Problematika integrasi nilai-nilai pendidikan agama Islam terhadap nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23407Kata Kunci:
Integrasi Nilai, Kejujuran, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan KarakterAbstrak
Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students’ character, particularly in instilling the value of honesty as an integral part of noble morality. However, in everyday life, there remains a noticeable discrepancy between students’ understanding of honesty and its actual implementation. This study aims to examine the various challenges in integrating PAI values into honesty and to identify the factors influencing this process. This research employs a quantitative approach with a descriptive correlational design. The subjects of the study consisted of 30 students. Data were collected using a Likert-scale-based questionnaire covering aspects of understanding, implementation, obstacles, and environmental influences. The results indicate that the level of integration of PAI values toward honesty falls into the “good” category, with a percentage of 83.78%. Descriptively, students demonstrate a relatively high level of understanding regarding the importance of honesty. However, a gap persists between cognitive understanding and actual practice, influenced by various environmental factors such as peer pressure, personal interests, and the lack of habituation and role modeling. Therefore, this study concludes that the successful integration of honesty values does not solely depend on cognitive aspects in learning, but also requires a comprehensive and holistic approach through role modeling, habituation, and synergy among school, family, and community environments. Hence, the value of honesty is expected not only to be understood conceptually but also to be deeply internalized in students’ daily behavior.
Abstrak
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran sebagai bagian integral dari akhlak terpuji. Meskipun demikian, dalam realitas kehidupan sehari-hari masih ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pemahaman terhadap nilai kejujuran dan penerapannya secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai problematika dalam integrasi nilai-nilai PAI terhadap kejujuran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert yang mencakup aspek pemahaman, implementasi, hambatan, serta pengaruh lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat integrasi nilai-nilai PAI terhadap kejujuran berada dalam kategori baik dengan persentase sebesar 83,78%. Secara deskriptif, peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang relatif tinggi mengenai pentingnya kejujuran. Namun, masih terdapat kesenjangan antara aspek kognitif dan praktik nyata, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti tekanan teman sebaya, kepentingan pribadi, serta kurangnya pembiasaan dan keteladanan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi nilai kejujuran tidak hanya bergantung pada aspek kognitif dalam pembelajaran, tetapi juga memerlukan pendekatan yang komprehensif dan holistik melalui keteladanan, pembiasaan, serta sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, nilai kejujuran diharapkan tidak sekadar dipahami secara konseptual, tetapi juga terinternalisasi secara mendalam dalam perilaku sehari-hari peserta didik.
Referensi
Abdul Majid, & Andayani, D. (2012). Pendidikan karakter perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.
Al Khuli, M. A. A. (1989). Akhlaq Rasulullah SAW (A. Sonhadji, Trans.). CV Wicaksana.
Amin, S. M. (2016). Ilmu akhlak. Amzah.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi. Logos.
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar.
Daradjat, Z. (2005). Ilmu jiwa agama. Bulan Bintang.
Daryanto. (2013). Pembelajaran pendidikan karakter. Gava Media.
Gulen, M. F. (2012). Tasawuf. Republika Penerbit.
Gunadi, I. G. A. (2012). Telaah metode-metode pendeteksi kebohongan. Undiksha Singaraja.
Hasbullah. (2009). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Hidayat, K. (2010). Agama dan peradaban. Paramadina.
Iswidharmanjaya, D. (2015). Mengajarkan kejujuran itu tidak susah. PT Elex Media Komputindo.
Kementerian Agama RI. (2012). Al-Qur’an dan tafsirnya. Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Kementerian Agama RI.
Koesoema, D. (2010). Pendidikan karakter. Grasindo.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Muhaimin. (2004). Paradigma pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.
Munir, & Sudarsono. (2012). Dasar-dasar agama Islam. Rineka Cipta.
Mulyasa. (2012). Manajemen pendidikan karakter. Bumi Aksara.
Nata, A. (2010). Akhlak tasawuf. Raja Grafindo Persada.
Nata, A. (2016). Pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an. Kencana.
Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5th ed.). McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2011). Psikologi pendidikan. Kencana.
Sudjana, N. (2005). Metode statistika. Tarsito.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.
Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Tafsir, A. (2012). Ilmu pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abdul Hazis Daulay, Zarkasih, Rian Vebrianto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



