Diskursus radikalisme di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di DKI Jakarta: pengertian, penyebab dan upaya pencegahannya

Authors

  • Rafa Basyirah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Ai Fatimah Nur Fuad Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i6.15758

Keywords:

Islam washatiyah, radikalisme, guru PAI, sekolah, Peserta Didik

Abstract

The emergence of radical discourse within society, that often associated with the aspect of Islamic Religious Education (PAI), required counter-narrative efforts through the reinforcement of understanding among PAI teachers. Motivated by such a context, the researcher conducted a study involving PAI teachers in DKI Jakarta, examining their perspectives or concepts of radicalism, the causes of radicalism, and efforts or strategies in preventing radicalization. This qualitative research employed interview methods, Focus Group Discussion (FGD), and reviews to the relevant literatures for data collection. Data were obtained from 19 Islamic religious education teachers in DKI Jakarta as the primary informants. The findings reveal that PAI teachers in DKI Jakarta share a common understanding that radicalism contradicts Islamic teachings. Additionally, they reject radicalism in any form and agree to collectively combat radicalism. The identified causes include environmental factors, differences in religious ideological beliefs, and a lack of trust to the government. Strategies employed to prevent radicalism involve the cultivation and reinforcement of Pancasila values, moderate Islamic values (Islam wasathiyah), and values on diversity and tolerance.

 

Abstrak

Diskursus radikalisme yang muncul di tengah masyarakat yang sering kali dikaitkan dengan aspek Pendidikan Agama Islam (PAI), memerlukan upaya konter narasi melalui penguatan pemahaman di kalangan guru-guru PAI. Didorong oleh latar belakang seperti itu, peneliti melakukan penelitian kepada guru-guru PAI di wilayah DKI Jakarta terkait perspektif atau konsep radikalisme, penyebab radikalisme, serta upaya atau strategi dalam upaya pencegahan radikalisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode interview (wawancara), Focus Group Discussion (FGD), dan kajian literatur yang relevan dalam proses pengumpulan datanya. Datanya diperoleh dari 19 guru pendidikan agama Islam di wilayah DKI Jakarta sebagai informan utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan para guru PAI di DKI Jakarta memiliki pemahaman yang sama bahwa radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam. Selain itu, mereka menolak radikalisme dalam bentuk apa pun dan sepakat untuk bersama-sama menangkal radikalisme.

References

Almalik, M. (2022). Refleksi Politik Islam Kontemporer di Negara Dunia Pertama. JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi), 6(2), 20–31. https://doi.org/10.22437/jisipunja.v6i2.20387

Damanik, E. L., & Ndona, Y. (2020). Revelation is a symbol: Anti-radicalism of pluri-religious communities according to Jaspers in the context of indonesia. International Journal of Criminology and Sociology, 9(Icjr 2016), 587–603. https://doi.org/10.6000/1929-4409.2020.09.57

Doosje, B., Moghaddam, F. M., Kruglanski, A. W., de Wolf, A., Mann, L., & Feddes, A. R. (2016). Terrorism, Radicalization and De-radicalization. Current Opinion in Psychology, 11, 79–84. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2016.06.008

Elihami, E., & Syahid, A. (2018). Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. Edumaspul - Jurnal Pendidikan, 2(1), 79–96. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v2i1.17

Febriani, F. D., Rokim, & Wahyudi, W. E. (2020). Pembelajaran Islam washatiyyah: Peran guru PAI dalam mencegah radikalisme. SAWABIQ: JURNAL KEISLAMAN, 1(1), 1–11.

Fuad, & Nurjanah. (2022). Pelatihan Pengarusutamaan Moderasi Beragama Bagi Generasi Milenial Dki Jakarta. Al-Khidmat, 5(1), 25–31. https://doi.org/10.15575/jak.v5i1.17345

Fuad, & Ramadhan. (2023). The Contestation of Feminism and Religious Authority and Its Implication in Islamic Education. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 7(2), 125–142. https://doi.org/10.21009/hayula.007.02.01

Hanafi, B. P. (2019). Strategi Menghadapi Paham Radikalisme Terorisme. Al-Imam: Jurnal Dakwah dan Manajemen, 2(1), 119.

Haq, M. T., Janah, F., & Rhendica, R. (2023). Strategi guru pendidikan agama Islam dalam mencegah radikalisme di SMA Negeri Kota Balikpapan (Multisitus SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2). Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 4(1), 188–197. https://doi.org/10.55583/jkip.v4i1.648

Hidayat, L., Ikhrom, & Makmun, S. (2023). Peran guru pendidikan agama Islam dalam menangkal radikalisme agama di Sma N 3 Semarang. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 20–25.

Huda, A. (2019). Peran pendidik agama Islam dalam menangkal radikalisme agama (Studi kasus di SMAN 2 Magetan). Dalam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Mahardhika, D., Cheryanti, G., Salim, K., & Natania, M. (2023). Terorisme Siber di lingkungan Generasi Millennial Saat Pandemi. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 749–757. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i5.4919

Mahardika, R. E., Assingkily, M. S., & Kamala, I. (2020). Persepsi Mahasiswa terhadap Radikalisme (Studi Penelitian Deskriptif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(1), 1–13. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v6i1.123

Marzuki, M., Miftahuddin, M., & Murdiono, M. (2020). Multicultural Education in Salaf Pesantren and Prevention of Religious Radicalism in Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 39(1), 12–25. https://doi.org/10.21831/cp.v39i1.22900

Mashabi, S. (2020). Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme—Kompas.com. Kompas.com.

Nadir, & Wardani, win yuli. (2018). Rekognisi Hak Konstitusional Warga Negara Sebagai Upaya Penguatan Integrasi Bangsa (Solusi Alternatif Mengurangi Gerakan Radikalisme di Indonesia). Jurnal YUSTITIA, 19(2), 105.

Nuh, Z. M. (2018). Argumen Islam Tentang Anti Radikalisme. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 30. https://doi.org/10.24014/trs.v10i1.5719

Nurul, A. F. (2023). Diskriminasi Terhadap Warga Muslim Di India Ditinjau Dari Perspektif Hukum Internasional Tentang Hak Asasi Manusia. Universitas Andalas.

Ramadhan, & Fuad. (2023). Religious Authority in Islamic Law: A Debate on Conservative and Progressive Methods. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 19(1), 19–34. https://doi.org/10.18196/afkaruna.v19i1.18507

Rizqo, K. A. (2021, Mei). Muhammadiyah: Indonesia Overdosis Eksplor Radikalisme pada Islam.

Rochim, M. A. N. (2023). Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai anti radikalisme pada peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Gresik. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Sabic-El-Rayess, A. (2020). Epistemological shifts in knowledge and education in Islam: A new perspective on the emergence of radicalization amongst Muslims. International Journal of Educational Development, 73(July 2019), 102148. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2019.102148

Saihu, & Marsiti. (2019). Pendidikan karakter dalam upaya menangkal radikalisme di SMA Negeri 3 Kota Depok, Jawa Barat. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 26.

Sanaky, H. A., & Safitri, E. (2016). Radikalisme Agama Dalam Perspektif Pendidikan. Millah. https://doi.org/10.20885/millah.volxiv.iss2.art7

Santi, Hafsah, & Hanum. (2022). Implementasi penanaman nilai-nilai multikultural berbasis karakter islami dalam pembelajaran PAI di SMP IT Ad-Durrah Medan Marelan. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(4), 518. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v11i4.8348

Sari, R. M. (2022). Resolusi Konflik Islam–Kristen Perspektif Al-Qur’an dan Injil. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 3(1), 9–18. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v3i1.4087

Shidiq, U., & Choiri, M. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Dalam CV. Nata Karya. CV. Nata Karya.

Wicaksono, R., & Serikat Putrajaya, N. (2020). Tinjauan yuridis pasal 43D UU No 5 Tahun 2018 pelaksanaan dan kendala deradikalisasi sebagai upaya penanggulangan terorisme. Spektrum Hukum, 17(1), 49–58. https://doi.org/10.35973/sh.v17i1.1390

Zaimah. (2019). Strategi menangkal radikalisme melalui pembelajaran PAI di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Assalamah Bandarjo. Dalam UIN Walisongo Semarang (Nomor 1).

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Basyirah, R., & Fuad, A. F. N. (2023). Diskursus radikalisme di kalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di DKI Jakarta: pengertian, penyebab dan upaya pencegahannya . Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(6), 551–566. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i6.15758

Issue

Section

Artikel