STUDI KRITIS KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS PLURALISME DI MAARIF INSTITUTE

Ismail Syakban

Abstract


This study focus on the problem of the pluralism concept based education by Maarif Institute in the Islamic perspective. The critical study will focus on three terms, namely: Foundations of Islamic Education, the Objectives of Islamic Education and its curriculum. The approach used in this study is the Descriptive Qualitative approach (Qualitative-Descriptive Research and Content Analitic-Kritic), which is include in a critical study by describing and analyzing the Maarif Institutes thought related to the concept of pluralism based education. Materials and data obtained by studying books and journals published by the Maarif Institute, literatures related, so we get a picture of ( description ), thoughts, ideas, and insight to the object under study as well as a critical study of the research object. The results of this study indicates that the concept of pluralism based education by the Maarif Institute realized with three terms, which teaches the values of tolerance, non-violence values and values of inclusiveness. The concept of pluralism based education by the Maarif Institute has weaknesses and hidden dangers that can affect destroying religion and its teachings. Through the concept of pluralism based education will also let the doctrine from liberal secular to scrape out the power of Aqeedah of the Muslims.

Abstrak

Fokus masalah dalam penelitian ini adalah studi kritis terhadap konsep pendidikan berbasis pluralisme oleh Maarif Institute dalam perspektif Islam. Studi kritis tersebut akan difokuskan pada tiga terma, yaitu: Landasan Pendidikan Islam, Tujuan Pendidikan Islam dan Kurikulum Pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Qualitative-Descriptive Research and Content Analitic-Kritic (Penelitian Kualitatif-Deskriptif dan Analisis Konteks-Kritis), yaitu studi kritis dengan mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran Maarif Institute terkait konsep pendidikan berbasis pluralisme. Bahan dan data didapatkan dengan menelaah buku dan jurnal terbitan Maarif Institute, literatul-literatul yang terkait, sehingga didapatkan gambaran (deskripsi), pemikiran, ide, dan penjelasan terhadap objek yang diteliti serta melakukan studi kritis terhadap objek penelitian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan berbasis pluralisme oleh Maarif Institute direalisasikan dengan tiga terma, yaitu mengajarkan nilai-nilai toleransi, nilai-nilai anti kekerasan dan nilai-nilai inklusifitas. Konsep pendidikan berbasis pluralisme oleh Maarif Institute memiliki kelemahan dan berdampak bahaya tersembunyi yang dapat menghancurkan agama dan ajarannya. Melalui konsep pendidikan berbasis pluralisme ini juga akan membukan pintu yang lebar bagi sekularisasi-liberal untuk mengikis habis kekuatan aqidah kaum Muslimin.


Keywords


education; pluralism; aarif Institute

Full Text:

PDF

References


An-Nahlawi, A. (1996). Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyah wa Asalibuha, terj. Herry Noer Ali, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Bandung: CV. Diponegoro.

Armas, A. (2003). Pengaruh Kristen Orientalis terhadap Islam Liberal. Jakarta: Gema Insani Press.

Barton, G. (1999). Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurkholis Madjid, Djohan Efendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid. Jakarta: Pustaka Antara.

Dzulhadi, Q. N. (2013). Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia; Studi Kritis Pemikiran Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme. Jakarta: Cakrawala Publising.

Haq, F. R. U. (2011). Demokrasi Kaum Kriminal. Dalam Jurnal Maarif, 6(1).

Haq, F. R. U. (n.d.). Kekerasan Meningkat, Demokrasi Terancam. Retrieved from http://nasional.kompas.com/read/2010/12/16/04425515/

Husaini, A. (2005). Wajah Peradaban Barat. Jakarta: Gema Insani.

Husaini, A. (n.d.). Islamic Worldview. Bogor: Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Jurnal Maarif Institute, Arus Pemikiran Islam dan Sosial (Vol. 7). (2012). Jakarta: Maarif Institute.

Langulung, H. (1989). Manusia Dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Al Husna.

Lestari, D. (2012). Pendidikan Karakter: Mengarusutamakan Nilai-nilai Toleransi Anti Kekerasan dan Inklusif. Jakarta: Maarif Institute.

Maarif, A. S. (2004). Mencari Autentisitas Dalam Kegalauan. Jakarta.

Mahfud, C. (2010). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mastuhu. (1999). Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Jakarta.

Miskawaih, I. (1329). Tahzib al-Akhlaq wa Tathhir al-Araq. Mesin: al-Husaini.

Naim, N., & Sauqi, A. (2010). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Nata, A. (2005). Pendidikan Islam di Era Globa (Pendidikan Multikultural, Pendidikan Multi Iman, Pendidikan Agama, Moral, dan Etika). Jakarta: UIN Press.

Ramayulis. (2005). Ensiklopedi Toko Pendidikan Islam (Mengenal Tokoh Pendidikan di Dunia Islam dan. Indonesia, Ciputat: Quantum Teaching.

Rasyidin, A. (2008). Falsafah Pendidikan Islam: Membangun Kerangka Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Praktik Pendidikan. Bandung: Citapustaka.

Shihab, M. Q. (2004). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, Volume 1. Jakarta: Lentera Hati.

Syafin, N. (2007). Kritik Terhadap Paham Liberalisasi Syariat Islam. Jakarta: Dewan Dakwah Islam Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.32832/tawazun.v12i1.1905

Article Metrics

Abstract view : 73 times
PDF - 92 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ismail Syakban

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lantai 1 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162 Jawa Barat, Indonesia Telp/Fax: 0251-8335335