owned banks spanning 2017-2024, and the study employed panel data regression using EViews 13. To measure financial statement fraud, the F-Score approach is used. The independent variables consist of financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, CEO pictures, and collusion, while financial statement fraud is measured using the F-Score model. The empirical findings indicate that collusion has a positive and significant effect on financial statement fraud, whereas pressure, opportunity, rationalization, capability, and arrogance do not have significant effects. These results imply that structural board oversight, rather than personal financial pressure or psychological considerations, are a stronger driver of fraud risk. These findings suggest that structural governance mechanisms are more relevant than individual fraud drivers in explaining financial statement fraud within highly regulated state-owned banking institutions, thereby extending the application of Fraud Hexagon Theory in this institutional context.
Referensi
ACFE. (2024). Occupational Fraud 2024: A Report to the Nations.
Achmad, T., Ghozali, I., & Pamungkas, I. D. (2022). Hexagon fraud: Detection of fraudulent financial reporting in state-owned enterprises Indonesia. Economies, 10(1), 13.
Afandi, A., Muqorobin, M. M., & Suryatimur, K. P. (2024). Studi Literatur: Urgensi Efektivitas Peran Audit Internal dalam Upaya Pendeteksian dan Pencegahan Fraud Pada Perbankan. Jurnal Akuntan Publik, 2(2), 118–127.
Ainiyah, L. N., & Effendi, D. (2022). Pengaruh Hexagon Fraud Theory Dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Perusahaan Manufak-Tur Sub Sektor Food And Bavarage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2016–2020). Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 11(10).
Andriani, K. F., Budiartha, K., Sari, M. M. R., & Widanaputra, A. A. G. P. (2022). Fraud pentagon elements in detecting fraudulent financial statement. Linguistics and Culture Review, 6(on), 686–710.
Angelita, M., & Hasnawati. (2023). Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap Financial Statement Fraud. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3(2), 2449–2458. https://doi.org/10.25105/jet.v3i2.17236
Aprilia, R., Syarifuddin, S., & Haerial, H. (2022). Analisis Kecurangan Laporan Keuangan melalui Fraud Hexagon. Akrual: Jurnal Bisnis Dan Akuntansi Kontemporer, 143–151. https://doi.org/10.26487/akrual.v15i2.21681
Aprilia, S. R. N. A., & Furqani, A. (2021). Deteksi kecurangan laporan keuangan dengan metode fraud diamond pada perusahaan jasa. Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS), 2(2), 1–11.
Budiman, T. R., Karamoy, H., & Maradesa, D. (2025). Pengaruh financial stability dan ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2023. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 3(2), 509–519.
Cressey, D. R. (1953). Other people’s money; a study of the social psychology of embezzlement.
Fabiolla, R. G., Andriyanto, W. A., & Julianto, W. (2021). Pengaruh fraud pentagon terhadap fraudulent financial reporting. Konferensi Riset Nasional Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 2(1), 981–995.
Fadhilah, A. S. N., & Ritonga, F. (2025). Pengaruh Financial Stability dan Nature of Industry terhadap Financial Statement Fraud. Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, 9(1), 187–197.
Firly, Z. M., & Sutoyo. (2025). Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap Financial Statement Fraud (Studi Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Akuntansi Trisakti, 12(1), 41–60. https://doi.org/10.25105/jat.v12i1.22145
Fitriyah, R., & Novita, S. (2021). Fraud Pentagon theory for detecting financial statement fraudulent. JRAK, 13(1), 20–25.
Haqq, A. P. N. A., & Budiwitjaksono, G. S. (2019). Fraud pentagon for detecting financial statement fraud. Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura, 22(3), 319–332.
Hartadi, B. (2022). Pengaruh Fraud Hexagon terhadap Fraudulent Financial Statements pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang Terdaftar di Bei pada Tahun 2018-2021. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 14883–14896.
Hasanah, M., Miharja, K., Absyari, T. F., & Tanjung, R. (2024). Peranan Audit Internal dalam Pencegahan (Fraud) Pada PT Bank Mandiri. GEMILANG: Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 4(3), 128–134. https://doi.org/10.56910/gemilang.v4i3.1583
Hastuti, P. M. D., Rahayu, S., & Pratiwi, E. C. (2023). Fraud Pentagon Theory Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan di Sektor Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ekobistek, 12(2), 614–621.
Heri, S. (2017). Auditing & Asurans Pemeriksaan Akuntansi Berbasis Standar Audit Internasional. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Humaira, S., Dwiharyadi, A., & Djefris, D. (2024). Pengaruh Fraud Hexagon terhadap Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan Sektor Industri yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2022. Accounting Information System, Taxes and Auditing Journal (AISTA Journal), 3(1), 46–59.
Indriani, N., & Rohman, A. (2022). Fraud triangle dan kecurangan laporan keuangan dengan Model Beneish M-Score. Jurnal Akuntansi Bisnis, 20(1), 85–104.
Isalati, N. S., Azis, M. T., & Hadiwibowo, I. (2023). Deteksi Faktor Yang Mempengaruhi Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Fraud Hexagon. Jurnal Akuntansi Dewantara, 7(1). https://doi.org/10.26460/ad.v7i1
Jaiyanti, J., Safelia, N., & Ridwan, M. (2024). Influence of Fraud Hexagon on Fraudulent Financial Reports within State-Owned Companies Listed on the IDX in 2019-2023. Journal of Business Management and Economic Development, 2(03), 1264–1275.
Jannah, V. M., Andreas, A., & Rasuli, M. (2021). Pendekatan Vousinas Fraud Hexagon Model dalam Mendeteksi Kecurangan Pelaporan Keuangan. Studi Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 4(1), 1–16.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Also published in Foundations of Organizational Strategy. Journal of Financial Economics, (4), 305–360. http://ssrn.com/abstract=94043Electroniccopyavailableat:http://ssrn.com/abstract=94043http://hupress.harvard.edu/catalog/JENTHF.html
Kanza, H. S. M., & Lasmanah, H. H. (n.d.). Pengaruh Fraud Pentagon Model terhadap Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan Sub Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019.
Kirana, M., Toni, N., Afiezan, A., & Simorangkir, E. N. (2023). Apakah Teori Kecurangan Hexagon Efektif Mencegah Manipulasi Laporan Keuangan Perusahaan Bumn?. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(1), 87–97.
Kusumosari, L., & Solikhah, B. (2021). Analisis kecurangan laporan keuangan melalui fraud hexagon theory. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 4(3), 753–767.
Larum, K., Zuhroh, D., & Subiyantoro, E. (2021). Fraudlent Financial Reporting: Menguji Potensi Kecurangan Pelaporan Keuangan dengan Menggunakan Teori Fraud Hexagon. AFRE Accounting and Financial Review, 4(1), 82–94.
M, F., & Puttri, D. (2024). Pengaruh Fraud Hexagon Theory Dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2018-2022). Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(12), 763–775. https://doi.org/https://doi.org/10.572349/neraca.v2i12.3155
Murtiningrum, R., & Kuntadi, C. (2023). Pengaruh Audit Internal, Pengendalian Internal, Dan Wishtleblowing System Terhadap Pencegahan Fraud. Jurnal Multidisiplin Indonesia. https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp
Nurbaiti, A., & Arthami, A. (2023). Mendeteksi kecurangan laporan keuangan menggunakan teori fraud hexagon. Akurasi: Jurnal Studi Akuntansi Dan Keuangan, 6(1), 215–228.
Octani, J., Dwiharyadi, A., & Djefris, D. (2022). Analisis pengaruh fraud hexagon terhadap fraudulent financial reporting pada perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Tahun 2017-2020. Jurnal Akuntansi, Bisnis Dan Ekonomi Indonesia (JABEI), 1(1), 36–49.
Rachman, M. N., Suhendro, S., & Azhar, R. (2023). Analysis of factors affecting fraudulent financial reporting in fraud pentagon perspective.
Sagala, S. G., & Siagian, V. (2021). Pengaruh fraud hexagon model terhadap fraudulent laporan keuangan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2016-2019. Jurnal Akuntansi, 13(2), 245–259.
Sahla, W. A., & Ardianto, A. (2023). Ethical values and auditors fraud tendency perception: testing of fraud pentagon theory. Journal of Financial Crime, 30(4), 966–982.
Sari, A. M., & Anjilni, R. Q. (2025). Pengaruh External Pressure, Financial Targets dan Financial Stability terhadap Financial Statement Fraud. In Scientific Journal Of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business (Vol. 8, Number 4).
Sari, N., Ariyanto, D., & Paramadina, A. A. (2024). Pendeteksian Financial Statement Fraud Menggunakan Fraud Hexagon Theory Pada Perusahaan Telekomunikasi. E-Jurnal Akuntansi, 34(2), 310–326.
Sari, S. P., & Nugroho, N. K. (2020). Financial statements fraud dengan pendekatan vousinas fraud hexagon model: Tinjauan pada perusahaan terbuka di Indonesia. IHTIFAZ: Islamic Economic, Finance and Banking (ACI-IJIEFB), 4(5), 409–430.
Selviana, S., & Wenny, C. D. (2021). Pengaruh audit tenure, ukuran kap, dan pergantian auditor terhadap integritas laporan keuangan (studi empiris pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2017-2019). Publikasi Riset Mahasiswa Akuntansi, 2(2), 169–183.
Sholikatun, R., & Makaryanawati, M. (2023). Determinan kecurangan laporan keuangan (perspektif fraud hexagon theory). EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan), 7(3), 328–350.
Situngkir, N. C., & Triyanto, D. N. (2020). Detecting fraudulent financial reporting using fraud score model and fraud pentagon theory: Empirical study of companies listed in the LQ 45 Index. The Indonesian Journal of Accounting Research, 23(3), 373–410.
Sutisna, D., Nirwansyah, M., Ningrum, S. A., & Anwar, S. (2024). Studi Literatur Terkait Peranan Teori Agensi pada Konteks Berbagai Issue di Bidang Akuntansi. Karimah Tauhid, 3 (4), 4802–4821.
Tamaela, F. A. F., Zamzam, I., Hormati, A., & Zainuddin, Z. (2025). Fraud Pentagon Theory dan Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan: Pendekatan Beneish M-Score pada Sektor Perdagangan. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 9(2), 1548–1564.
Vousinas, G. L. (2019). Advancing theory of fraud: the SCORE model. Journal of Financial Crime, 26(1), 372–381.
Wibowo, D. (2023). Pencegahan Fraud Melalui Audit Internal dan Pengendalian Internal pada Bank Syariah Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Ilsam (JIEI), 9(1). https://doi.org/10.29040/jiei.v9i1.8486
Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The fraud diamond: Considering the four elements of fraud.


















