Motivasi belajar religius dan intervensi kesehatan mental peserta didik pesisir multikultural Dumai

Authors

  • Puji Widianti Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Imam Muhammad Asy Syatibi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Nur Fitri Afifah Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Rinton Gusrican Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Muzdalena Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai
  • Windayani Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i9.24480

Keywords:

motivasi belajar religius, kesehatan mental, pembelajaran PAI, masyarakat pesisir multikultural, Kota Dumai

Abstract

Through a literature review, this study examines strategies for religious learning motivation and mental health intervention discussed in existing scholarship on Islamic Religious Education (PAI) within a multicultural coastal industrial society, taking Dumai City, on the Strait of Malacca, as its locus. Once a small fishing hamlet, Dumai has transformed into Riau Province's largest oil, gas, and palm oil industrial hub, now home to Malay, Javanese, Batak, Minang, Bugis, and Chinese communities living side by side. Student mental health has become a shared concern, marked by rising child-violence cases in Dumai and a high national rate of student mental health problems. This study applies a library research method with a descriptive qualitative approach, drawing data from scholarly journals, official reports, and policy documents published between 2021 and 2026, analyzed thematically. Findings show that religious learning motivation grows from kinship values, mutual cooperation, and respect for diversity, while parental shift-work patterns, economic disparity between local and migrant workers, and digital media exposure heighten students' mental health vulnerability. Al-Attas's concept of ta’dib serves as an axiological framework integrating adab formation with humane mental health intervention. Based on this literature synthesis, the study proposes a conceptual integrative PAI model combining spiritual, psychological, and local-wisdom dimensions, positioning teachers as both religious educators and psychological companions; empirical validation through field research is recommended as a direction for future study.

Abstrak

Kesehatan mental pelajar belakangan ini menjadi keprihatinan bersama, ditandai meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Dumai serta tingginya jumlah pelajar yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa di berbagai daerah, sementara pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih berorientasi kognitif dan belum peka terhadap kondisi psikologis peserta didik. Melalui kajian pustaka (literature review), penelitian ini bertujuan mengkaji strategi motivasi belajar religius dan intervensi kesehatan mental yang telah dibahas dalam pembelajaran PAI pada masyarakat pesisir multikultural Kota Dumai, kota pelabuhan dan industri minyak, gas, serta kelapa sawit di tepi Selat Melaka yang dihuni masyarakat Melayu, Jawa, Batak, Minang, Bugis, dan Tionghoa. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan dokumen kebijakan tahun 2021-2026, dianalisis secara tematik sebagai dasar perumusan model konseptual yang penerapannya secara empiris memerlukan penelitian lapangan lanjutan. Hasil kajian menunjukkan motivasi belajar religius dibentuk oleh nilai kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan keragaman, sementara pola kerja shift orang tua, kesenjangan ekonomi, dan paparan media digital memicu kerentanan kesehatan mental peserta didik. Konsep ta’dib dari Al-Attas digunakan sebagai kerangka aksiologis untuk memadukan penanaman adab dengan intervensi kesehatan mental yang humanis. Berdasarkan sintesis pustaka ini, kajian mengusulkan model konseptual pembelajaran PAI integratif yang memadukan dimensi spiritual, psikologis, dan kearifan lokal Melayu Pesisir Selat Melaka, serta merekomendasikan penelitian lapangan lanjutan untuk menguji model tersebut secara empiris.

References

Aisyaroh, N., Hudaya, I., & Supradewi, R. (2022). Trend penelitian kesehatan mental remaja di Indonesia dan faktor yang mempengaruhi: Literature review. Scientific Proceedings of Islamic and Complementary Medicine, 1, 41–51.

Akbar, M. R. (2016). Kota industri itu bernama Dumai. Retrieved from https://rizalakbar.iaitfdumai.ac.id/2016/11/kota-industri-itu-bernama-dumai.html

Alimato, A., Hanisu, H., Marsel, M., & Jana, L. (2026). Adaptasi sosial-ekonomi masyarakat nelayan terhadap perubahan lingkungan pesisir. Educational: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran, 6(1), 36–43. https://doi.org/10.51878/educational.v6i1.8844

Anjani, A. D., Aulia, D. L. N., Tabriz, N., Putri, D. T., & Susanti, A. (2025). Pengaruh penggunaan media digital terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital. Syntax Idea, 7(2), 261–269. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v7i2.12566

Duniasantri. (2026). Awas, darurat kesehatan mental pelajar. Retrieved from https://duniasantri.co/

Fadly, D., & Islawati. (2024). Tantangan bagi perkembangan psikososial anak dan remaja di era pendidikan modern: Studi literatur. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 3(2). https://doi.org/10.53696/venn.v3i2.156

Fitriani, A., & Syaifullah. (2024). Peningkatan kesadaran kesehatan mental pada remaja melalui promosi kesehatan mental. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(2), 404–409. https://doi.org/10.56799/peshum.v3i2.3093

Hasanah, U., & Rahman, T. (2023). Integrasi nilai keislaman dalam penguatan kesehatan mental remaja. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 4(1), 55–67.

I-NAMHS. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR), Universitas Gadjah Mada, University of Queensland, & Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Retrieved from https://www.qcmhr.org/outputs/reports/12-i-namhs-report-bahasa-indonesia/file

InfoPublik. (2022). Kasus kekerasan meningkat, DPPA Dumai gelar sosialisasi kepada pelajar. Retrieved from https://infopublik.id/

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Kolaborasi KemenPPPA dan UNICEF: Sinergikan dukungan kesehatan mental dan psikososial di kementerian dan lembaga. Retrieved from https://www.kemenpppa.go.id/

Liputanoke. (2026). Kesehatan fisik dan mental siswa jadi fondasi kesejahteraan bangsa di masa depan. Retrieved from https://liputanoke.com/

Maulida, R., & Ansori, M. (2022). Pendekatan konseling religius dalam mengatasi kecemasan belajar siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(2), 112–124.

Mustika, R., Yunian, F. A., Hendardi, R. K., & Dwiyanti, R. (2025). Pengaruh stres akademik terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA Negeri 1 Ayah: Dengan moderasi media sosial. PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi), 20(1), 33–40. https://doi.org/10.30587/psikosains.v20i1.9241

Nurhayati, S. (2023). Nilai kearifan lokal masyarakat pesisir dalam pembentukan karakter religius anak. Jurnal Sosial Keagamaan, 8(1), 15–27.

Permatasari, D. (2025). Gaya hidup masyarakat nelayan pesisir pantai Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 10(2), 60–72.

Putri, N. A., & Saputra, D. (2023). Model pembelajaran PAI berbasis multikultural di sekolah heterogen. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2), 140–153.

Rahmawati, F., & Kurniawan, A. (2024). Ta’dib dan pembentukan adab dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Studi Islam dan Pendidikan, 9(1), 21–34.

Sari, W. K., & Prasetya, B. (2022). Dukungan sosial keluarga terhadap motivasi belajar siswa di daerah pesisir. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 45–58.

Setiawan, H., & Amalia, R. (2023). Kesehatan mental remaja dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(4), 210–221.

Syahputra, R. (2024). Toleransi beragama pada masyarakat multikultural pesisir Selat Melaka. Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 7(2), 99–112.

Tirto. (2023). Profil Kota Dumai: Sejarah, kondisi alam, letak, dan peta wilayah. Retrieved from https://tirto.id/

Wan Daud, W. M. N. (2003). Filsafat dan praktik pendidikan Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas (H. Fahmy, Trans.). Bandung, Indonesia: Mizan.

Wijayanti, T., & Firmansyah, D. (2022). Peran guru dalam deteksi dini gangguan kesehatan mental siswa di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 33–44.

Zur Raffar, I. N. A., Akbar, M. R., Nurmatias, W., & Nik Dahalan, N. N. (2025). Parental practices through spiritual aspects of adolescents in families in Malaysia and Indonesia. Millah: Journal of Religious Studies, 24(1), 235–358. https://doi.org/10.20885/millah.vol24.iss1.art8

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Widianti, P., Asy Syatibi, I. M., Afifah, N. F., Gusrican, R., Muzdalena, & Windayani. (2026). Motivasi belajar religius dan intervensi kesehatan mental peserta didik pesisir multikultural Dumai. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(9), 195–207. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i9.24480

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.