Institusionalisasi pemikiran pendidikan Mohammad Natsir ke dalam lembaga Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia

Authors

  • Tejo Waskito Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i3.13829

Keywords:

Mohammad Natsir, Pendidikan Integral, Sekolah Tinggi Islam

Abstract

This research aims to investigate the institutionalization process of Mohammad Natsir's educational thoughts in Islamic higher education institutions in Indonesia. Qualitative research method was used in this study with document analysis technique as the main data source. The data obtained were then analyzed using content analysis. The results of the study show that Mohammad Natsir's educational thoughts were institutionalized through various efforts, one of which was the establishment of the Islamic College as a higher education institution that adopted Mohammad Natsir's vision and ideas, especially in the development of curriculum and the provision of education that integrates Islamic and Western education models. This institutionalization was also carried out through the development of a curriculum that emphasizes the provision of academic education in a balanced practice. In conclusion, Mohammad Natsir's educational thoughts were successfully institutionalized through the establishment of the Islamic College which later evolved into the Indonesian Islamic University, and provided important contributions to the development of modern and quality Islamic education in Indonesia.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi proses institusionalisasi pemikiran pendidikan Mohammad Natsir dalam lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik analisis dokumen sebagai sumber data utama. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Pendidikan Mohammad Natsir diinstitusionalisasikan melalui berbagai upaya, salah satunya adalah dengan pendirian Sekolah Tinggi Islam sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengadopsi visi dan gagasan Mohammad Natsir, utamanya dalam pengembangan kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan model pendidikan Islam dan Pendidikan Barat. Institusionalisasi tersebut juga dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang menekankan pada penyelenggaraan pendidikan akademik dalam praktik yang seimbang. Kesimpulannya, pemikiran pendidikan Mohammad Natsir berhasil diinstitusionalisasikan melalui pendirian Sekolah Tinggi Islam yang kemudian berevolusi menjadi Universitas Islam Indonesia, dan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam modern dan berkualitas di Indonesia.

References

Abd. Rachman Assegaf. (2011). Filsafat Pendidikan Islam: Paradigma Baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integratif-Interkonektif. Rajawali Press.

Abuddin Nata. (2005). Tokoh-Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Abuddin Nata. (2020). Penguatan Materi dan Metodologi Pendidikan Agama Islam. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 244–266.

Abuddin Nata. (2023). Peran transformatif perguruan tinggi Islam bagi kemajuan ilmu, kebudayaan dan peradaban di Indonesia. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 84–104.

Acmad Gholib. (2013). Gagasan Pendidikan Integral M. Natsir dan Implementasinya di Sekolah Tinggi Ilmu Dawah (STID) Mohammad Natsir Kramat Jati Jakarta dan Tambun Bekasi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Ahmad & Hayati Nufus. (2018). Pendidikan dan Politikus: Analisis Pemikiran M. Natsir Tentang Pendidikan Islam di Indonesia. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 39–52. https://doi.org/10.33477/alt.v3i1.416

Ainul Badri. (2021). PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR TENTANG AGAMA DAN NEGARA. Ri'ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 5(2), 191–200.

Ajib Rosidi. (1990). M. Natsir: Sebuah Biografi. Pustaka Antara.

Bastoni dkk., H. A. (2008). Muhammad Natsir Sang Maestro Dakwah. Mujtama Press.

Bogdan, R. dkk. (2009). Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif. Usaha Nasional.

Carool Kersten. (2018). Berebut Wacana: Pergulatan Wacana Umat Islam Era Reformasi. Mizan.

Charles Michael Stanton. (1994). Pendidikan Tinggi dalam Islam. Logos Publishing House.

Deliar Noer. (1994). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Pustaka LP3ES.

Diyah Khusni Yati. (2006). Kontribusi Mohammad Natsir dalam Pengembangan Islam di Indonesia (1960-1993 M) [Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/52664/1/01120634_Bab%20I_Bab%20V_Daftar%20Pustaka.pdf

Emi Setyaningsih. (2016). Perjuangan dan Pemikiran Politik Mohammad Natsir (1907-1993). Jurnal TAPIs, 12(2), 73–94.

Fuad Jabali & Jamhari. (2002). IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia. Logos Wacana Ilmu.

H.A. Soetjipto & Agussalim Sitompul. (1986). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) al-Jami'ah. Lembaga Pengabdian pada Masyarakat IAIN Sunan Kalijaga.

Haedar Nashir. (1997). Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern. Pustaka Pelajar.

Iskandar Z. & dkk. (2004). Dinamika Ilmu. STAIN Samarinda.

Lexy J. Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

M. Amin Abdullah. (2010). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Pustaka Pelajar.

M. Mukhsin Jamil dkk. (2007). Nalar Islam Nusantara: Studi Islam ala Muhammadiyah, al-Irsyad, Persis dan NU. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam.

M. Natsir. (1973). Capita Selecta. Bulan Bintang.

M. Natsir. (1988a). Fiqhud Da'wah. Penerbit Media Dakwah.

M. Natsir. (1988b). Kebudayaan Islam dalam Perspektif Sejarah. Girimukti Pustaka.

M. Natsir. (1989). Percakapan Antara Generasi: Pesan Perjuangan Seorang Bapak. Media Dakwah.

M. Thohir Luth. (1999). M. Natsir Dakwah dan Pemikirannya. Gema Insani Press.

Malik Fadjar. (2006). Sintesa antara Perguruan Tinggi dan Pesantren. In Quo Vadis Pendidikan Islam: Pembacaan Realitas Pendidika Islam, Sosial dan Keagamaan (1st ed.). UIN Malang Press.

Mas'oed Abidin. (2012). Gagasan dan Gerak Dakwah Natsir. Gre Publishing.

Muhammad In'am Esha. (2009). Institusional Transformation: Reformasi dan Modernisasi Pendidikan Tinggi Islam. UIN-Malang Press.

Mustopa. (2005). KONTRIBUSI M. NATSIR TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: PENDIDIKAN BERBASIS TAUHID. Fakultas Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Remy Madirier. (2015). ISLAM and POLITICS in INDONESIA; The Masyumi Party Betwen Democracy and Integralism. NUS Press.

Rosihan Anwar. (1971). Pergerakan Islam dan Kebangsaan Indonesia. PT. Kartika Tama.

Rumadi. (2008). Post Tradisionalisme Islam: Wacana Intelektualisme dalam Komunitas NU. Fahmina Institut.

Saskhia Rahma Mouli Friani. (2020). PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MOHAMMAD NATSIR. Kutubkhanah: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 1–18.

Suwarno. (2017). Pemikiran M. Natsir dalam Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Dar El-Ilmi, 4(1), 90–105.

Tia Marsela. (2018). Konsep Pendidikan Integral Menurut Mohammad Natsir dan Relevansinya dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. IAIN Ponorogo.

Waryani Fajar Riyanto. (2013). Integrasi-Interkoneksi Keilmuan; Biografi Intelektual M. Amin Abdullah (1953-...) Person, Knowledge and Institution. Suka Press.

Yusafrida. (2012). Kiprah Politik Mohammad Natsir. Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 8(2), 57–83.

Yusuf A. Puar. (1978). M. Natsir 70 tahun Kenangan Kehidupan Perjuangan. Pustaka Antara.

Downloads

Published

2023-06-28

How to Cite

Waskito, T. (2023). Institusionalisasi pemikiran pendidikan Mohammad Natsir ke dalam lembaga Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 285–303. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i3.13829

Issue

Section

Artikel