Kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan Madrasah Diniyah berbasis multikulturalisme

Authors

  • Nanang Ansori Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri
  • Addin Arsyadana Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23446

Keywords:

manajemen kurikulum, KMI, madrasah diniyah, multikulturalisme, moderasi beragama, pesantren modern

Abstract

This study aims to analyze the curriculum management of Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) and Madrasah Diniyah based on multiculturalism at Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk, covering the aspects of planning, implementation, and evaluation. The study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were subsequently analyzed using the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that curriculum planning is carried out through the integration of multicultural values and religious moderation, combined with pesantren traditions. Curriculum implementation occurs not only through formal learning but also through the hidden curriculum reflected in the daily lives of students. The use of Arabic and English, a heterogeneous boarding system, deliberative meetings, bahtsul masail, and various organizational and extracurricular activities serve as effective means to instill the values of tolerance, inclusivity, and respect for differences. In terms of evaluation, the assessment of value internalization is still dominated by behavioral observation and attitude assessment, making it inherently subjective and lacking standardized instruments. This study produced a Value-Driven and Culture-Based Curriculum Management model that positions values as the foundation of planning, pesantren culture as the medium for implementation, and evaluation as an instrument of transformation. These findings confirm that the success of multicultural education in pesantren is largely determined by the strength of the institution’s culture in shaping the students’ social experiences over the long term.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan Madrasah Diniyah berbasis multikulturalisme di Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk, meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan melalui integrasi nilai-nilai multikulturalisme dan moderasi beragama yang dipadukan dengan tradisi pesantren. Implementasi kurikulum berlangsung tidak hanya melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui hidden curriculum yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari santri. Penggunaan bahasa Arab dan Inggris, sistem asrama yang heterogen, kegiatan musyawarah, bahtsul masail, serta berbagai aktivitas organisasi dan ekstrakurikuler menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan. Pada aspek evaluasi, penilaian internalisasi nilai masih didominasi observasi perilaku dan penilaian sikap sehingga cenderung bersifat subjektif dan belum didukung instrumen terstandar. Penelitian ini menghasilkan model Value-Driven and Culture-Based Curriculum Management yang menempatkan nilai sebagai dasar perencanaan, budaya pesantren sebagai media implementasi, dan evaluasi sebagai instrumen transformasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan multikultural di pesantren sangat ditentukan oleh kekuatan budaya institusi dalam membentuk pengalaman sosial santri secara berkelanjutan.

References

Apple, M. W. (2004). Ideology and curriculum (3rd ed.). New York, NY: RoutledgeFalmer.

Arifin, Z. (2023). Integrasi nilai multikultural dalam kurikulum pendidikan Islam di era disrupsi. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 45–60.

Asad, T. (1993). Genealogies of religion: Discipline and reasons of power in Christianity and Islam. Baltimore, MD: Johns Hopkins University Press.

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta, Indonesia: Kencana.

Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (Eds.). (2019). Multicultural education: Issues and perspectives (10th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Bass, B. M. (1999). Two decades of research and development in transformational leadership. European Journal of Work and Organizational Psychology, 8(1), 9–32. doi:10.1080/135943299398410

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Garden City, NY: Doubleday.

Hattie, J. (2009). Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement. London, England: Routledge.

Herawati, N., dkk. (2025). Implementasi pendidikan multikultural di lembaga pendidikan Islam: Studi komparatif. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2), 112–128.

Hidayah, U., & Prasetiya, B. (2019). Multicultural education in madrasah Diniyah as prevention of religious conservatism. Jurnal Tarbiyah, 26(1). doi:10.30829/tar.v26i1.417

Hidayati, N. (2023). Kurikulum berbasis multikulturalisme: Tantangan dan peluang di pesantren modern. Jurnal Tarbiyah, 30(1), 15–30.

Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing cultures: The Hofstede model in context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1). doi:10.9707/2307-0919.1014

Jayadi, K., dkk. (2024). Sinergi kurikulum KMI dan madrasah Diniyah dalam penguatan karakter santri. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(1), 88–105.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Mukhibat, M., Istiqomah, A. N., & Hidayah, N. (2023). Pendidikan moderasi beragama di Indonesia (Wacana dan kebijakan). Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 4(1), 73–88. doi:10.21154/sajiem.v4i1.133

Narvaez, D. (2014). Neurobiology and the development of human morality: Evolution, culture, and wisdom. New York, NY: W. W. Norton & Company.

Nieto, S. (2017). Affirming diversity: The sociopolitical context of multicultural education (7th ed.). Boston, MA: Pearson.

Pabbajah, M., Jubba, H., Abdullah, I., dkk. (2021). From the scriptural to the virtual: Indonesian engineering students' responses to the digitalization of Islamic education. Teaching Theology & Religion, 24(2), 122–135. doi:10.1111/teth.12581

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. doi:10.1007/s10488-013-0528-y

Rahmat, A. (2022). Implementasi nilai multikultural dalam pembelajaran PAI di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 201–215.

Saerozi, I. (2019). Evaluation of the development of multicultural education curriculum in modern Darul Hikmah Tulungagung Islamic Boarding School. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 193–211. doi:10.24269/ijpi.v4i2.2070

Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sirojuddin, & Hairunnisa. (2025). Manajemen kurikulum berbasis multikulturalisme di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Idarah Tarbawiyah, 6(1), 1–18.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Syahrin, M. A., dkk. (2024). Pesantren sebagai pusat internalisasi nilai sosial dan kebangsaan. Jurnal Studi Islam, 15(1), 45–62.

Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge, England: Cambridge University Press.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Yusuf, M., & Wahyuni, S. (2025). Implementation of the multicultural Islamic religious education curriculum in madrasah. Journal of Contemporary Islamic Education, 5(1), 86–102.

Zarkasyi, A. F. (2020). Manajemen pesantren modern: Strategi pengembangan kurikulum KMI. Ponorogo, Indonesia: Darussalam Press.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Ansori, N., & Arsyadana, A. (2026). Kurikulum Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan Madrasah Diniyah berbasis multikulturalisme. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(3), 994–1003. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23446

Issue

Section

Articles