Perkembangan filsafat dan sains Islam pada zaman renaissance dan modern: Sejarah, tokoh, konsep, dan aliran
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.23195Keywords:
Filsafat Islam, Renaissance, Sains Islam, Modernisasi, Pemikiran IslamAbstract
The development of Islamic philosophy and science reflects an intellectual dynamism that has continually adapted to social, political, and scientific changes across various historical periods. This study aims to analyze the development of Islamic philosophy and science during the Renaissance and the modern era from the perspectives of history, key figures, concepts, and schools of thought. The study employs a non-interactive qualitative approach through a literature review, utilizing conceptual and descriptive-analytical analyses of relevant literature. The results indicate that during the Renaissance, the Islamic world no longer occupied the pinnacle of intellectual achievement as it had during the classical period, although the ideas of Muslim scientists and philosophers continued to exert a significant influence on European intellectual development. Ibn Sina in the fields of medicine and metaphysics, Ibn Rushd in Aristotelian philosophy and logic, al-Ghazali in epistemology and philosophical criticism, and al-Farabi in political philosophy and logic played a vital role in the transmission of Islamic knowledge to Europe. In the modern era, the Islamic world faced the challenges of colonialism, the development of science and technology, and global social and cultural changes that spurred the emergence of ideas for the renewal of Islamic thought. Thus, the development of Islamic philosophy and science during the Renaissance and the modern era reflects both the continuity of intellectual tradition and a response to the changing times.
Abstrak
Perkembangan filsafat dan sains Islam menunjukkan dinamika intelektual yang terus beradaptasi terhadap perubahan sosial, politik, dan keilmuan pada berbagai periode sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan filsafat dan sains Islam pada masa Renaissance dan modern ditinjau dari aspek sejarah, tokoh, konsep, dan aliran pemikiran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif non-interaktif melalui kajian kepustakaan dengan analisis konseptual dan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Renaissance, dunia Islam tidak lagi menempati posisi puncak kejayaan intelektual sebagaimana pada periode klasik, meskipun pemikiran para ilmuwan dan filsuf Muslim tetap memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan intelektual Eropa. Ibn Sina dalam bidang kedokteran dan metafisika, Ibn Rusyd dalam filsafat dan logika Aristotelian, al-Ghazali dalam epistemologi dan kritik filsafat, serta al-Farabi dalam filsafat politik dan logika menjadi bagian penting dari transmisi pengetahuan Islam ke Eropa. Pada masa modern, dunia Islam menghadapi tantangan kolonialisme, perkembangan sains dan teknologi, serta perubahan sosial dan budaya global yang mendorong munculnya gagasan pembaruan pemikiran Islam. Dengan demikian, perkembangan filsafat dan sains Islam pada masa Renaissance dan modern mencerminkan kesinambungan tradisi intelektual sekaligus respons terhadap perubahan zaman.
References
Ahmad, Z. A. (1991). Riwayat Hidup Ibnu Sina. Jakarta: Bulan Bintang.
Armas, A. (2006). Metodologi al-Attas. Yogyakarta: INSIST Press.
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. Herndon, VA: International Institute if Islamic Thiught (IIIT).
Anonim. (2024). Pandangan Filsuf Muslim dan Barat Tentang Filsafat dan Sains Islam. Jurnal Tasamuh.
Bagir, H. (1994). Rekonstruksi Pemikiran Religius Islam Muhammad Iqbal. Bandung: Mizan.
Daulat, E. S., dkk. (2024). Sejarah Perkembangan Filsafat dan Sains Pada Zaman Renaissance dan Modern. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8 (1).
Ensiklopedi Islam. (1999). Al-Biruni. Dalam Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru vsn Hoeve.
Fakhry, M. (1986). Sejarah Filsafat Islam (R. Sastrpratedja Trans). Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Haurani, A. (1983). Arabic Thought In The Liberal Age 1798-1939. Cambridge: Cambridge University Press.
Istikhomah, R. I., & Wachid, A. (2021). Filsafat Sebagai Landasan Ilmu Dalam Pengembangan Sains. Jurnal Filsafat Indonesia, 4 (1).
Iqbal, M. (1934). The Reconstruction Of Religious Thought In Islam. Lahore: Ashraf Press. Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Kartanegara, M. (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Bandung: Mizan.
Maryam, S. (2017). Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mirza, U. J. (2024). Islamic Se=cientific Critical Consciousness As A Theoretical Framework For Muslim Science Education. London Review of Education.
Mulkhan, M. (2001). Pemikiran Muhammad Abduh dan Relevansinya. Yogyakarta: Bentang.
Nasr, S. H. (1968). Science and Civilazation In Islam. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and The Scred. Albany: UNY Press.
Nasution, H. (1996). Pembaharuan Dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta: Bulan Bintang.
Sheikh, M. S. (2000). Filsafat Islam: Sejarah dan Perkembangannya (Yudian W. Asmin Trans). Bandung: Pustaka Setia.
Tafsir, A. (2001). Filsafat Umum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wan Daud, W. M. N. W. (2003). Filsafat dan praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas. Bandung: Mizan.
Yatim, B. (2001). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Zarkasyi, H. F. (2005). Misykat: Refleksi Tentang Islam, Westernisasi, dan Liberalisasi. Jakarta: INSIST Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhidayani, Noer Azmia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



