The concept of moral education for Singaporean Muslim children: An analysis of Abdullah Nashih 'Ulwan's educational thought

Penulis

  • Mohamad Azmi bin Rabani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v5i1.15921

Kata Kunci:

Abdullah Nashih ‘Ulwan, Akhlaq Education, Islamic Education, Singapore, pendidikan akhlak, konsep pendidikan Islam, Singapura

Abstrak

Morals are the main problem that is being felt in the world of Islamic education today. It has an impact on social, cultural, political, economic, and even religious problems in a country. Singapore's Muslim community is generally a Malay nation that also experiences the same problems as those experienced by the general Islamic community in various other parts of the world. Some cases of delinquency among Muslim children are caused by the destruction of their morals. In this case, the concepts of moral education that are extracted from the sources of Islam itself, namely the Qur'an and Hadith, are needed so that Singaporean Muslim children can continue to grow and develop in Islamic values. This article tries to analyze the concept of educational thought of Abdullah Nashih 'Ulwan, an Islamic education figure who consistently uses the two main sources of Islam in explaining moral education that can be applied to Muslim children in Singapore. The research used is library research using a descriptive-qualitative approach. Data analysis uses descriptive analysis, content analysis, and interpretative methods. The results show that one of the objectives of Islamic education in Singapore is to shape the morals of madrasa students to be in accordance with Islamic morals. This goal will be even stronger if we take the concept of moral education according to 'Ulwan. The concept aims to form children who believe, obey worship, and have good social sensitivity. The material is divided into three categories: moral education for Allah, moral education for oneself, and moral education for others. The education process has two supporters, namely teachers and parents as implementers, as well as appropriate methods, namely educating by example, habituation, advice, attention or supervision, and punishment. The evaluation is to see the extent of the achievements that have been obtained by children in preparing their morals, intellect, and mentality, shaping their physique, behavior, and social sense, and being able to become useful members of society.

Abstrak

Akhlak menjadi masalah utama yang sedang dirasakan oleh dunia pendidikan Islam saat ini. Hal itu berdampak pada permasalahan sosial, budaya, politik, ekonomi, bahkan agama di sebuah negara. Masyarakat muslim Singapura umumnya adalah berbangsa Melayu yang juga mengalami permasalahan yang sama sebagaimana yang dialami oleh umumnya masyarakat Islam di berbagai belahan dunia lainnya. Beberapa kasus kenakalan anak muslim disebabkan oleh rusaknya akhlak dan moral mereka. Dalam hal ini dibutuhkan konsep-konsep pendidikan akhlak yang digali dari sumber Islam itu sendiri, yaitu al-Qur’an dan Hadis, agar anak-anak muslim Singapura dapat terus tumbuh dan berkembang dalam nilai-nilai Islami. Artikel ini mencoba untuk menganalisis konsep pemikiran pendidikan Abdullah Nashih ‘Ulwan, tokoh pendidikan Islam yang konsisten menggunakan kedua sumber utama Islam tersebut, dalam menjelaskan pendidikan akhlak yang bisa diterapkan untuk anak muslim di Singapura. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis isi, dan metode interpretatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa salah satu tujuan pendidikan Islam di Singapura memiliki tujuan untuk membentuk akhlak para siswa madrasah agar sesuai dengan akhlak Islam. Tujuan ini akan semakin kuat jika mengambil konsep pendidikan akhlak menurut ‘Ulwan. Konsep tersebut memiliki tujuan untuk membentuk anak yang beriman, taat beribadah, dan memiliki kepekaan sosial yang baik. Materinya terbagi menjadi tiga, yaitu pendidikan akhlak kepada Allah, pendidikan akhlak kepada diri sendiri, dan pendidikan akhlak kepada orang lain. Proses pendidikannya memiliki dua pendukung, yaitu guru dan orang tua sebagai pelaksana, serta metode yang tepat, yaitu mendidik dengan keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian/ pengawasan, dan hukuman. Adapun evaluasinya adalah melihat sejauh mana pencapaian yang telah diperoleh anak dalam mempersiapkan akhlaknya, intelektualnya, mentalitasnya, dan juga membentuk fisiknya, perilakunya, dan rasa sosialnya, serta mampu menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat.

Referensi

Abdullah, N, Hassan, S. S. Syed, Abdelmagid, M, Ali, S. N. Mat. (2020). Learning from the Perspectives of Albert Bandura and Abdullah Nashih Ulwan: Implications Towards the 21st Century Education. Dinamika Ilmu, 20(2). 199-218.

Abdullah, Y. (2007). Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Penerbit Amzah.

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974-980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Arslan, S. S. (2013). Limāẓa Tākha al-Muslimūn wa Limāẓa Taqaddam Ghairuhum, (terj., “Kenapa Umat Islam Tertinggal”). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Bahri, S. (2015). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Moral di Sekolah. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 57-76. https://doi.org/10.21274/taalum.2015.3.1.57-76.

Bakker, A & Zubair, A. C. (1990). Metode Penelitian Filsafat. Jakarta: Kanisius.

Barr, M. D. (2000). Lee Kwan Yew: The Beliefs Behind the Man. London: Curzon Press.

Bukhari, M. bin I. Al-. (1993). Shahīh al-Bukhāri. Damaskus: Dār Ibnu Katsir.

Chua, B. H., Murdoch University, & Asia Research Centre. 2005. Taking group rights seriously: Multiracialism in Singapore. Murdoch University: Asia Research Centre.

Department of Statistics Singapore. (2020). Retrieved December, 9, 2023, from http://www.singstat.gov.sg/publications/publications_and_papers/cop2010/census10_stat_release1.html

Faqih, I. R. N. (2020) Pendidikan Akhlak anak perspektif Abdullah Nashih ‘Ulwan: Dalam Pandangan Pakar Pendidikan Islam. Master Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Unpublished. Retrieved December, 8, 2023, from http://etheses.uin-malang.ac.id/29744/

Gani, H. (1994). Cabaran-Cabaran yang Dihadapi Oleh Masyarakat Melayu Singapura dalam Pembangunan Sosial. Singapura: National University of Singapore (NUS).

Hasanah, H. (2023). Pendidikan Islam Perspektif Ikhwanus Shafa Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Kontemporer, Jurnal Al-Ulum, 10(4), 425-433. https://doi.org/10.31102/alulum.10.4.2023.425-433

Helmiati, H. (2021). Madrasah Education in Secular, Modern and Multicultural Singapore: Challenges and Reform. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 17(1), 1-24. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v17i1.5715

Husaini, A. (2005). Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Berkarakter & Beradab, Jakarta: Cakrawala Publishing & Adabi Press.

Ismail, A. M. & Daud, M. N. (2014). Suatu Analisis Pendekatan Abdullah Nasih Ulwan Dalam Menangani Penyelewengan Terhadap Pendidikan Anak-Anak: An Analysis Approach Of Abdullah Nasih Ulwan In Dealing With Maltreatment In Children’s Education. Jurnal Pendidikan Awal Kanak-Kanak Kebangsaan, 3, 14–35. Retrieved from https://ojs.upsi.edu.my/index.php/JPAK/article/view/776

Jasmi, K. A. (2012). “Metodologi Pengumpulan Data dalam Penyelidikan Kualitatitif”. Makalah pada Kursus Penyelidikan Kualitatif Siri 1 2012, Melaka, 28-29 Maret 2012.

Kholiq, A, dkk. (1999). Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Tokoh Klasik dan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ministry of Education Singapore. (2014). Syllabus Character and Citizenship Education Primary. Retrieved December, 10, 2023, from https://www.moe.gov.sg/

Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Muhadjir, N. (1992). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Mutalib, H. (2015). Melayu Singapura: Sebagai Kaum Minoriti dan Muslim Dalam Sebuah Negeri Global. Singapura: National University of Singapore (NUS) Press

Noor, N. M., & Leong, C. H. (2013). Multiculturalism in Malaysia and Singapore: Contesting models. International Journal of Intercultural Relations, 37(6), 714–726. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2013.09.009

Sauri, S. (2011). Filsafat dan Teosofat Akhlak. Bandung: Rizqi Press

Sharon, S. & Abdullah, T. (1986). Islam and Society in Southeast Asia. Singapore: ISEAS.

Sukardi. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Syafri, U. A. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an. Jakarta: Rajawali Press.

Syafri, U. A. (2018). Metodologi Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2). https://doi.org/10.32832/tadibuna.v1i2.615

‘Ulwan, A. N. (2018). Tarbiyatul Aulad Fil Islam. (“Pendidikan Anak Dalam Islam”, Terj. Arif Rahman Hakim), Cet. 10, Solo: Insan Kamil.

Yanti S. R. (2022). Politik Identitas Di Republik Singapura (Faktor Terpilihnya Halimah Yacob Sebagai Presiden Singapura Tahun 2017). Bachelor's Thesis, Progam Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Retrieve December, 7, 2023, from https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/69404

Yasin, H. Bte M. (2020). Konsep Pendidikan Anak Shalih Dalam Kitab Tarbiyāt Al-Awlād Fī Al-Islām Karya Abdullah Nashih Ulwan. Master Thesis, Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Unpublished.

Yayasan Mendaki. 2014. Retrieved December, 9, 2023, from http://www.mendaki.org.sg/

Diterbitkan

2024-04-05

Cara Mengutip

bin Rabani, M. A. (2024). The concept of moral education for Singaporean Muslim children: An analysis of Abdullah Nashih ’Ulwan’s educational thought . Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 5(1), 50–69. https://doi.org/10.32832/itjmie.v5i1.15921

Terbitan

Bagian

Articles