Kompetensi guru Pesantren Muadalah perspektif KH. Imam Zarkasyi

Authors

  • Muhammad Abu Jihad Lillah Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v16i1.4529

Keywords:

Gontor, Imam Zarkasyi, Islamic Boarding School, Teacher Competence, Kompetensi Guru, Pesantren Muadalah

Abstract

This study analyzed the thoughts of KH Imam Zarkasyi about the competence of muadalah teachers. With a literature study approach through the books he wrote, the book Gontor Merintis Modern Pesantren, the book KH Imam Zarkasyi in the Eyes of the People, and other books related to KH Imam Zarkasyi's thoughts, the data was collected. The results of this study found that the competence of muadalah teachers in KH Imam Zarkasyi's thought is the soul of the teacher himself. The most important thing in the pesantren environment is not the subject but the soul of the pesantren, which can be felt by the students. The competencies that teachers must have are good teaching methods, because the method is more important than the lesson itself (pedagogical competence), noble character, avoiding bad behavior, and being able to be an example in their behavior or attitude (personality competence). A teacher must also master the language in accordance with the teaching material, speak fluently (social competence), and enjoy reading various books so that they have mastery of the material (professional competence).

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pemikiran tokoh KH. Imam Zarkasyi tentang kompetensi guru muadalah. Dengan pendekatan studi Pustaka melalui kitab-kitab yang dikarangnya, buku Gontor Merintis Pesantren Modern, buku KH Imam Zarkasyi di Mata Umat, dan buku-buku terkait pemikiran KH. Imam Zarkasyi lainnya data dikumpulkan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kompetensi guru muadalah dalam pemikiran KH. Imam Zarkasyi adalah jiwa guru itu sendiri. Hal yang paling utama dalam lingkungan pesantren bukanlah mata pelajaran melainkan jiwa pesantren itu, yang dapat dirasakan oleh para santri. Kompetensi yang harus dimiliki guru adalah metode mengajar yang baik, karena metode itu lebih penting dari pada pelajaran itu sendiri (kompetensi pedagogik), akhlak mulia, terhindar dari perilaku yang buruk, serta mampu menjadi contoh dalam perilaku ataupun sikapnya (kompetensi kepribadian). Seorang guru pun harus menguasai bahasa yang sesuai dengan materi ajar, berbicara dengan fasih (kompetensi sosial), dan senang membaca beragam buku sehingga memiliki penguasaan materi (kompetensi profesional).

References

Dwi Astuti, E. K., Rochman, C., Farida, I., & Hasanah, A. (2020). Analisis Pemahaman Guru Terhadap Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PTK) Di Tingkat SMP/MTS. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 13, No. 2, 103-112.

Achyar. (2017). Konsep Manajemen Mutu Terpadu Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Islam Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Volume 10 No. 2 Juli – Desember, 180-204.

Irsyada, M. N., & Az Zafi, A. (2020). Peran Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi Anak MI/SD. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 13, No. 2, 142-151.

Ismail, A. (tt). Petuah dan Pesan KH. Imam Zarkasyi.

Miarso, Y. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nawawi, S. (2018). Nilai Pendidikan Sufistik K.H. Imam Zarkasyi. Yogyakarta: SUKA-Press.

Nurdiah, & Sa'diyah, M. (2019). Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMA Negeri 10 Kota Bogor. Annual Conference on Islamic Education and Social Sains (ACIEDSS), Vol. 1 (No. 2), 319-328.

Penulis, T. (1996). K.H. Imam Zarkasyi Di Mata Umat. Ponorogo: Unida Gontor Press.

Penulis, T. (2016). KH. Imam Zarkasyi Dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Ponorogo: Unida Gontor Press.

Ps, A. M. (2019). Problematika Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Vol. X, No. X,, 225-233.

Setiawan, S. R. (2020). Antara Rekognisi, Rekonstruksi Dan Kekhawatiran Hilangnya Indigenousity Pondok Pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 4 (No. 1), 1–19.

Situmorang, J. B., & Winarno. (2008). Pendidikan Profesi dan Sertifikasi Pendidik. Klaten: Macanan Jaya Cemerlang.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharto, A. (2014). Menggali Mutiara Perjuangan Gontor. Kumpulan Artikel Value Majalah Gontor, Edisi 1, Juni, 60.

Suyadi, D., Mujahidin, E., & Al-Hamat, A. (2020). The Method of Moral Educatioan According to Ibn Hajar in Bulughul Maram. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 13, No. 2, 182-188.

Samsul AR, 2016, Analisis Kompetensi Guru Tugas dalam Program Penugasan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura, Tesis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Takunas, R. (2018). Pemikiran Pendidikan Islam KH.Imam Zarkasyi. Scolae: Journal of Pedagogy, Vol. 1 (No. 2), 154-160.

Ushuluddin, W. (Yogyakarta). Sintesis Pendidikan Islam Asia-Afrika, Perspektif Pemikiran Pembaharuan Pendidkan Menurut KH. Imam Zarkasyi-Gontor. 2002: Paradigma.

Wagola, B. M., Indra, H., & Al Hamat, A. (2018). Pemberdayaan Pendidikan Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Ulumul Quran Bojongsari Depok. Tawazun Jurnal Pendidikan Islam, Volume 11 No. 1 Januari – Juni, 117-137.

Zakaria, G. A. (2010). Pondok Pesantren: Changes and Its Future. Journal of Islamic and Arabic Education, Vol. 2 (No. 2), 45–51.

Zarkasyi, K. I. (2017). Tarbiyah Amaliyah. Ponorogo: Darussalam Press.

Downloads

Published

2023-04-07

How to Cite

Lillah, M. A. J. (2023). Kompetensi guru Pesantren Muadalah perspektif KH. Imam Zarkasyi. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 33–44. https://doi.org/10.32832/tawazun.v16i1.4529

Issue

Section

Artikel