Analisis kebutuhan pengembangan modul paradigma guru pejuang bagi mahasiswa calon pendidik
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23155Kata Kunci:
Analisis Kebutuhan, Modul Pembelajaran, Paradigma Guru Pejuang, STIPI MaghfirahAbstrak
This study aims to analyze the need for developing the "Warrior Teacher Paradigm" module for prospective murabbi and muallim students at STIPI Maghfirah. The research method employed is a mixed-methods approach with descriptive quantitative and qualitative designs. Quantitative data were obtained through questionnaires involving 52 students (actual condition) and 6 experts (ideal condition), while qualitative data were collected through in-depth interviews and field observations. The results of the Independent Samples T-test showed a highly significant gap of 7.46 points (p = 0.000) between the actual and ideal conditions, particularly in cognitive-affective implementation aspects such as devotion in worship and emotional regulation. Qualitative findings indicate that current teaching materials are still centralized on oral presentations and general literature, leading to a demand for standardized concrete guidelines. In conclusion, the development of the Warrior Teacher Paradigm module is highly urgent to facilitate the independent and systematic transformation of students' character through stages of rational thinking, makrifatullah, and the formation of consistent warrior determination (azzam).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul "Paradigma Guru Pejuang" bagi mahasiswa calon murabbi dan muallim di STIPI Maghfirah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan desain kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui angket yang melibatkan 52 mahasiswa (kondisi aktual) dan 6 pakar (kondisi ideal), sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil uji Independent Samples T-test menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang sangat signifikan sebesar 7,46 poin (p = 0,000) antara kondisi aktual dan ideal, terutama pada aspek implementasi kognitif-afektif seperti kekhusyukan ibadah dan regulasi emosi. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa materi ajar saat ini masih bersifat tersentralisasi pada pemaparan lisan dan literatur umum, sehingga mahasiswa membutuhkan panduan konkret yang terstandarisasi. Kesimpulannya, pengembangan modul Paradigma Guru Pejuang sangat urgen untuk memfasilitasi transformasi karakter mahasiswa secara mandiri dan sistematis melalui tahapan berpikir rasional, makrifatullah, hingga terbentuknya tekad kejuangan (azzam) yang konsisten.
Referensi
Al-Bilali, A. H. (2019). Profil murobbi ideal.
Al-Hilal, Y. (2018). Makna jihad dalam perspektif pendidikan Islam, 1(2), 144–152.
Al-Palimbani, K. A. S., & Renaldi, H. (2021). Konsep pendidikan jihad dalam kitab Nashihatul Muslimin. https://doi.org/10.30868/ei.v10i01.1841
Azhari, D. S. (2023). Penelitian mixed method research untuk disertasi, 3, 8010–8025.
Covey, S. R. (2017). The 7 habits of highly effective people. Jakarta, Indonesia: Dumanis Intra Sarana.
Gunawan, I. (t.t.). Taksonomi Bloom revisi ranah kognitif: Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan penilaian (1), 98–117.
Hanif, Z. Q. E. (2025a). Pendidikan Islam holistik sebagai antitesa sekulerisme pendidikan: Menggali meta level reflection pada pemikiran Ibnu Taimiyah. Ma'had Online Lit Tafaqquh Fid Diin.
Hanif, Z. Q. E. (2025b). The role of Tadabbur Al-Qur'an in forming the Islamic worldview, 10(1).
Husaini, A. (2025a). Memuliakan guru: Sebuah tinjauan komprehensif solusi pendidikan nasional dari perspektif Islam. Retrieved from https://adianhusaini.id/detailpost/memuliakan-guru-sebuah-tinjauan-komprehensif-solusi-pendidikan-nasional-dari-perspektif-islam
Husaini, A. (2025b). Wawancara tentang program kaderisasi da'i STID M. Natsir [Wawancara]. Depok, Indonesia.
Kadir, I. (2021). Pendidikan sebagai ta'dib. Mataram, Indonesia: Pustaka Amanah.
Kasmar, I. F., Amnda, V., & Maulida, A. (2019). The concepts of mudarris, mu'allim, murabbi, mursyid, and muaddib in Islamic education, 3(2), 107–125.
KBBI. (t.t.). Retrieved from https://kbbi.web.id/juang
Kilani, M. I. A. (1986). Al-fikr at-tarbawi 'inda Ibni Taimiyah. Madinah Munawwaroh: Maktabah Dar Al-Turats.
Kilani, M. I. A. (2025). Model kebangkitan umat Islam. Depok, Indonesia: Mahdara Publishing.
Kinanti, C. A. (2024). Dr. Adian Husaini: Pendidikan ideal akan lahirkan guru-guru pejuang. At Taqwa. Retrieved from https://attaqwa.id/liputan/baca/pendidikan-ideal-akan-lahirkan-guru-guru-pejuang
Nasrul, E. (2010). Pengalaman puncak Abraham Maslow. Ponorogo, Indonesia: CIOS.
Paputungan, E. (2023). Pendekatan dan fungsi afektif dalam proses pembelajaran, 3(1).
Sali, M. (2023). Pemahaman mendalam: Jihad intelektual dalam pendidikan agama Islam, 14(2), 135–146.
Tamam, A. M. (2017). Islamic worldview: Paradigma intelektual Muslim. Jakarta, Indonesia: Spirit Media.
Wahyudi Husain. (2021). Beginilah cara menjadi guru teladan. Suaramuslim.Net. Retrieved from https://suaramuslim.net/menjadi-guru-teladan/
Wardan, K. (2019). Guru sebagai profesi.
Wikipedia. (t.t.). Jihad. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Jihad
Zarman, W. (2022). The worldview of Islam: Pokok-pokok keyakinan dalam Islam. Banyumas, Indonesia: Zahira Media Publisher.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zubair Qudsi El Hanif, Abas Mansur Tamam, Ulil Amri Syafri, Santi Lisnawati, Nesia Andriana, Ahmad Hatta

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



