Strategi meningkatkan kinerja musyrif melalui bimbingan di pondok pesantren YAUMI Sleman Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i4.23596Keywords:
Kinerja Musyrif, Manajemen Pesantren, Pengembangan SDM, Pondok Pesantren, Strategi PeningkatanAbstract
This study aims to analyze the performance guidelines for musyrif (student supervisors), the forms of guidance provided to musyrif, and the strategies for improving musyrif performance through guidance at YAUMI Islamic Boarding School in Sleman, Yogyakarta. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that musyrif performance is divided into two categories: recruited musyrif (plus muḥaffizh) and apprentice musyrif, each with specific daily, weekly, and monthly duties. Guidance is provided through lectures, direct briefings, and self-learning by observing senior musyrif. The strategies implemented to improve musyrif performance include structured guidance and training, seminars on pesantren management and student mentorship, organizational assignments to develop leadership skills, weekly performance evaluations, follow-up summons for problematic musyrif, and reward systems. These strategies have been shown to enhance musyrif performance in terms of quality, quantity, timeliness, effectiveness, and independence, although challenges remain regarding inconsistent participation and the need for sustainable program development.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pedoman kinerja musyrif, bentuk bimbingan kepada musyrif, serta strategi peningkatan kinerja musyrif melalui bimbingan di Pondok Pesantren YAUMI Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja musyrif terbagi menjadi dua kategori yaitu musyrif rekrut (plus muḥaffizh) dan musyrif magang, masing-masing dengan tugas harian, pekanan, dan bulanan yang telah ditetapkan. Bimbingan kepada musyrif diberikan dalam bentuk ceramah, pengarahan langsung, serta pembelajaran otodidak melalui pengamatan terhadap musyrif senior. Adapun strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kinerja musyrif meliputi bimbingan dan pelatihan terstruktur, penyelenggaraan seminar tentang manajemen pesantren dan pendampingan santri, penugasan organisasi untuk mengembangkan kepemimpinan, evaluasi hasil kerja pekanan, pemanggilan terhadap musyrif yang bermasalah sebagai tindak lanjut, serta pemberian reward. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kinerja musyrif baik dari segi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, maupun kemandirian, meskipun masih terdapat tantangan terkait konsistensi partisipasi dan perlunya pengembangan program yang berkelanjutan.
References
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Creswell, John W. ; Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dzakwan. (2024). Implementasi supervisi akademik dengan pendekatan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi guru MTsN 10 Jakarta Barat. Universitas PTIQ Jakarta.
Fitriani, R. ; Khoiruddin, M. (2021). Konsep kebebasan belajar dalam perspektif humanistik dan implementasinya di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(1), 45–60.
Furdini. (2025). Pembinaan ubudiyah dalam pembentukan religiusitas santri di Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh. MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 15(2), 1–22.
Hasanah, U. (2021). Kinerja pembimbing asrama dalam membentuk karakter santri. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 5(1), 45–62.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
Miles, Matthew B. ; Huberman, A. Michael ; Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th Ed. (ed.)). SAGE Publications.
Muchtar, A. H. (2019). Analisis pengaruh program asrama terhadap pembentukan karakter melalui kecerdasan spiritual studi pada Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok. Universitas Narotama.
Muhlison ; Rosdiani Nasution, L. ; Roihan Daulay, M. (2025). Between books and bunks: Reimagining the student mentor roles. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 11(1), 59–70.
Naim, N. (2023). Strategi pengembangan sumber daya manusia di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 67–82.
Perawironegoro, D. (2019). Pengembangan sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian Dan Kajian Pendidikan Islam, 3(2), 145–160.
Rahmawati, N. (2022). Kredibilitas data dalam penelitian kualitatif perspektif Lincoln dan Guba serta relevansinya dengan penelitian pendidikan Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10(2), 123–138.
Rodhiyatun, R. ; Nurhidayati, N. ; Ratnawati, A. ; Mutamimah, M. (2025). Peningkatan kinerja SDM melalui pengembangan SDM, kompetensi dan komitmen organisasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 261–270.
Rofiq, A. (2024). Efektivitas pelatihan musyrif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan santri. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian Dan Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 34–50.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif dan konstruktif. Alfabeta.
Suryani, L. ; Hidayat, T. (2022). Manajemen pembinaan musyrif di pondok pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2), 89–104.
Wibowo, A. (2022). Supervisi akademik berbasis teknologi di pesantren. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 8(2), 123–138.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th Ed. (ed.)).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Supriyadi, Sayid Habiburrahman, Arif Rahman, Suroso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



